Health & Diet
7 Tip Agar Konsisten Berolahraga

3 Aug 2016

 

 

Semangat masyarakat untuk berolahraga harus diakui, sedikit banyak dipacu oleh kehadiran media sosial. Kenaikan tren berolahraga yang berlangsung sejak beberapa tahun belakangan ini tampaknya bergaris lurus mengikuti perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Akan tetapi, tidak ada salahnya mengikuti tren yang positif ini. Masalahnya kemudian bagaimana menjaga kontinuitas dan konsistensi dalam berolahraga. Berikut adalah 7 cara untuk menjaga konsistensi itu: 

1/ Memaksakan diri dalam olahraga apa pun, memang bisa mengundang cedera, bahkan dalam yoga yang terkesan lembut sekalipun. “Ego merupakan faktor utama yang menyebabkan seseorang melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
 
2/ Kemampuan tubuh masing-masing orang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh fisiologis, genetis, historis hingga kemampuan adaptasi terhadap suatu proses,” ujar Jansen mengingatkan.
 
3/ Untuk mengukur kemampuan dengan benar bukanlah melalui ikut kompetisi, tetapi dimulai sejak tahapan latihan atau persiapan. Tentukanlah target yang meningkat secara bertahap dan realistis dengan proses perkembangan yang terukur. Menentukan target yang tidak realistis atau melakukan gerakan-gerakan yang rumit tanpa dasar yang baik hanya akan meningkatkan risiko untuk mengalami cedera.
 
4/ Belajar untuk ‘mendengarkan’ tubuh Anda. Aktivitas fisik yang tinggi seperti olahraga termasuk stres akut yang terkontrol sehingga tidak berdampak negatif apabila dilakukan sesuai kemampuan.
 
5/ Olahraga akan menurun manfaatnya apabila dilakukan secara berlebihan dalam jangka panjang hingga tubuh mengalami stres kronis, yang bisa mengundang masalah kesehatan serius.
 
6/ Ketimbang terlihat hebat sesaat, lebih baik sehat lebih lama. Karena itu kunci dari berolahraga itu menurut Jansen justru terletak pada konsistensinya, bukan menggenjot habis-habisan di saat ingin saja. Karena dengan begitu manfaat kesehatan yang diinginkan dapat tercapai. Penelitian yang dilakukan oleh King’s College London dan University of Birmingham yang dipublikasi di Journal of Physiology tahun 2015 terhadap mereka yang rajin berolahraga sepeda sejak muda, menyimpulkan, meski tubuh kita menua tapi kebiasaan aktif bergerak akan membuat tubuh berfungsi baik lebih lama.
 
7/ Menurut studi yang dilaporkan di British Journal of Sport Medicine tahun 2013,  mereka yang tidak pernah berolahraga lalu mulai berolahraga satu kali dalam seminggu, tiga sampai empat kali lebih sehat menjalani masa tua dibanding yang tidak berolahraga. Kesehatan jantung dan ingatan mereka pun lebih baik. Itu artinya Anda bisa traveling dan melakukan berbagai hal menyenangkan, menyaksikan pertumbuhan putra dan putri tercinta hingga dewasa, dan menikmati masa sehat lebih lama. Itulah target yang semestinya tertanam. (f)
 
 
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?