Trending Topic
WHO Pantau Ketat Mutasi COVID-19 Varian Mu, Simak Faktanya

2 Sep 2021

varian mu, varian baru covid-19
Foto: Pexels


Organisasi kesehatan dunia WHO menyatakan bahwa Mu, atau B.1.621, varian baru virus COVID-19 yang pertama kali teridentifikasi di Kolombia, telah ditetapkan sebagai Variant of Interest (VOI). Varian Mu ini ditambahkan ke dalam daftar pantauan WHO pada 30 Agustus lalu setelah terdeteksi di 39 negara dan ditemukan telah bermutasi yang kemungkinan membuat varian ini menjadi kurang rentan terhadap perlindungan kekebalan yang telah dikembangkan dari infeksi alami maupun vaksinasi.

Dilansir dari The Guardian, WHO menyebutkan bahwa varian Mu "memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan". Data awal menunjukkan varian tersebut kemungkinan dapat lolos dari pertahanan kekebalan dengan cara yang mirip dengan varian Beta yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, namun hal ini perlu dikonfirmasi oleh penelitian lebih lanjut.

Proses mutasi virus ini merupakan respons virus terhadap lingkungan melalui perubahan genom spontan, sehingga akan mempengaruhi seleksi alam terhadap keberadaan virus. Umumnya, mutasi yang terjadi bersifat netral atau malah merugikan virus. Namun ada juga mutasi yang menguntungkan virus walaupun proporsinya cukup kecil. Mutasi yang bersifat merugikan virus akan menyebabkan strain tersebut menghilang dari populasi.

Varian Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021. Sejak itu, kasus sporadis dan beberapa wabah yang lebih besar telah dicatat di seluruh dunia. Di luar Amerika Selatan, kasus telah dilaporkan di Inggris, Eropa, AS, dan Hong Kong. Sementara varian tersebut membuat kurang dari 0,1% dari infeksi COVID-19 secara global, itu mungkin mulai berkembang di Kolombia dan Ekuador di mana masing-masing menyumbang 39% dan 13% dari kasus COVID-19.

Para ilmuwan dan pejabat kesehatan masyarakat masih mencari tahu apakah varian Mu lebih menular, atau menyebabkan penyakit yang lebih serius, ketimbang varian Delta yang dominan di sebagian besar dunia. Setidaknya sampai saat ini, 32 kasus varian Mu telah terdeteksi di Inggris, di mana pola infeksi menunjukkan virus dibawa oleh turis pada beberapa kesempatan. Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Public Health England (PHE) pada bulan Juli menyatakan sebagian besar ditemukan di London dan pada orang-orang berusia 20-an. Beberapa dari mereka yang dites positif Mu telah menerima satu atau dua dosis vaksin COVID-19.

Varian Mu yang masuk ke dalam Variant of Interest (VOI) WHO ini merupakan varian SARS CoV-2 yang ditandai dengan mutasi asam amino yang menyebabkan perubahan fenotipe virus, yang diketahui atau diprediksi dapat mengubah kondisi epidemiologi, antigenisitas, dan virulensi virus. Saat ini telah terdapat empat VOI lainnya yang telah dinyatakan oleh WHO, yaitu: Eta (Pango: B.1.525; terdeteksi pertama kali di beberapa negara; Desember 2020), Iota (Pango: B.1.526; terdeteksi pertama kali di Amerika Serikat; November 2020), Kappa (Pango: B.1617.1; terdeteksi pertama kali di India; Oktober 2020), dan Lambda (Pango: C.37; terdeteksi pertama kali di Peru; Desember 2020).

Varian Mu telah ditambahkan ke daftar varian PHE yang sedang diselidiki pada bulan Juli. Varian ini akan dipantau untuk melihat bagaimana perilakunya. Sejauh ini varian Mu memang belum menimbulkan kekhawatiran sebanyak Alpha dan Delta, yang diklasifikasikan sebagai varian yang lebih serius dan menjadi perhatian, sebagian besar karena peningkatan transmisi dan juga kekhawatiran mengenai kemampuannya menghindari perlindungan kekebalan tubuh manusia. (f) 


Baca Juga: 
Vaksin Sputnik-V Dapat Izin BPOM, Efikasinya Capai 91,6 Persen
Hal Penting Seputar Vaksin COVID-19 Dosis Ketiga
Pandemi Bisa Dilawan dengan Kompak Terapkan Protokol Kesehatan



Topic

#COVID-19, #varianmu, #mutasivirus

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?