Trending Topic
Pentingnya Market Intelligence Sebelum Lakukan Ekspor

4 Sep 2020


Dok. Pexels



Walau COVID-19 sempat mengombang-ambing perekonomian dunia, namun perlahan tapi pasti kondisi kian membaik. Hal ini terlihat dari data terbaru Kementerian Perdagangan yang menunjukkan bahwa aktivitas ekspor pada periode Juli naik hingga 14 persen dibandingkan pada bulan Juni 2020. 

“Ini menunjukkan bahwa ternyata para pahlawan devisa kita ini di tengah kondisi pandemi pun sudah berjuang cukup hebat untuk bisa memajukan ekonomi Indonesia,” jelas Ari Satria, Kepala Biro Humas Kementerian RI bangga.

Ditambahkan oleh Ari, bahwa salah satu hal yang bisa membuat para pelaku ekspor bisa bertahan di tengah berbagai kondisi adalah dengan melakukan market intelligence kemanapun mereka menyasar bisnisnya. Market intelligence yang tepat bisa membuat para pelaku bisnis lebih peka dengan situasi dan tahu apa yang harus dilakukan ketika masa krisis datang.

Untuk mengetahui pentingnya market intelligence sebelum ekspansi ke pasar internasional, Facebook #SheMeansBusiness dan Wanita Wirausaha Femina menggelar talkshow virtual dengan judul Potensi Produk Lokal di Pasar Internasional yang disiarkan secara Live di Facebook Page Wanita Wirausaha Femina dan Femina Media pada Selasa, 18 Agustus 2020 lalu. 

Talkshow kolaborasi ini menghadirkan Ari Satria, S.E, MA (Kepala Biro Humas Kementerian Perdagangan RI), Ria Templer (Director & C0-founder Utama Spice) dan Tissa Aunilla (Co-founder Pipiltin Cocoa). 

Ditekankan oleh Ari bahwa dalam melakukan market intelligence ini, perlu mengetahui beberapa hal penting, yaitu :

1. Kenali target marketnya
Pelaku UKM yang ingin mengekspansi bisnis ke pasar internasional harus tahu secara detail siapa target market-nya, mulai dari usia, gender, gaya hidup, kemampuan ekonomi, hingga tren yang diminati. Dengan mengetahui target market, maka akan lebih memudahkan mencari pasar yang tepat untuk dituju.

2. Tahu kekuatan kompetitor
Mengenali kekuatan kompetitor juga jadi salah satu hal yang krusial dilakukan. Pasalnya dengan mengenal produk yang ditawarkan oleh mereka, akan membuat kita tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat kita berbeda dari kompetitor-kompetitor yang lain.

3. Pahami regulasi impor di negara tujuan
Tiap negara memiliki regulasi impor yang berbeda-beda. Penting bagi pelaku usaha yang ingin ekspor untuk memahami apa yang dibutuhkan untuk bisa menembus pasar internasional. 

“Kita perlu tahu import regulation di negara masing-masing seperti apa. Mulai dari standarisasi dan sertifikasinya seperti apa yang harus dipenuhi,” jelasnya. Karena tanpa memenuhi standarisasi atau tak memiliki sertifikasi, maka akan sulit produk kita untuk bisa masuk ke negara tersebut.

4. Periksa latar belakang distributor di negara tujuan
Ari juga menambahkan bahwa memang baiknya kita sebagai pelaku ekspor untuk mengenal latar belakang distributor di negara tersebut. Apakah mereka bisa dipercaya dan apakah mereka mampu mempromosikan produk kita. 

Mungkin banyak dari para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang berpikir bahwa untuk bisa melakukan market intelligence akan membutuhkan biaya yang besar. Sementara, biasanya para UKM memiliki budget yang terbatas. Kendati demikian, Ari mengingatkan bahwa ini tidak perlu menjadi hal yang perlu dikhawatirkan.

“Kemendag kembali menawarkan teman-teman kita di atase perdagangan maupun Indonesian Trade Center yang ada di seluruh dunia ini, untuk membantu melakukan market intelligence standar untuk teman-teman UKM,” papar Ari yang mengatakan bahwa tim Kemendag siap memberikan bantuan. 

Walau COVID-19 sedikit banyak berdampak pada perekonomian dunia yang berjalan lambat, namun Ari optimis bahwa ini bukan jalan buntu bagi para pelaku usaha untuk mengekspansi bisnis mereka ke tahap yang lebih lanjut, yaitu ekspor.

“Pandemi COVID-19 tidak jadi penghalang untuk menembus pasar internasional. Masih banyak peluang bagi produk dan pelaku usaha lokal asalkan memiliki strategi dan pengamatan pasar yang tepat,” jelasnya lagi yang menunjukkan bahwa market intelligence yang tepat bisa membuat bisnis kian kuat.

Untuk diketahui, Potensi Produk Lokal di Pasar Internasional adalah virtual talkshow kolaborasi kelima antara #SheMeansBusiness Facebook dan Wanita Wirausaha Femina. Sebelumnya, virtual talkshow mengangkat tema Buy Local yang membahas tentang peluang UKM lokal bersaing dengan produk internasional di tengah pandemi. (*Semua tayangan live talkshow bisa diakses di galeri video Facebook Pages Wanita Wirausaha Femina).

Sejak tahun 2019, Wanita Wirausaha Femina telah bekerjasama dengan #SheMeansBusiness Facebook menggelar workshop untuk UMKM wanita di kota-kota di Indonesia. Tahun ini, mengikuti kondisi masyarakat, workshop offline tersebut berpindah platform, dilaksanakan di ruang digital lewat Facebook Live di Facebook Page Wanita Wirausaha Femina. 

Diharapkan melalui berbagai talkshow virtual yang diadakan dengan menghadirkan sejumlah pembicara inspiratif ini, dapat memberikan pengetahuan, jaringan, keterampilan serta teknologi yang dibutuhkan para wanita wirausaha untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka. 

Dan Anda pun bisa mendapatkan keistimewaan untuk bergabung di Facebook Group Wanwir Mahir Digital, dimana menjadi wadah bagi wanita wirausaha untuk berjejaring dan mendapatkan ilmu-ilmu digital marketing baru guna mengembangkan bisnis lebih besar lagi. Ayo segera gabung di FB Group Wanwir Mahir Digital, caranya:

1. Klik link https://www.facebook.com/groups/wanwirmahirdigital/ 
2. Klik permintaan JOIN GROUP
3. Lalu ISI DATA USAHA yang diminta (wajib diisi)
4. Klik Setuju (Agree) rules admin
5. Tunggu approval dari Admin Femina


BACA JUGA :
Pandemi COVID-19 Membuka Peluang untuk UKM Bersaing dengan Produk Internasional
Jeli Melihat Peluang Ekspor untuk Wirausaha Pasca COVID-19
Ini Karakteristik yang Dibutuhkan Para Pebisnis dalam Menghadapi Masa Sulit



 


Topic

#ekspor, #wanwir, #mahirdigital, #shemeansbusiness, #facebookxfemina2020

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?