Trending Topic
Moch Ichwan Persada: Kita Tidak Bisa Melawan Nostalgia

23 Jun 2016


Foto: Dok. Pribadi

Di suatu sore, femina berbincang seru dengan produser film, Moch Ichwan Persada. Pria yang pernah menggarap film Batas, La Tahzan, Cinta/Mati, Hijabers in Love dan Miracle Jatuh dari Surga ini menceritakan banyak hal tentang dunia film yang dicintainya. Termasuk, keinginannya untuk membuat film yang bisa membawanya kembali ke tahun 90-an yang sangat berkesan baginya.
 
Mata pria kelahiran Makassar ini langsung berbinar begitu membahas tentang tahun 90-an. Baginya banyak sekali yang menarik dari tahun 90-an. Mulai dari sinetron, musik sampai berbagai hal yang dialaminya ketika sekolah membuat Ichwan terlihat sumringah hanya dengan mengenang dan membicarakannya.
 
“Saya masuk SMA tahun 1993. Saat SMA, saya mengalami masa banyaknya festival musik. Saya sempat bela-belain nonton sebuah festival musik sampai tengah malam dan keesokan paginya saat sekolah saya mengantuk. Pernah juga mengalami masa-masa menyewa video betacam dan menonton filmnya bareng-bareng di rumah teman. Jadi berasa bounding-nya lebih kuat,” ceritanya sambil tersenyum.
 
Tidak heran bila pria yang memiliki dua orang anak ini ingin mengulang kembali masa-masa yang menurutnya menyenangkan tersebut melalui film. “Ada tiga proyek terbaru saya. Dua adalah buku dan satu film,” katanya. Buku pertama akan memuat tentang produksi film. Buku ditujukan untuk sineas-sineas yang baru terjun ke dunia film. Sedangkan buku satu lagi bercerita tentang nostalgia tahun 90-an yang akan diberi judul Reuni. “Dari novel Reuni ini akan dibuatkan filmnya,” ucap pria yang untuk novel ini bekerjasama dengan dua orang penulis wanita.  
 
“Ide dasar dari Reuni adalah lima orang pria yang ketika SMA menyukai seorang wanita yang sama. Mereka kemudian terpisah dan memiliki kehidupan masing-masing. Sampai suatu hari ada satu di antara mereka mengundang yang lainnya mengabarkan dia akan menikah. Di sanalah ceritanya dimulai,” jelas Ichwan.
 
Pria kelahiran tahun 1978 ini mengaku bahwa ide cerita ini terinspirasi dari kisah nyatanya ketika SMA. “Saya dan teman-teman saya naksir wanita yang sama. Tapi untuk film ini cerita dan karakternya kan, dikembangkan lagi,” urainya.
 
Selain memang memiliki keeratan dengan tahun 90-an, mungkinkah film ini terinspirasi dari kesuksesan Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC2)? “Sebenarnya ide cerita reuni ini sudah lama saya punya. Sudah dari 3 – 4 tahun lalu. Hanya saja saya belum menemukan formula yang tepat. Lalu 2 – 3 tahun belakangan saya perhatikan orang sangat suka reuni. Ramadan saja dijadikan ajang reunian. Ditambah lagi dua tahun belakangan ini, tren tahun 90-an kembali muncul. Namun begitu melihat kesuksesan AADC2 saya tambah yakin bahwa kita tidak bisa melawan nostalgia,” jawab pria yang juga memproduseri film dokumenter Cerita dari Tapal Batas ini.
 
Lalu kapan rencananya Reuni bisa kita nikmati? “Novelnya paling cepat akan tayang di Oktober ini. Filmnya mungkin tahun depan,” kata Ichwan yang mengaku belum menentukan siapa para pemain film yang akan terlibat di film ini. (f)
 


Topic

#sineasindonesia

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?