
Foto: Fotosearch
Konsultan karier Windy Poerwono dari Orly Consulting akan membantu Anda mengenali tipe-tipe karyawan ’sulit’ berikut solusi tepat menghadapinya.
1/ ANTISOSIAL
Saat yang lainnya asyik ngobrol dan bercanda, ia lebih memilih untuk berdiam diri di kotak kerjanya. Bisa jadi ia minder karena merasa tidak selevel dengan rekan kerja lainnya. Bisa juga diakibatkan trauma pribadi yang ingin ditutupi, sehingga ia menghindari kontak dengan orang lain.
Masalah timbul saat si antisosial harus terlibat dalam sebuah proyek yang berhubungan dengan beberapa orang sekaligus. Komunikasi yang tidak lancar, dan kesulitan menggali ide berdampak buruk pada kinerja tim.
Solusi: Ibarat puncak gunung es, pembawaan antisosial yang ditunjukkan karyawan hanyalah sebagian kecil dari masalah sebenarnya. Sebagai langkah awal, libatkan mereka dalam bentuk komunikasi singkat yang tidak terlalu dalam. Sapaan ringan seperti ”Hai apa kabar?”, atau ungkapan perhatian tulus ”Wah, kamu terlihat segar pagi ini”.
Selain membantu mencairkan kekakuan, sedikit banyak hal ini akan melatih dia untuk lebih komunikatif. Namun, jika kasusnya terbilang ekstrem, tak ada salahnya jika Anda meminta bantuan psikolog perusahaan untuk melakukan konseling pribadi.
2/ BERMUKA DUA
Lain di depan, lain pula di belakang. Di depan orang ia bisa memasang raut wajah manis penuh persahabatan. Tapi di balik punggung, ia tega menebar fitnah kejam yang bisa menghambat karier sesama rekan kerjanya. Ulahnya yang satu ini sering menjadi pemicu pecahnya konflik di lingkungan kerja. Akibatnya atmosfer kerja selalu memanas dan tak lagi kondusif.
Solusi: Di sini kearifan Anda sebagai seorang pemimpin diuji. Sebagai atasan, Anda dituntut untuk lebih mengandalkan logika dan fakta di atas emosi. Untuk mendapat informasi yang berimbang, Anda perlu mendengar versi dari pihak terlapor. Lakukan juga klarifikasi terhadap pihak lain yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dengan laporan yang masuk.
Setelah semua fakta terkumpul, ada baiknya jika Anda mempertemukan kedua belah pihak, baik si pelapor maupun terlapor untuk menguji hipotesis sementara Anda. Kondisi ini memang sangat tidak nyaman, namun justru pada kesempatan ini Anda bisa menangkap ketidakkonsistenan cerita yang biasanya akan ditunjukkan oleh si muka dua.
Khusus menghadapi si muka dua, Anda tak perlu ragu bertindak tegas. Berbekal bukti dan fakta yang valid, Anda bisa menjatuhkan ultimatum atau peringatan keras. Tekankan bahwa ulahnya ini bisa menimbulkan kericuhan dan mengakibatkan suasana kerja jadi tidak kondusif. Dan jika perbuatannya ini terus berlanjut, Anda tidak akan segan untuk memberi sanksi berat..
Baca di laman selanjutnya, tipe karyawan super detail, bad attitude, dan tiran.
Topic
#TipKarier


