Trending Topic
Menjadi Bangsa yang Lebih Berdaya Lewat Program Sosial

9 Nov 2016


Foto: Dok. Bank Indonesia

Setelah berjalan sepuluh tahun, program corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia yang disebut Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) perlu lebih dikenal oleh masyarakat. Harapan itu diungkapkan oleh Tirta Segara, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, pada acara Temu Wartawan Humaniora di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, pada akhir Oktober.
 
Mengusung tema Dedikasi untuk Negeri, PSBI berfokus pada penguatan ekonomi rumah tangga sehingga masyarakat bisa tumbuh dan berkembang secara mandiri serta berkelanjutan guna mendukung pencapaian inflasi yang rendah dan terkendali. Untuk mewujudkannya, PSBI berfokus pada empat pilar pembangunan, yakni Ketahanan Pangan, Komoditas Unggulan, Indonesia Cerdas, dan Kepedulian. Keempat pilar itu mewujud dalam berbagai aktivitas yang didukung penuh oleh 45 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia.
 
“Untuk menjaga stabilitas harga pangan dan menciptakan swasembada pangan, PSBI menciptakan cluster-cluster pangan. Mulai dari yang skala besar hingga ke level rumah tangga. Kami mendukung urban farming  agar ibu-ibu di kota juga bisa memproduksi bahan pangan,” papar Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Sosial BI.
 
Salah satu program yang sudah berjalan di bawah pilar Ketahanan Pangan adalah teknologi Hazton, metode tanam padi 20-30 bibit per lubang tanam menggunakan benih tua untuk masa panen lebih cepat dan hasil produksi lebih berlimpah. Metode ini terbukti berhasil saat diterapkan di lahan seluas 600 ha yang tersebar di Pontianak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Kayong Utara.   
 
Kemudian, melalui Indonesia Cerdas, PSBI berfokus pada pendidikan generasi muda dan pemberdayaan wanita. “Hasil bumi lama-lama akan habis, tapi kecerdasan dan tenaga manusia bisa selalu diolah. Inilah pentingnya edukasi,” ujar Iwan Setiawan, Deputi Direktur Divisi Pemberdayaan Komunitas BI. Indonesia Cerdas bukan hanya peduli terhadap pendidikan tinggi, tetapi juga hingga ke level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
 
Hingga saat ini, terdapat 80.400 siswa telah menerima bantuan pembangunan pendidikan, 7.900 siswa PAUD menerima manfaat pembangunan Pojok Baca dan Dongeng, 5.550 mahasiswa menerima beasiswa, dan 107.000 mahasiswa dari 106 universitas menerima manfaat pembangunan perpustakaan BI Corner.
 
Selain pendidikan akademis, PSBI juga menekankan pada pelatihan soft skill melalui leadership camp, pelatihan public speaking, sharing session dengan anggota dewan gubernur, dan pengelolaan komunitas Generasi Baru Indonesia (GENBI).
 
Sementara pada Komoditas Unggulan, PSBI sudah bergerak pada gula pasir dan gula merah di Kulonprogo, memaksimalkan perikanan laut di Sekupang-Batam dengan membangun Gerai Nelayan, memfasilitasi pengasapan ikan lewat penyediaan oven di Kelurahan Hamadi di Jayapura, dan penenunan kain songket  Sambas di Kalimantan Barat. 
 
Wujud program kepedulian PSBI lakukan di antaranya melalui penanaman 11.000 pohon Mangrove untuk mencegah abrasi di Mempawah Timur, Kalimantan Barat dan program Sekolah Siaga Bencana yang menyediakan pelatihan darurat serta simulasi untuk 100 sekolah di sekitar kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia. (f)


Topic

#BankIndonesia

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?