Trending Topic
Pulau Dongeng Indonesia di Bologna Children’s Book Fair 2016

4 Apr 2016



Foto: Stand Indonesia di Bologna Book Fair 2016, © Komite Buku Nasional.
 
Gaung Hari Buku Anak Internasional yang diperingati setiap 2 April masih berlanjut hingga hari ini. Semangat untuk terus menanamkan budi pekerti lewat cerita anak bermutu dapat ditemukan di Bologna Book Fair 2016 yang akan dibuka beberapa jam lagi di Bologna, Italia.

Pameran buku anak terbesar di dunia itu akan berlangsung selama 4-7 April 2016. Penerbit dari Indonesia, seperti Gramedia, Mizan, Erlangga, Zikrul Bestari, dan Litara ikut menampilkan karya buku anak unggulan. Umumnya, buku cerita rakyat dan cerita anak Muslim paling diminati oleh penerbit asing.  

Buku-buku cerita rakyat, baik yang klasik, seperti Cindelaras dari Jawa Timur, Lutung Kasarung dari Jawa Barat, Putri Kemang dari Bengkulu, Hua Lo Puu dari Maluku Utara sampai yang dibuat dengan mengadaptasi cerita Pandawa dengan alur Alice in the Wonderland seperti Dru: The Tales of Five Kingdoms (Clara Ng) akan ditampilkan menjadi tema utama di Bologna tahun ini.
 
Menjelang Bologna Book Fair 2016 ini, beberapa judul buku anak telah terjual ke penerbit asing, di antaranya dari penerbit Mizan Pustaka. “Ada 25 judul dari serial Hello Kids, 44 judul dari serial Islamic Princess dan 6 judul dari serial 101 Info About Islam,” papar Yuliani Liputo dari Mizan Pustaka.
 
Tim Komite Buku Nasional yang sedang bersiap-siap untuk pembukaan Bologna Book Fair 2016 beberapa jam lagi merasa optimistis akan sambutan komunitas penerbit dunia untuk buku anak Indonesia. “Setelah menjadi genre terpopuler dalam keikutsertaan Indonesia di Frankfurt Book Fair 2015 lalu, buku anak dari Indonesia makin banyak dilirik oleh penerbit asing,” kata Laura Prinsloo, Ketua Komite Buku Nasional.
 
Tahun ini, stand Indonesia berada di Hall 29, stand A29 dengan desain bertema Return to Island of Tales karya arsitek Andro Kaliandi. Island of Tales merupakan area khusus buku anak di paviliun Indonesia saat menjadi Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair 2015 lalu yang menampilkan keragaman cerita rakyat dalam bentuk buku anak. Andro juga turut berkolaborasi dalam tim desain untuk stand dan paviliun Indonesia di Frankfurt Book Fair 2015. Di stand Indonesia kali ini, ia menambahkan ilustrasi karya Renata Owen dari buku Dru and The Tales of Five Kingdoms.


Foto: Ilustrasi Renata Owen di Stand Indonesia, Bologna Book Fair 2016, © Komite Buku Nasional.
 
Selain menghadirkan karya buku anak, stand Indonesia juga akan mempertemukan para penerbit dan agen literasi asing untuk berjumpa langsung dengan para ilustrator dari Indonesia. Ilustrator Renata Owen, Iwan Yuswandi dan Evelyn Gozali dan berbagi dalam demo ilustrasi cerita rakyat Indonesia, seperti Timun Mas dan Sangkuriang. Peran ilustrator dalam buku anak sangat penting dalam menerjemahkan imajinasi penulis lewat visual. Setiap tahunnya, Bologna Book Fair juga mengadakan Bologna Illustrator Exhibition. Di tahun ke-50 penyelenggaraannya ini, hadir 35 karya ilustrasi buku anak terpilih dari 3191 karya yang masuk.
 
Di Indonesia, buku anak memiliki market share terbesar. Event perbukuan seperti Bologna Book Fair diharapkan juga dapat memperluas pasar karya anak bangsa ke dunia internasional. (f)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?