BizNews
Hadapi Pandemi, UMKM Dituntut Melek Digital

10 Oct 2020


Dok. Bank Indonesia

 
 
Hampir semua lini kehidupan manusia terdampak pandemi. Tak terkecuali dunia usaha, karena omset menurun drastis, hingga harus ada yang rela gulung tikar.
 
Kendati ini menjadi tantangan yang berat bagi para pelaku usaha, bukan berarti momen pandemi menjadi akhir dari segalanya. Jika cermat melihat keadaan, para UMKM justru bisa memanfaatkan peluang. Pasalnya, di momen ini pulalah para pelaku usaha dipaksa untuk bertransformasi menjadi lebih digital agar lebih relevan dengan situasi yang mana semua orang beraktivitas serba online.
 
Untuk mendukung para pelaku usaha bertahan di tengah gempuran tantangan dampak pandemi, Bank Indonesia melalui acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) : Sinergi untuk UMKM Digital yang diadakan secara virtual (07/10) memaparkan pentingnya digitalisasi untuk mengembangkan bisnis.
 
"Inovasi teknologi digital yang pesat mendorong perkembangan model bisnis baru UMKM yang serba cepat, mudah dan murah, ini yang terus kita jadikan peluang. UMKM harus kuat, kreatif dan siap beradaptasi," papar Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, dalam sesi opening remarks acara Karya Kreatif Indonesia Seri 2.
 
Bukti dari semakin "go digital"-nya para pelaku UMKM adalah semakin banyaknya yang menggunakan sistem pembayaran digital. Menurut catatan BI, sekitar 3,6 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau 94% dari total merchant telah menggunakan QRIS (QR Code Indonesian Standard) sebagai kanal pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan andal. Sebagai langkah untuk mendukung digitalisasi UMKM, disampaikan oleh Perry, BI akan terus memperluas penggunaan QRIS guna mendukung transformasi digital.
 
Langkah BI untuk mendukung transformasi digital di level UMKM turut didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Hal ini disampaikan langsung oleh Ida Fauziyah, Menteri Tenaga Kerja RI, dalam acara yang sama.
 
"UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perekomian dan ketenagakerjaan. UMKM sangat signifikan dalam perekonomian dan ketenagakerjaan sehingga kewajiban bagi kita semua untuk selalu mendukung UMKM yang menjadi penghidupan bagi masyarakat kita," tutur Ida.
 
Ida juga menunjukkan data Badan Pusat Statistik, bahwa 97% total tenaga kerja di Indonesia diserap oleh UMKM. Hal ini pun membuktikan bahwa UMKM bukan hanya menyerap tenaga kerja, revolusi digital juga akan membuka banyak lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia.
 
Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BI dan Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) dalam rangka pengembangan UMKM/IKM subsektor industri kerajinan. Serta perluasan penggunaan instrumen dan infrastruktur pembayaran digital, yang melingkupi pelatihan dan pengembangan. Sosialisasi dan edukasi, promosi dan pemasaran, pertukaran data dan/atau informasi.
 
Sebagai rangkaian untuk memeriahkan acara, Karya Kreatif Indonesia Seri II ini juga diramaikan dengan pagelaran karya kreatif dari desainer kondang tanah air. Eddy Betty memperagakan busana dengan kain Batik Tasikmalaya, sementara Itang Yunasz membawakan busana Batik Besurek Bengkulu. (f)



BACA JUGA :
Karya Kreatif Indonesia 2020, Berkarya di Tengah Pandemi
5 Perubahan Perilaku Belanja Masyarakat Saat Pandemi COVID-19
70% Konsumen Asia Tenggara Akan Beralih ke Digital Pada Akhir 2020



 


Topic

#KKI, #BI, #BankIndonesia, #UKM

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?