Career
5 Tip Jadi Supermodel Dari Laura Muljadi, Paula Verhoeven, dan Kelly Tandiono
23 Jul 2018
“Percaya atau tidak, model yang bertahan adalah mereka yang dianggap memiliki x factor, ini adalah karakter yang membuat ia berbeda dari model lainnya,” kata Kelly Tandiono.
Menurut model yang energik ini, semua manusia memiliki x factor masing-masing. “Masalahnya, banyak model yang belum bisa melihat x factor-nya tersebut. Jadi, tantangannya adalah mempelajari, menemukan, dan mengasah kemampuan atau kekuatan tersebut dari waktu ke waktu. Sehingga, akhirnya makin tajam dan makin terlihat,” kata Kelly lagi.
Pencarian faktor x itu bukan sesuatu yang bisa didapat secara instan, butuh proses bahkan waktu yang lama.
”Jangan salah, bahkan x factor itu boleh jadi adalah sesuatu yang kita anggap sebagai kelemahan. Misalnya, awalnya saya menganggap kulit hitam saya sebagai sebuah kelemahan. Tapi ternyata, di dunia modeling justru kulit hitam inilah yang membuat saya berbeda,” ujar Laura.
“Setuju! Di dunia model, kelemahan kita bisa dianggap sebagai kekuatan,” timpal Kelly.
“Belum tentu semua wanita yang memiliki cita-cita menjadi model akan menjadi model. Boleh jadi kesempatannya justru lebih besar sebagai pembawa acara atau bahkan berperan di dunia akting,” imbuh Paula Verhoeven, yang memiliki wajah tenang, lembut, dan ‘mahal’ sehingga dianggap paling tepat membawakan busana-busana glamor itu.
3/ Ekspresi WajahMenurut model yang energik ini, semua manusia memiliki x factor masing-masing. “Masalahnya, banyak model yang belum bisa melihat x factor-nya tersebut. Jadi, tantangannya adalah mempelajari, menemukan, dan mengasah kemampuan atau kekuatan tersebut dari waktu ke waktu. Sehingga, akhirnya makin tajam dan makin terlihat,” kata Kelly lagi.
Pencarian faktor x itu bukan sesuatu yang bisa didapat secara instan, butuh proses bahkan waktu yang lama.
”Jangan salah, bahkan x factor itu boleh jadi adalah sesuatu yang kita anggap sebagai kelemahan. Misalnya, awalnya saya menganggap kulit hitam saya sebagai sebuah kelemahan. Tapi ternyata, di dunia modeling justru kulit hitam inilah yang membuat saya berbeda,” ujar Laura.
“Setuju! Di dunia model, kelemahan kita bisa dianggap sebagai kekuatan,” timpal Kelly.
“Belum tentu semua wanita yang memiliki cita-cita menjadi model akan menjadi model. Boleh jadi kesempatannya justru lebih besar sebagai pembawa acara atau bahkan berperan di dunia akting,” imbuh Paula Verhoeven, yang memiliki wajah tenang, lembut, dan ‘mahal’ sehingga dianggap paling tepat membawakan busana-busana glamor itu.
“Kebanyakan fashion show saat ini jalannya sederhana, lurus, dan dengan ekspresi datar. Tapi, ada beberapa jenis fashion show, seperti misalnya fashion show baju pengantin, atau misalnya show kebaya seperti show untuk Anne Avanti, tidak bisa dibawakan dengan ekspresi datar,” kata Kelly.
Kemampuan dasar untuk mempelajari ekspresi inilah yang selalu harus diingatkan kepada model-model pemula. “Sebagai model di atas panggung dan di depan kamera, kami memang manekin, tapi manekin yang harus bisa memberikan jiwa terhadap busana yang kami bawakan,” kata Laura.
Topic
#karier, #modeling
event
recommended


