Trending Topic
Seni Sebagai Penyembuh Jiwa

22 Nov 2019

Art healing/ Foto: NORA
 
“Saya berdiri disini sebagai bukti bahwa gangguan mental itu dapat disembuhkan,” ujar Yodhanata Soewandi, meditation practioner dan corporate trainer & art healing practitioner saat bicara dalam master class Indonesian Women’s Forum 2019 bekerja sama dengan The Golden Space, bertajuk Wellbeing Series: Healing Through Art. The Power of Creative Expression.

Masalah kesehatan jiwa di Indonesia kian hari meningkat, namun gangguan mental belum diketahui publik. Ini karena adanya konotasi tabu yaitu lebih baik tidak usah dibahas, karena takut dianggap kurang atau salah. Namun perlahan kondisi ini mulai berubah.  Gangguan mental bukan menjadi hal yang tabu lagi untuk dibicarakan. Masalah kesehatan mental justru mendapatkan perhatian lebih dari masayarakan saat ini. 

Mengutip perkataan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan  RI, Yodha mengatakan saat ini gangguan mental bertransformasi menjadi sesuatu hal yang bisa disembuhkan dan bukan sesuatu hal yang disangkal atau ditindas. 

Ganguan mental memiliki banyak tipe dan warna, dari depresi, dysthymia, bipolar, psychotic, schizophrenia, anxiety, eating disorder, adhd, post trauma, ocd, dan lain sebagainya. Didiagnosis mengalami beberapa gangguan mental, yaitu bipolar disorder, schizophrenia, dan personality disorder, pada 22 agustus 2017, Yodha dinyatakan sembuh dari semua gangguan yang dideritanya.

Berawal dari mencari solusi untuk kesembuhannya, Yodha menemukan seni meditasi. Ini membuatnya jauh lebih stabil. Ia juga menjalani seni meditasi untuk lebih mendalami tata masalah dan menyembuhkan trauma yang dialami. 

Forgive and forget adalah kunci dari menjalani hidup menjadi lebih baik. Mencoba memaafkan dan melihat trauma itu dari segi positif, dapat saya capai lewat seni meditasi,” ujar Yodha, berbagi tip.

Yodha juga mengajak para peserta untuk ikut serta mencoba seni meditasi ini lewat langkah mudah yang pimpinnya. Awalnya peserta diminta untuk menggambar otak dan hati diatas secarik kertas, kemudian peserta diminta untuk duduk senyaman mungkin tanpa menyilangkan kaki mereka dan memejamkan mata.

Kemudian ia berusaha memberi sugesti positif dengan meminta peserta untuk mengenal lebih dalam hati dan pikiran yang dirasakan saat ini.  Kata-kata positif dan negatif yang dirasakan lalu ditulis di atas kertas yang telah digambar otak dan hati. Lalu secara perlahan mencoret kata-kata negatif dan menggantinya dengan kalimat yang positif.
 


Topic

#IndonesianWomensForum2019, #indonesianwomensforum, #IWF19, #iwf, #iwf2019, #thegoldenspace

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?