True Story
Cerita Berbagi Passion Aamir Khan - Kiran Rao

17 May 2017

 

Saling Memengaruhi
Jika Aamir mengenal Kiran sebagai salah satu tim dalam proyek filmnya, lain bagi Kiran. Ia sudah mengenal sosok Aamir sejak usianya masih 14 tahun. Saat itu Aamir membintangi film berjudul Qayamat Se Qayamat Tak (1988). “Saya menyukai Aamir di film itu, ia terlihat tampan. Tapi terus terang, saya lebih menikmati filmnya. Ceritanya bagus, musiknya megah, akting para pemainnya juga keren,” ungkap Kiran.

Tak sedikit pun ia pernah membayangkan kelak akan menikahi si pria tampan di film itu. Beberapa kali terlibat dalam proyek film bersama Kiran, Aamir masih merasa belum siap untuk menjalin komitmen. “Tapi, dengan Kiran, saya merasa nyaman dan bisa membuka diri. Mungkin karena awalnya kami berteman, saya merasa lebih santai,” ungkap Aamir.

Kiran  semula tak berharap banyak. Awalnya, keduanya tidak berniat untuk menjalin hubungan yang serius, hanya sebatas kencan dalam hubungan tanpa status. Setelah berjalan beberapa bulan, Kiran jatuh cinta pada Aamir. “Aamir adalah sosok spesial yang tidak hanya membuat saya kagum, tapi juga ingin mengenalnya lebih dekat,” tutur Kiran yang memanggil Aamir dengan sebutan ‘Chhotte’.

Lantas, apa yang membuat pria, yang pada tahun 2013 pernah masuk dalam 100 tokoh paling berpengaruh versi majalah Time, ini menyadari bahwa sosok Kiran istimewa di hatinya? Kiran datang di saat dirinya sedang berada di titik terendah. Setelah suatu kali pernah berbicara cukup lama di telepon dengan Kiran, dan setelah Kiran menutup teleponnya, saat itulah Aamir menyadari hatinya terikat pada Kiran. Tak lama kemudian, Aamir pun meminta Kiran untuk tinggal bersamanya. 

“Saya mengagumi energi yang dimiliki Kiran. Kiran orang yang bersemangat dan positif, yang bisa membuat orang di sekelilingnya tertular energi positifnya,” puji Aamir kepada Kiran. Aamir juga terpikat pada wawasan Kiran yang luas tentang seni, musik, dan banyak hal lainnya. Kiran juga memiliki jiwa kreatif yang kuat. 

Karena anak-anak menjadi prioritas Aamir, terlebih dulu Aamir mendekatkan Kiran pada mereka. Lampu hijau dari Junaid dan Ira membuat Aamir berani membawa Kiran dalam kehidupan mereka.  

Kiran  mengagumi anak-anak Aamir. “Saya mencintai mereka, mereka anak-anak hebat dan menurut saya Reena telah melakukan pekerjaan hebat membesarkan mereka menjadi seperti sekarang. Mereka orang yang hangat, penuh cinta kasih, pintar, dan membumi,” ujar Kiran, yang sekarang tinggal bersama Aamir di Bandra, daerah pinggiran Mumbai.
Aamir mengakui, Kiran telah memberi banyak pengaruh padanya. “Kiran telah memberikan banyak kontribusi kepada saya, terhadap kepribadian dan pikiran saya yang sangat sibuk. Sejak Kiran hadir, saya menjadi pribadi yang jauh lebih santai,” tutur Aamir, yang menambahkan, setelah bertemu Kiran, ia menjadi sosok yang lebih bergaul, tak seperti sebelumnya.  
Namun, menurut Aamir, Kiran tidak memengaruhi pilihan filmnya. “Sering kali Kiran tidak menyukai apa yang telah saya pilih, tapi justru berubah pikiran begitu ia menonton film tersebut. Misalnya, dia tidak menyukai naskah Rang De Basanti, tapi setelah menonton, dia menyukai film tersebut," ungkap Aamir.

Sebelum bertemu dengan Aamir yang beragama Islam, Kiran yang beragama Hindu telah menjadi seorang vegetarian. Gaya hidup itu ia tularkan kepada suaminya. Kalau dulu Kiran masih mengonsumsi susu dan madu, dari hasil diskusinya dengan Aamir, keduanya sepakat untuk menghentikan sama sekali konsumsi susu dan madu dan menjadi vegetarian sejati. 
Di India, pernikahan beda agama adalah sesuatu yang dianggap lazim. Selain Aamir dan Kiran, Shah Rukh Khan yang muslim juga beristrikan Gauri yang beragama Hindu.  

Aamir telah lama dikenal kiprahnya sebagai aktivis kemanusiaan. Ia pernah didaulat sebagai duta UNICEF untuk kampanye pentingnya pemberian nutrisi pada anak. Aamir juga tak sungkan untuk memberikan statement politik yang lugas. Tercatat, tahun 2015 lalu  ia pernah mendapat kecaman publik, saat dalam sebuah wawancara di televisi India, ia mengecam tindak kekerasan dan aksi radikalisme yang marak terjadi di India. Ia berbincang dengan istrinya tentang adanya perasaan tidak aman. “Untuk pertama kalinya Kiran mencetuskan kalimat, ‘Haruskah kita pindah dari India?’” Pernyataan yang kemudian dianggap intoleran oleh sebagian besar masyarakat dan membuat akun media sosialnya diserang hater.
 
Kasus itu tak membuat surut semangat Aamir untuk terus berkiprah dan vokal. Sejak tahun lalu, bersama dengan Kiran, ia meluncurkan kampanye konservasi air lewat program Jalyukt Shivar Abhiyan yang diinisiasinya. Proyek ini menggandeng desa-desa di pelosok untuk menjaga sumber air mereka, supaya dalam waktu lima tahun mendatang desa tersebut terhindar dari kekeringan.

Dalam  tiap pasangan, pastilah ada kebiasaan yang mengganggu. Ketika ditanya mengenai  kebiasaan Aamir yang mengganggu, Kiran menjawab sambil tersenyum, “Membaca buku. Aamir menghabiskan banyak waktu untuk membaca.”  

Selain Kiran, satu hal lain yang mengubah hidup Aamir adalah kehadiran Azad Rao Khan (6), putranya dengan Kiran, yang namanya diambil dari nama filsuf India, Abul Kalam Azad, yang masih ada hubungan kerabat dengan Aamir. Azad lahir dari hasil bayi tabung lewat surrogate mother (rahim titipan), tahun 2011. “Lahirnya Azad dan kehadirannya di antara kami berdua adalah hal terbaik yang pernah kami miliki,” ujar Aamir.(f)
 
 
 


Topic

#kisahcinta, #kisahsejati

 


MORE ARTICLE
polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?