Trending Topic
Rp29 Trilliun Dana Desa Digunakan untuk Program Sosial Ramah Anak dan Responsif Gender

23 Apr 2021

 


Narasumber webinar “Program Perlindungan Sosial Inklusif: Menuju Program Perlindungan Sosial Berbasis Dana Desa yang Ramah Anak dan Responsif Gender” yang berlangsung pada Kamis (22/4/2021) Foto: Dok. UN


Dampak Pandemi Pada Perempuan & Anak 

Dalam merespon COVID-19, UN Women berupaya agar program perlindungan sosial juga mempertimbangkan aspek kerja pengasuhan dan pekerjaan rumah tangga yang tidak berbayar, mengingat dampak pandemi yang tidak proporsional terhadap perempuan dan laki-laki. 

Untuk itu, UN Women dan Yayasan Care Peduli telah merintis intervensi berbasis uang tunai untuk mendukung perempuan yang kehilangan pekerjaan melalui program pengembangan kewirausahaan yang dikombinasikan dengan intervensi berbasis masyarakat untuk mendorong pembagian pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan yang adil. 

“Program ini memberikan pembelajaran tentang penyusunan dan pelaksanaan skema padat karya tunai (cash-for-work) berkelanjutan yang dapat berfokus pada peningkatan pendapatan serta pemberdayaan perempuan. Keduanya bisa menjadi tujuan utama dalam respon perlindungan sosial terhadap COVID-19,” kata Dwi Yuliawati Faiz, Kepala Program UN Women Indonesia.

Pandemi COVID-19 dipastikan akan menambah tingkat kemiskinan. Secara global, angka kemiskinan ekstrim akan bertambah 80–395 juta jiwa akibat pandemi (Sumner, Ortiz-Juarez dan Hoy, 2020). Dalam skenario terburuk, angka kemiskinan Indonesia dapat naik hingga 16,7 persen di akhir tahun 2020, dari sekitar 9,2 persen di September 2019 (Suryahadi, Izzati dan Suryadarma, 2020). 

Selain kemiskinan, ketimpangan juga akan semakin melebar. Penurunan mobilitas sosial sebesar 10 persen akan berasosiasi dengan kenaikan ketimpangan sebesar 1,9 poin persentase antara September 2019 dan Maret 2020 (Yusuf, Shidiq dan Siyaranamual, 2020). 

Bagi anak-anak, dampak COVID-19 tidaklah secara langsung. Namun anak menjadi tumpuan akumulasi seluruh dampak karena adanya penurunanan pendapatan, penutupan sekolah, dan peningkatan beban ganda bagi perempuan di rumah. 

Pandemi juga menempatkan perempuan pada posisi yang sangat rentan. Dalam dunia kerja misalnya, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan hanya 53.13% (sedangkan laki-laki 82.41%), sedangkan tingkat penganguran perempuan 6.46% (sedangkan laki-laki 7.46%). Data juga menunjukkan Bahwa 57,35% pekerja informal adalah perempuan. 

Akibat pandemi, perempuan lah yang menanggung beban ganda dari unpaid care work yang meningkat selama pandemik. Akibatnya, perempuan lebih rentan stres karena penambahan beban pekerjaan domestik. Berdasarkan data LBH APIK, 2020, perempuan juga rentan mengalami KDRT yang jumlah kasusnya meningkat selama pandemik. Tercatat sudah ada 110 kasus KDRT yang dilaporkan, meningkat dibanding tahun 2019. 

Di lain sisi, pekerja sektor kesehatan—yang merupakan garda terdepan penanggulangan COVID-19, didominasi oleh perempuan. Perempuan adalah mayoritas pekerja (74%) di sektor kesehatan (PROSPERA, 2020). (f) 


Baca Juga: 
Peraturan Baru Satgas Larang Mudik Mulai 22 April 2021
Peran Kartini Masa Kini Pengaruhi Ekonomi Dunia di Tengah Pandemi
Doni Monardo Ingatkan Masyarakat untuk Patuhi Larangan Mudik


Faunda Liswijayanti


Topic

#covid19, #gender, #anak

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?