Health & Diet
Health Adjustment Gap di Awal Ramadan, Ini Kata Ahli Soal Menjaga Tubuh Tetap Seimbang

23 Jan 2026

Ilustrasi keluarga Indonesia menjalani sahur sehat dengan air putih dan makanan seimbang sebagai simbol persiapan kesehatan Ramadan.Hindari dehidrasi sepanjang Ramadan. Foto ilustrasi: Canva


Waktu berjalan cepat, dan bulan depan Ramadan bakal datang lagi.

Data ilmiah menunjukkan bahwa minggu pertama Ramadan merupakan fase adaptasi tubuh paling aktif, ditandai adanya lonjakan keluhan kesehatan yang berulang setiap tahun. 

Fakta ini terungkap dalam Indonesia Health Insights Report Edisi Q1 2026 yang dipaparkan pada acara Health Talk by Halodoc. Laporan tersebut mencatat peningkatan konsultasi gangguan pencernaan hingga 21% dibandingkan rata-rata sebelum puasa. 

Fakta ini jadi pengingat adanya fenomena health adjustment gap di awal Ramadan yang patut kita waspadai.
 

Pola kesehatan Ramadan yang terus berulang

Pada minggu terakhir sebelum puasa, umumnya kita melakukan belanja kebutuhan dapur juga produk kesehatan sebagai langkah antisipasi selama bulan Ramadan. 

Berdasarkan penelitian, produk kesehatan yang umumnya dibeli dari vitamin dan suplemen (30%), obat pencernaan (15%), produk kesehatan mulut dan tenggorokan (16%), hingga perawatan kulit (19%).

Namun, lonjakan antisipasi tersebut belum sepenuhnya menutup celah adaptasi tubuh. Di awal Ramadan, keluhan paling dominan tetap berasal dari gangguan pencernaan seperti maag dan GERD, disusul vertigo serta radang tenggorokan. 

Puncak keluhan tercatat konsisten muncul pada hari ketiga puasa selama dua tahun terakhir, menandakan fase adaptasi terberat terjadi di awal.
 

Tip menjembatani health adjustment gap

Menanggapi persoalan kualitas kesehatan selama bulan Ramadan, dr. Irwan Heriyanto, Board of Medical Excellence Halodoc, menjelaskan bahwa lonjakan keluhan di awal puasa merupakan respons alami tubuh. 

“Jam makan berubah, lambung menjadi lebih sensitif, sementara kurang tidur dan hidrasi memengaruhi keseimbangan tubuh. Itulah sebabnya mag, GERD, dan vertigo sering muncul bersamaan,” jelas dr. Irwan, tentang tubuh yang masih beradaptasi di awal Ramadan.
 
dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc dan Fibriyani Elastria, Chief Marketing  Officer Halodoc pada acara Halodoc TalksBincang-bincang bersama dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc, dan Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc.Foto: Dok. Halodoc

Berangkat dari penjelasan medis tersebut, berikut sejumlah tip untuk mengantisipasinya
1/ Lakukan persiapan sebelum puasa
Meningkatkan asupan serat dan cairan beberapa hari sebelum Ramadan membantu sistem pencernaan beradaptasi.

2/ Pola makan bertahap
Saat sahur dan berbuka, awali dengan air putih, lalu konsumsi makanan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan serat.

3/ Batasi pemicu iritasi
Kurangi makanan berlemak, terlalu pedas, serta minuman berkafein yang dapat memicu gangguan lambung.

4/ Hindari dehidrasi
Kamu bisa menerapkan manajemen cairan, yaitu  pola minum 2-4-2 antara berbuka dan sahur untuk mencegah dehidrasi.

5/ Jaga kualitas tidur dan stres
Bangun secara perlahan saat sahur (no mepet ya), atur waktu istirahat, dan kelola stres untuk menekan risiko vertigo.

6/ Rawat tenggorokan
Pilih minuman hangat, cukupi cairan, dan batasi gorengan berlebihan untuk mengurangi iritasi.

Di tengah perubahan ritme hidup selama Ramadan, kebutuhan akan arahan kesehatan sering muncul di waktu yang tidak terduga. Karena itu, Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc, juga menegaskan jika layanan kesehatan perlu tetap mudah diakses, bahkan pada jam-jam tidak biasa, seperti dini hari menjelang sahur. 

Halodoc menghadirkan HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) sebagai pendamping awal berbasis AI yang merupakan bentuk empati agar setiap orang tidak merasa sendirian saat membutuhkan arahan kesehatan dasar.

Sahabat Femina, jelang Ramadan ini, yuk, rawat tubuh lebih sadar dan terencana, serta manfaatkan sumber informasi dan layanan kesehatan tepercaya untuk menutup health adjustment gap. Nggak sabar, kan, menanti datangnya Ramadan.... (f)

Baca juga:
Teknologi Laser Menuntaskan Penyakit Memalukan Ini
Tip Simpel Kurangi Gula tanpa Drama
Mengapa Perempuan Usia Produktif Paling Berisiko Menderita Autoimun?

Laili Damayanti


Topic

#RamadanSehat, #JagaKesehatan, #ramadan

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?