True Story
Dibalik Cerita Cinta Chef Steby Rafael dan Maria Madeline

29 Jul 2019


Dok. Pribadi
 

Nama Steby Rafael (32) mulai melejit sebagai chef sejak ia memandu program Chef Traveller di Trans TV, tahun 2013 hingga 2014. Kini, brand ambassador susu evaporasi ini lebih banyak disibukkan dengan acara-acara off air, menghadiri undangan sebagai bintang tamu. 

Kisah cintanya dengan sang istri, Maria Madeline, dimulai dari kedekatan di tahun 2009. Meski sama-sama sekolah di SMA Xaverius Pahoman, Bandar Lampung, kedekatan keduanya justru terjadi lewat media sosial, empat tahun setelah kelulusan mereka. Maklumlah, selama SMA, Maria dan Steby tak pernah berada di kelas yang sama sehingga mereka mengaku tak begitu kenal satu sama lain.

“Saya justru tertarik kepada Maria saat menemukan foto-fotonya di media sosial. Dia cantik dan ternyata mutual friend kita banyak banget. Sampai lebih dari 500 orang,” ujar Steby, yang mengaku saat itu sedang jomblo.

Tanpa ragu, Steby menyapa Maria lewat media sosial. Pria kelahiran Bandar Lampung ini pun mulai intensif mencari informasi tentang Maria dan mengajak sang pujaan hati mengobrol, meski lewat pesan di media sosial. Tidak sia-sia, kontak tersebut kemudian berujung pada pertemuan. 

“Saat pertama bertemu, saya hanya menganggap Steby tak lebih dari teman. Ya, memang dia duluan yang suka. Saya hanya menganggapnya teman. Kami juga hanya bertemu sesekali,” cerita Maria.

Butuh waktu lebih dari lima tahun untuk Maria membuka hatinya kepada Steby. Tahun 2015, di tengah kesibukan masing-masing --Steby merintis karier sebagai chef, sementara Maria berkarier di bidang pengadaan infrastruktur pabrik-- keduanya kembali dipertemukan. Saat itu mereka banyak ngobrol tentang karier dan kehidupan. Apalagi sebelumnya mereka berdua sama-sama pernah alami pasang surut kehidupan percintaan.

Jodoh memang tak ke mana. Obrolan singkat itu berlanjut pada pertemuan-pertemuan lainnya. Hubungan keduanya pun makin dekat. Rupanya, Steby sudah mantap dengan pilihan hatinya selama ini. Tanpa ragu, setahun sejak kedekatan mereka,  Steby langsung melamar Maria. 

Gayung bersambut, Maria langsung sepakat. Sejak memulai hubungan, mereka sama-sama ingin memiliki hubungan yang serius dan telah memikirkan tentang pernikahan.

“Dia sudah pengin married, saya juga demikian. Jadi, kami berdua memang benar-benar serius, sampai akhirnya memutuskan mencari tanggal pernikahan, meski belum genap satu tahun berpacaran,” kenang Steby.

Pada November 2016, Steby dan Maria mengikat janji suci pernikahan dalam sebuah upacara sederhana di Gereja Santo Matias Rasul, Jakarta Barat. Memang bukan pesta mewah yang diberikan oleh Steby, namun Maria yakin dengan pria pilihannya, karena ia melihat Steby sebagai sosok pekerja keras. Di mata Maria, Steby, yang pernah bercita-cita menjadi anak band, adalah pria yang berkomitmen, sabar, dan peduli. 

Steby juga yakin pada Maria, karena ia melihat Maria sebagai sosok wanita yang sangat mendukung kariernya. Saat masa pacaran, meski hanya beberapa bulan, Maria sempat mengambil peran sebagai manajer Steby. Awalnya, wanita kelahiran Tanggamus, Lampung, ini tak pernah berniat menjadi manajer sang kekasih. Tapi, melihat kesibukan Steby dan ketidakcocokan Steby dengan manajer sebelumnya membuat Maria mengambil alih. Dengan basic marketing yang dimiliki, Maria mampu mengatur  tiap tawaran yang masuk.

Kehadiran Maria membawa banyak perubahan dalam kehidupan Steby. Ia menjadi lebih fokus menjalani karier sebagai celebrity chef. Kini, setelah menikah, meski masih mengambil peran sebagai manajer, Maria mengaku tidak lagi sepenuhnya menjalani tugas sebagai manajer.

Dengan kehadiran sang buah hati, dua tahun lalu, Mark Edmund Wijaya (2), Maria kini berbagi tugas dengan Steby. Untuk berkomunikasi dengan klien dan urusan administrasi menjadi tanggung jawab Maria, sisanya dilakukan sendiri oleh Steby.

“Saya hanya memastikan pekerjaan yang bisa ia pegang. Selebihnya ada di tangan Steby,” papar Maria. 

Steby mengaku, menjalani kariernya saat ini banyak langkah dan keputusan besar yang harus ia ambil. Terkadang, ia tak pernah bisa memutuskan sendiri mana yang terbaik. Saat itulah ia melihat Maria sebagai sosok yang bisa menjadi teman bicara.

“Dari pertama kenal, Maria itu seperti advisor. Kalau saya sedang bingung, ya, saya diskusi dengan dia,” ungkap Steby, sambil menatap mesra Maria yang duduk di sampingnya. 
 
Membentuk Keluarga
Kerap wira-wiri di layar kaca sebagai chef dan mengisi berbagai acara masak off air tak lantas membuat Steby gemar memasak di rumah. “Kalau di rumah, Steby udah malas masak,” kata Maria, tertawa. Jadilah untuk urusan menyiapkan makanan di rumah, Maria yang berkutat di dapur. Namun, saat Steby memiliki waktu untuk memasak di rumah, salad, spaghetti, dan tuna aglio olio buatan Steby jadi favorit Maria dan seluruh anggota keluarga.

Maria juga memiliki hobi membuat kue dan terbilang jago membuat pastry. Ia bahkan menguasai banyak teknik untuk membuat kue yang justru kurang dikuasai Steby. Steby juga banyak belajar tentang cara membuat pastry kepada Maria.
Kolaborasi menjadi kata kunci pasangan ini dalam menjalani kehidupan rumah tangga, apalagi sejak anak pertama mereka lahir pada 21 Mei 2017. Steby dan Maria punya prinsip fleksibel untuk urusan rumah tangga.

“Kadang-kadang saya mencuci mobil, memotong rumput,  sementara dia yang mencuci piring. Saling bantu aja,” jelas Maria, yang mengaku kehadiran anak membuat mereka lebih dewasa dalam berpikir. 

Perubahan ini juga terjadi dalam hal merencanakan masa depan keluarga. “Terus terang, kami sekarang cenderung lebih hati-hati dalam merencanakan sesuatu. Termasuk memilih pekerjaan yang sifatnya jangka panjang. Kalau dulu kan lebih spekulatif,” ungkap Steby. 

Karena alasan ini pula, belakangan Steby dan Maria tengah fokus membesarkan CV Wijaya Paten,  perusahaan yang bergerak di bidang desain interior dan manajemen sistem operasi untuk restoran. Steby menjadi komisaris, sementara Maria adalah director of sales. Mereka juga tengah sibuk mengembangkan bisnis kuliner baru, X Wagyu, restoran yang menyajikan menu berbahan dasar daging wagyu.

Kegemaran Steby akan ras sapi Jepang mendorongnya membuka restoran wagyu yang berlokasi di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan tersebut.

Coz I love wagyu dan saya ingin sajikan kelezatan wagyu yang affordable dengan suasana yang nyaman”, katanya.

Di atas segalanya, Steby dan Maria adalah pasangan pekerja keras. Hal ini diakui oleh Steby. “Kami selalu mengambil kesempatan yang ada dan tidak takut berada di luar zona nyaman,” katanya.

Meski sibuk dengan bisnis, baik Maria maupun Steby tak ingin melewati masa pertumbuhan Markie, panggilan akrab untuk sang buah hati. Sikap menghargai, berbagi, mandiri, dan kreatif adalah beberapa nilai yang ingin mereka tanamkan kepada sang anak. Keduanya sadar bahwa membangun fondasi hubungan yang kuat dan menjaga keharmonisan menjadi landasan pernikahan mereka terus bertahan.

“Jika ada waktu luang, kami selalu menyempatkan waktu untuk berduaan saja. Steby paling suka tempat yang tenang dan sepi untuk quality time, misalnya hotel di pinggir kota atau kafe yang jauh dari keramaian,” kata Maria.(f)
 

 
BACA JUGA:
Ini Selebritas Pengisi Suara di Film The Lion King
Serena Williams Berinvestasi Dalam Aplikasi Untuk Membantu Ibu Baru
Joe Taslim Gunakan Pengaruh untuk Menyebarkan Hal Baik

 


Topic

#stebyrafael, #kisahcinta

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?