Trending Topic
Mengatasi Teman yang Hobi Ngaret

18 Sep 2016


Foto: Fotosearch

Di Indonesia ‘jam karet’ seakan jadi budaya. Kita pun pasti pernah mengalami janjian dengan teman yang hobinya ngaret. Kalau di-SMS, “Sudah di mana?” Pasti jawabannya selalu “Otw…” tapi baru sejam bahkan dua jam kemudian dia sampai di tempat janjian. Kesal banget, kan?
           
Jika situasi itu hampir selalu terjadi setiap kita janjian dengannya, sebenarnya dia mikir tidak, sih, kalau sudah membuat orang lain membuang waktu untuk menunggu? Menurut Catherine Yusuf M.Psi., Psi psikolog dari Tania Kids Center, berikut enam penyebab mengapa ada sebagian orang senang membiarkan orang lain menunggu.
 
1. Supersantai
Orang-orang yang sejak kecil dibiasakan hidup santai dan tidak memerhatikan keakuratan waktu seringnya akan membawa sikap anggap remeh terhadap waktu tersebut hingga dewasa.
 
2. Trauma Menunggu
Orang tersebut bisa jadi pernah punya pengalaman menunggu yang sangat menyebalkan sehingga menyebabkan dia ‘trauma’. Ketimbang merasakan hal yang sama lagi, dia lebih memilih orang lain untuk menunggu—duh!
 
3. Selfish
Egois dan tidak mau peduli terhadap perasaan orang lain. Asal kepentingannya tidak terganggu dia tidak mempermasalahkan apakah orang lain menjadi kesusahan akibat perlakuannya.
 
4. Manajemen Waktu Buruk
Ada saja, tuh, orang-orang yang punya masalah dalam manajemen waktu. Baginya, 24 jam bukanlah waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua urusan.
 
5. Top of The Line
Bisa jadi orang-orang yang membiarkan orang lain menunggunya merasa memiliki kedudukan lebih tinggi. So, menurutnya wajar saja jika orang lain menunggu lebih lama untuknya.
 
6. Lingkungan dan Kebiasaan
Berada di lingkungan yang punya kebiasaan ngaret membuat seseorang ikut-ikutan mengabaikan waktu. Contoh gampangnya, bos dan rekan kerja biasa sampai kantor pukul 10.00 WIB, kita jadi terbawa juga, deh. 
 
Apa yang Harus Dilakukan?
“Prinsipnya semua orang punya potensi untuk memperbaiki diri,” kata Catherine. Bicarakan perilaku tersebut kepada orang yang bersangkutan. Sesuatu yang buruk seperti kebiasaan ngaret ini bila didiamkan akan semakin menjadi-jadi. Si pelakunya pun merasa biasa saja.
           
Jika hal tersebut masih berulang, berikan sedikit pelajaran dengan cara memajukan waktu pertemuan satu jam lebih awal. Bila tidak mempan juga, buat perjanjian dengan konsekuensi jika terjadi keterlambatan. Tentu saja konsekuensi ini haruslah hal yang penting buat orang tersebut. misalnya, denda uang atau traktir.
           
Sebaiknya sebelum bertemu pastikan lagi waktunya. Biar saja kita dianggap sedikit rewel, kan, lebih baik mengingatkannya kembali, misalnya janjian bertemu siang, saat pagi hari kita sudah SMS untuk mengingatkan.
 
“Jangan mendiamkan kebiasaan tidak tepat waktu ini. Soalnya perilaku ini bisa ‘menular’. Satu orang yang ngaret bisa membuat beberapa orang di dekatnya menjadi ikut-ikutan ngaret,” kata Catherine lagi.
 
Lagi pula… jangan menyia-nyiakan waktu untuk menunggu orang yang bahkan tidak menghargai pertemuan dengan kita, ya. (f)

Baca juga:
9 Tip untuk Jadi Rekan Kerja Favorit


Topic

#pengembangandiri

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?