
Foto: Freepik
Beberapa pandemi di dunia terbukti dapat diselesaikan dengan penemuan vaksin. Salah satu bukti kesuksesan vaksin adalah musnahnya penyakit smallpox (variola) sejak tahun 1900-an. Dahulu 1 dari 3 penderita penyakit smallpox ini meninggal dunia. Selain itu, dunia juga mampu mengeliminasi campak dan polio, melalui vaksin termasuk Indonesia yang sekarang dalam status terbebas dari polio.
Dalam dunia kesehatan, vaksin adalah salah satu pencegahan terhadap infeksi yang efektif karena sifatnya mampu melindungi secara spesifik. Proses pembuatan vaksin merupakan proses bioteknologi yang rumit. Pada awalnya peneliti atau pembuat vaksin menentukan bibit vaksin. Kedua saat sudah mendapat kandidat vaksin yang tepat, kemudian diujikan kepada hewan untuk mengetahui keamanan dan efektivitasnya. Ketika pada hewan terbukti aman dan efektif, maka barulah diuji cobakan pada manusia yang dikenal sebagai uji klinik Fase I, II, dan III.
“Tujuan dari proses uji klinik ini adalah, memastikan keamanan vaksin yang diuji, karena kalau kita bicara soal vaksin tidak ada tawar menawar tentang keamanan, itu mutlak. Kedua baru kita bicara tentang efektivitas,” terang dr. Dirga Sakti Rambe. Pada acara Dialog Produktif bertema Vaksin : Intervensi Kesehatan Masyarakat yang Efektif dan Aman, yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Saat ini pemerintah berencana untuk menghadirkan dan memproduksi vaksin COVID-19 di Indonesia, untuk menghentikan penyebaran, menurunkan kesakitan dan kematian akibat COVID-19. Perkembangan penelitian vaksin COVID-19 ini pun sedang memasuki tahap uji klinis fase 3.
Meski begitu, pertanyaan apakah vaksin aman masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Satgas Penanganan COVID-19, melalui Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa vaksin COVID-19 akan aman digunakan manusia. Karena vaksin adalah virus yang dilemahkan dan pada prinsipnya vaksin tidak berbahaya.
Menurut Prof Wiku vaksin yang masuk ke tubuh manusia akan menstimulasi imunitas tubuh. Vaksin COVID-19 tidak saja akan melindungi diri sendiri, juga orang lain yang tidak mendapatkan vaksinasi karena alasan tertentu, termasuk alasan kesehatan.
"Pemerintah memastikan vaksin COVID-19 aman untuk digunakan manusia, karena harus melalui tahapan uji praklinis dan klinis untuk memastikan keamanan, efektifitas dan dosis yang aman untuk digunakan manusia. Risiko yang ditimbulkan vaksin sangat rendah dan manfaat jauh lebih tinggi," jelasnya menjawab pertanyaan media dalam konferensi pers virtual, Selasa (10/11/2020).
Baca Selanjutnya: Teknologi Pembuatan Vaksin di Dunia Kian Canggih & Cepat

Faunda Liswijayanti
Topic
#IngatPesanIbu, #3M, #Corona, #Covid19, #satgas, #vaksin




