Trending Topic
Pernikahan Alvin dan 5 Hal yang Patut Dikhawatirkan dari Pernikahan Dini

10 Aug 2016


Foto: Instagram/ @alvin_411

Pernikahan putra ustadz Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz dengan Larissa Chou, pada Sabtu (6/8/2016) lalu, menjadi perbincangan. Sebab, Alvin (panggilannya) menikah di usianya yang baru menginjak 17 tahun, sedangkan Larissa berusia 2 tahun lebih tua, yakni 19 tahun. Usia Alvin bahkan di bawah batas minimal usia pernikahan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Batas minimal usia pernikahan adalah 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk pria.  

Sebagai putra dari seorang public figure, dan Alvin sendiri cukup aktif dengan media sosialnya, membuat keputusan Alvin ini secara tidak langsung menjadi ‘kampanye’ gaya hidup menikah muda. Dalam sebuah wawancara di televisi, Alvin mengatakan, alasannya menikah adalah untuk menghindari zina. “Remaja pacaran itu fitrah. Padahal, bersentuhan saja haram. Fitrahnya menggebu, nafsunya menggebu sehingga banyak yang melanggar aturan agama,” tutur Alvin.

“Saya tidak 100% mendukung pernikahan di usia muda ya, catat baik-baik. Saya tidak bisa menyalahkan beberapa kritikan atau komentar pedas tentang #NikahMuda karena memang ada sebagian yang benar, dan sekali lagi, saya tidak ada niat untuk memprovokator sana sini untuk mencontoh saya. Saya lebih menunjukan bahwa #NikahMuda itu enggak mutlak tidak bisa, bisa kok dilakukan, tapi harus disertakan beberapa persiapan seperti persiapan ekonomi, mental, kematangan, dan hal lainnya,” tulisnya di status Instagramnya @Alvin_411.

Pernikahan Alvin dan Larissa adalah urusan pribadi keduanya. Akan tetapi, hal yang disayangkan, ketika keduanya menjadi figure public atau influencer yang mempunyai pengaruh besar bagi lingkungannya, hal ini tentu amat disayangkan, di tengah gencarnya kampanye untuk meminimalkan pernikahan dini.
Pernikahan dini adalah fenomena global yang dianggap sebagai masalah sosial besar yang harus diatasi. Di seluruh dunia, ada lebih dari 700 juta wanita menikah sebelum mereka berulang tahun yang ke-18. Kenapa pernikahan dini sebaiknya  harus diperangi?

Baca: Fenomena Nikah Muda, Ini Usia Ideal Menikah Menurut Psikolog 

Menurut organisasi yang fokus pada kampanye untuk mengakhiri pernikahan dini, Girls Not Brides, efek negatif pernikahan dini adalah sebagai berikut:
 
1/ Pernikahan dini biasanya bukan hasil keputusan yang matang. Mempelai masih sangat tergantung pada keluarga, orang tua, ataupun pasangannya, baik itu secara ekonomi, maupun secara psikologis.

2/ Pernikahan dini sangat merugikan kesehatan reproduksi wanita mengingat organ intim wanita usia di bawah 18 tahun belum siap untuk menerima perilaku seksual.

3/ Pernikahan dini memberi peluang bagi anak perempuan belasan tahun untuk menjadi hamil dengan risiko tinggi (high risk pregnancy). Keluhan kesehatan seperti komplikasi-komplikasi pada ibu dan anak seperti anemia, abortus, kematian prenatal, pendarahan dan tindakan operasi obstetri bila dibandingkan dengan kehamilan di usia di atas 20 tahun. Mereka yang melahirkan di bawah usia 15 tahun memiliki risiko meninggal dunia saat melahirkan 5 kali lebih besar.  

4/ Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan ekonomi menjadi lebih terhambat. Terutama bagi mereka yang berasal dari kalangan tidak mampu atau warga yang tinggal di pedesaan. Umumnya, mempelai yang menikah dini tidak menyelesaikan sekolahnya. Kesempatannya untuk lebih berkembang dan lebih terdidik pun  menjadi berkurang.  

5/ Pernikahan dini membuat wanita dalam posisi yang lebih rentan untuk mendapatkan perilaku kekerasan dalam rumah tangga, baik itu secara fisik, maupun verbal. (f)

Baca juga: Pro dan Kontra Pernikahan Remaja, Apa Hak Anak? 



Ficky Yusrini


Topic

#Nikahmuda

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?