Trending Topic
Manakala Perempuan Berdaya

21 Apr 2016


Foto: ExxonMobil Indonesia 

Adalah sebuah mimpi dari Thilma Komaling untuk bekerja demi sebuah kebaikan. Setelah banting setir dari kariernya sebagai seorang sekretaris, ia menemukan panggilan hidupnya saat tsunami menghantam Aceh pada tahun 2004 untuk membantu ratusan pemilik usaha mikro memulai kembali usaha dan kehidupan mereka. Tepat 10 tahun setelahnya, Thilma terpilih menjadi salah satu peserta Global Women In Management (GWIM) di Washington DC, Amerika Serikat. 

GWIM adalah program pengembangan empat minggu untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan kaum perempuan yang diprakarsai oleh Plan International USA dengan dukungan penuh dari ExxonMobil Foundation. "GWIM adalah lambang dedikasi dan pencapaian saya," kata Thilma. "Sekarang, cita-cita saya semakin mendekati kenyataan karena saya mendapat dukungan penuh dari jejaring pemimpin wanita di seluruh dunia yang bekerja untuk kebaikan."
 
Perempuan Berdaya, Masyarakat Sejahtera
GWIM adalah bagian dari prakarsa Women’s Economic Opportunity Initiative (WEOI) yang diluncurkan ExxonMobil Foundation sejak tahun 2005 untuk pemberdayaan perempuan di berbagai belahan dunia. Tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah program GWIM ke-64 yang berlangsung pada18 April hingga 13 Mei 2016 mendatang.

Sejak tahun 2005, program GWIM telah memberikan pelatihan secara intensif bagi 38 pemimpin perempuan Indonesia. Lewat program GWIM, para alumni kemudian mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam kewirausahaan dan organisasi. Selain program GWIM, ExxonMobil Indonesia sebagai operator migas untuk Blok Cepu dibawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, juga telah mendukung berbagai program pengembangan ekonomi perempuan. Salah satu contohnya adalah program pembiayaan mikro sebagai sarana membangun kewirausahaan, terutama bagi kaum perempuan. Lebih dari 26.000 anggota masyarakat, di Kabupaten Aceh Utara, Majene, Donggala, Bojonegoro, Blora dan Tuban, telah mendapatkan manfaat dari program ini. Sebesar lebih dari US$10 juta dana bergulir dengan tingkat pengembalian pinjaman yang hampir mencapai 100 persen telah dicapai dari program ini.

Sejak tahun 2010, untuk meningkatkan jumlah pengusaha perempuan di Bojonegoro dan Tuban, sebanyak 100 perempuan telah diberikan pelatihan kewirausahaan. Melalui pembentukan usaha dengan teknologi tepat guna, mereka memasarkan sendiri produk ramah lingkungan salah satu di antaranya adalah Kompor Biomassa yang menggunakan bahan bakar antara lain serpihan kayu dan potongan kayu, tongkol jagung, serta daun atau residu tanaman, di mana penggunaannya dapat menghemat hingga 80 persen bahan bakar dari kompor bata tradisional. Kemudian mulai tahun 2015, bimbingan pelatihan kewirausahaan diberikan kepada berbagai kelompok bidang usaha di Bojonegoro, salah satunya adalah usaha ternak kroto (telur dari semut rangrang). Lewat usaha ini, para anggota perempuan dari kelompok usaha dapat memanen sekitar 2 kilogram kroto per bulannya yang sekarang dihargai Rp 400.000 per kilogram.

Vice President Public and Government Affairs, ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto mengungkapkan, “Kami sangat bangga dapat ambil bagian dalam pengembangan program yang sangat penting untuk Indonesia dan membantu membekali lebih banyak pemimpin perempuan yang berpotensi, dengan keterampilan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesempatan ekonomi perempuan dalam keluarga dan masyarakat mereka.” (Advertorial)
 


Topic

#pemberdayaanperempuan

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?