
Foto: Meiranie
Alice yang sedang berada di dunia Wonderland hendak menolong seorang penduduknya yang ditahan oleh Ratu Merah penguasa dunia tersebut. Ratu Merah bersedia membebaskan penduduk tersebut dengan syarat Alice bisa menghiburnya. Alice pun menerima tantangan tersebut dan menampilkan “magic” dengan memadukan berbagai bahan kimia yang ada. Alice berhasil dan penduduk tersebut dibebaskan.
Itulah sepenggal cerita yang ditampilkan dalam pertunjukan drama musikal, Alice in Wonderland, karya mahasiswa Fakultas Teknobiologi (FTb) Unika Atma Jaya, Jakarta, Sabtu (7/1), di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Drama musikal ini merupakan acara puncak dari eksibisi mahasiswa FTb tersebut, Explore Wonderland: Let Your Science Explore the Magic (Explore 2017).
Diselipkannya cerita pembuatan “magic” oleh Alice tersebut merupakan benang merah dari acara eksibis tersebut, yang ingin memperlihatkan bahwa sains sebenarnya telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Sains bisa tampak seperti sulap atau keajaiban dengan berbagai percobaan dan reaksinya.
Bukan hanya bisa disaksikan di drama musikal tadi, keajaiban sains juga bisa dilihat pada eksibisi Explore 2017 yang diselenggarakan pada saat bersamaan hari itu. Mahasiswa FTb menampilkan apa yang telah mereka pelajari selama ini. Ada 3 laboratorium FTb yang berpartisipasi, yaitu Teknologi DNA, Mikrobiologi, dan Teknologi Pangan. Salah satu wawasan yang mereka tampilkan adalah proses enkapsulasi, yang nantinya bisa berguna di bidang kuliner dengan membuat gastronomi molekuler.
Explore 2017 sendiri, menurut pihak humas Explore 2017, pada akhirnya bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan Fakultas Teknobiologi kepada masyarakat. Mereka ingin memperlihatkan bahwa sains adalah hal yang menyenangkan untuk dipelajari. (f)
Topic
#eventmahasiswa


