Trending Topic
Sambut Hari Nasional UMKM, Berbagai Inisiasi Digagas untuk Kemajuan Wirausaha

12 Aug 2022

hari nasional UMKM
Foto: Shutterstock


Tepat tanggal 12 Agustus, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Nasional UMKM. Sejarah lahirnya Hari Nasonal UMKM ini tidak lepas dari Piagam Yogyakarta yang merupakan hasil dari Kongres Nasional UMKM dan Temu Nasional Pendamping ke-2 (TNP2) yang diselenggarakan pada Mei 2016. Salah satu isi dari Piagam Yogyakarta tersebut adalah Deklarasi Hari UMKM.

Sedangkan dipilihnya tanggal 12 Agustus sebagai Hari Nasional UMKM mengacu pada tanggal lahir Bapak Bangsa Mohammad Hatta, Wakil Presiden R Pertama sekaligus pejuang, negarawan dan ekonom yang meletakkan dasar ekonomi kerakyatan. 

Tahun ini, puncak perayaan Peringatan Hari Nasional UMKM berlangsung di Cihampelas Walk Kota Bandung, Jawa Barat (12/8). Dalam kesempatan ini Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, seperti dikutip dari lama Instagram @kemenkopukm menyebut transformasi digital menjadi kunci bagi UMKM untuk pulih dan membuat semakin kuat bertahan menghadapi ancaman resesi. 

Selama dua tahun pandemi telah menjadi bukti Bahwa UMKM yang mampu bertansformasi secara digital dapat bertahan bahkan didorong untuk semakin maju. Pada Juni 2022, KemenKopUKM mencatat sudah ada sebanyak 19,5 juta pelaku UMKM atau sebesar 30,4% dari total UMKM telah hadir pada platform e-commerce. Kemenkop sendiri memiliki target untuk mendigitalkan 30 juta UKM di Indonesia hingga tahun 2024.

Langkah untuk mendorong UMKM masuk dalam ekosistem digital terus berlanjut, dan melibatkan tidak hanya pemerintah tapi semua stakeholder. Berbagai inisiasi digagas untuk membantu UMKM Nasional makin cerdas digital. 

Pekan ini, Google bersama Kemenkop UKM meluncurkan program untuk melatih usaha kecil di sepuluh provinsi di Indonesia. Program yang diperkirakan akan berjalan hingga akhir tahun 2022 ini akan memberikan pelatihan offline dengan berbagai modul pelatihan yang disusun berdasarkan program Grow with Google (GWG).

Selama enam bulan ke depan, UKM yang bernaung di bawah Kemenkop dapat mendaftar dan mengikuti pelatihan strategi konten dan digital marketing, cara menyiapkan eCommerce, cara agar tetap aman saat online, dan cara agar bisnis terdaftar dan muncul di Google Search dan Google Maps.

"Melalui inisiatif kolaborasi bersama Google, kami berupaya untuk memberikan pendampingan kepada pelaku koperasi, UMKM, dan wirausaha melalui program #BerubahDigital di 10 provinsi di Indonesia agar menemukan lebih banyak pelanggan di dalam negeri dan bahkan hingga ke Asia Tenggara. Kemenkop UKM berkomitmen untuk membantu lebih banyak UMKM go digital dengan memperkuat perwujudan wirausaha yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Kami berharap melalui kegiatan seperti Grow with Google, dapat mempercepat pemulihan ekonomi kita dan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan," ucap Siti Azizah, Deputi Bidang Kewirausahaan, Kementerian Koperasi dan UKM.

Selain Google, Tokopedia sebagai bagian dari Grup GoTo juga berkolaborasi membantu UMKM lokal menciptakan peluang melalui pemanfaatan teknologi. Bersama KemenKopUKM RI, Tokopedia telah bekerja sama dengan Garda Transformasi Formal Usaha Mikro (Transfumi) dalam memberikan sosialisasi dan fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM di Tokopedia, Digitalisasi Warung dan Kelas Akselerasi Digital.

Di sisi lain, Tokopedia melalui inisiatif Hyperlocal, mengusung teknologi geo-tagging untuk mendekatkan penjual dengan pembeli setempat agar UMKM di seluruh penjuru Indonesia punya kesempatan yang sama untuk bertumbuh. Salah satu manifestasinya, yaitu halaman kurasi produk UMKM setempat ‘Kumpulan Toko Pilihan’ (KTP) berdasarkan lokasi pengguna.

Teten Masduki pun mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan dengan berbagai pihak untuk membantu UMKN go digital. “Peningkatan jumlah UMKM bertransformasi digital akan menjadi fondasi bagi Indonesia untuk dapat mengoptimalkan potensi ekonomi digital, di mana pada tahun 2030 akan mencapai Rp4.531 triliun,” ungkap Teten. 
 

Dampak Langsung Bagi UMKM 

Baik Google maupun Tokopedia percaya bahwa inisiasi program yang mereka lakukan beberapa tahun terakhir telah membawa dampak yang besar bagi UMKM Nasional. Google misalnya, melalui survei bersama Kantar terhadap pemilik usaha yang mengikuti pelatihan Grow with Google pada tahun 2021, menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Satu dari tiga UKM mulai berjualan online setelah mengikuti kursu. Satu dari dua UKM berhasil meningkatkan engagement pelanggan setelah menerapkan hasil pembelajaran dari pelatihan Gapura Digital & Women Will. Satu dari dua UKM yang dimiliki perempuan telah membuat atau memperbarui profil bisnis online mereka (jumlah ini jauh lebih banyak daripada laki-laki) dan aktif membuat konten online untuk mempromosikan bisnis mereka di internet.

Salah satu peserta Digital Entrepreneurship Academy (DEA) dari Kemenkominfo dan Google, Cholifatus Eka Rahayu, Pemilik Teman Belajar Kaifa di Blitar, Jawa Timur belajar memasarkan Kaifa secara online, terlebih dengan memanfaatkan produk Google Bisnisku. 

“Wali siswa di lingkungan saya cenderung mencari bimbingan belajar terbaik yang terdekat di rumah mereka dengan cara browsing atau melalui Google Maps. Setelah menerapkan usaha tersebut, pada semester baru ini adik-adik yang belajar bersama Kaifa meningkat jumlahnya lebih dari 50%,” ungkap Cholifatus.

VP of Marketplace Tokopedia, Yudhiaji Kusuma juga menyebutkan dampak positif dari deretan inisiatif yang dikembangkan Tokopedia. Salah satunya terlihat dari kenaikan jumlah penjualan. “Selama semester I 2022 dibandingkan dengan periode yang sama di 2021, Mempawah, Lampung Barat dan Lombok Utara adalah beberapa daerah dengan kenaikan jumlah penjual tertinggi,” kata Yudhiaji.

Umumnya para UMKM yang tergabung di Tokopedia ini memanfaatkan berbagai fitur yang ditawarkan Tokopedia. Pemilik UMKM dari Semarang Heritage Brass, Mita Nurul Fajar Indah, mengaku bisa meneruskan usaha keluarga yang sudah berdiri puluhan tahun. “Tokopedia berkontribusi signifikan terhadap penjualan Heritage Brass. Omzet kami meningkat dua kali lipat dibanding sebelum bergabung di Tokopedia,” kata Mita. Dengan menggandeng perajin dari Juwana, Jawa Tengah, Mita membuat seluruh aksesoris dekorasi rumah dari material kuningan daur ulang. (f) 


Baca Juga: 
Strategi Tepat Memaksimalkan Toko Online
Mencari Partner Bisnis yang Tepat, Ini 4 Hal yang Perlu Dicatat
Strategi Temukan Brand DNA Produk UMKM


Faunda Liswijayanti


Topic

#umkm, #wanitawirausaha, #wanwirfemina, #bisnis

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?