Trending Topic
Satgas COVID-19: Pulang Mudik Pelaku Perjalanan Wajib Karantina Mandiri 5 x 24 Jam

19 May 2021


Foto: Pixabay


Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito berharap momentum Idul Fitri 1442 H dan adanya libur panjang Lebaran tidak menimbulkan lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Selasa (18/5/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, karena berkaca pada pengalaman libur panjang sebelumnya dimana setiap adanya momentum libur panjang, terjadi angka kenaikan kasus COVID-19. 

Prof. Wiku mengingatkan semua pihak, terutama pemerintah daerah untuk tidak terlena meskipun perkembangan minggu lalu pada kasus positif dan kematian menunjukkan penurunanan. Data perkembangan kasus COVID-19 saat ini tentu belum menunjukkan dampak dari adanya libur dan kegiatan mudik Lebaran. Karena dampak yang ditimbulkan baru terlihat pada 2 - 3  minggu setelahnya.

Karenanya, sebagai langkah pencegahan, bagi masyarakat yang baru saja kembali dari bepergian Satgas COVID-19 mengingatkan agar melakukan karantina mandiri selama 5 x 24 jam setelah pulang ke domisili tempat tinggalnya sebagai bentuk tanggungjawab terhadap orang-orang di sekitarnya.

"Karantina ini merupakan hal yang penting dan harus dilakukan sehingga dapat mencegah terjadinya penularan COVID-19 kepada orang-orang terdekat," kata Prof. Wiku. 

Agar karantina mandiri ini berjalan efektif, Prof. Wiku meminta Satgas COVID-19 di daerah agar mengoptimalisasi peran posko COVID-19 di wilayah-wilayah tempat tinggal serta perkantoran untuk mendata, melaporkan dan memastikan seluruh pelaku perjalanan dalam wilayahnya melakukan karantina mandiri.

"Terutama bagi kantor-kantor yang pegawainya melakukan perjalanan antar batas daerah selama Lebaran dan libur Idul Fitri. Agar mewajibkan pegawainya melakukan karantina mandiri sebelum kembali ke kantor," tambah Prof. Wiku. 

Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik selama libur Lebaran, Prof.Wiku meminta kesadarannya untuk mematuhi aturan karantina mandiri 5x24 jam sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus berkontribusi penting mendukung upaya penanganan COVID-19 yang telah berjalan selama ini. 

Data saat ini menunjukkan perkembangan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia perlahan berangsur membaik. Perkembangan baik ini dapat dilihat dari jumlah kasus aktif yang terus menurun setiap harinya hingga mencapai dibawah 90 ribu kasus atau per 17 Mei 2021 di angka. 89.129 kasus dengan persentase 5,1%. Dibandingkan kasus aktif dunia di angka 10,9%.

Sementara pasien sembuh terus bertambah setiap harinya hingga mencapai 1.606.611 orang atau persentasenya 92,1% dibandingkan dunia di angka 87,1%. Untuk kematian, sebanyak 48.305 kasus atau 2,76% dibandingkan dunia 2,1%. 

Pada perkembangan mingguan berdasarkan data per 16 Mei 2021, pada kasus positif terjadi penurunan kasus 28,4%. Terdapat 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi mingguan yakni Jawa Tengah naik 148 (2.591 vs 2.739), Kepulauan Riau naik 57 (932 vs 989), Sumatera Utara naik 38 (536 vs 574), Sulawesi Utara naik 18 (24 vs 42) dan Sulawesi Utara naik 5 (7 vs 12). 

Angka kematian, minggu ini juga mengalami penurunan sebesar 11,1%. Ada 5 provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi yakni Sulawesi Utara naik 24 (3 vs 27), Kalimantan Tengah naik 19 (3 vs 22), Jawa Tengah naik 19 (237 vs 256), Kepulauan Riau naik 13 (14 vs 27) dan Lampung naik 12 (20 vs 32).

Sementara pada angka kesembuhan mingguan, menurun 12,5%. Namun terdapat 5 provinsi dengan kenaikan kesembuhan tertinggi yaitu Riau naik 1.068 (2.765 vs 3.833), Sulawesi Utara naik 632 (323 vs 955), Jawa Tengah naik 355 (3.888 vs 4.243), Kalimantan Barat naik 308 (553 vs 861) dan Lampung naik 401 (34 vs 435). (f) 


Baca Juga: 
Program Vaksinasi Gotong Royong Resmi Dimulai, 19 Perusahaan di Jabodetabek Jadi Yang Pertama
3 Varian Baru Virus Corona Masuk Indonesia, Satgas Minta Masyarakat Patuhi Prokes
Jelang Libur Lebaran, Waspada Bahaya Varian Baru COVID-19




 

Faunda Liswijayanti


Topic

#corona, #covid19, #mudik, #lebaran

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?