
Foto: Shutterstock
Sustainable Development Goals (SDGs) atau Pembangunan berkelanjutan adalah aksi global dari sebuah rencana untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan yang disepakati oleh pemimpin dunia termasuk Indonesia. SDGs merupakan program lanjutan dari upaya dan pencapaian Millennium Development Goals yang sudah berakhir pada akhir tahun 2015. Berbeda dengan MDGs, SDGs dirancang dengan melibatkan seluruh aktor pembangunan, baik itu Pemerintah, Civil Society Organization (CSO), sektor swasta, akademisi, dan sebagainya.
Kurang lebih 8,5 juta suara warga di seluruh dunia juga berkontribusi terhadap tujuan dan target SDGs. Ada 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai hingga tahun 2030. Ini artinya hanya tersisa 5 tahun lagi untuk mencapa tujuan dan target yang dicita-citakan. Namun, kondisi pandemi yang terjadi membuat pencapaian SDGs melambat, sehingga dibutuhkan berbagai langkah percepatan guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Guna mendukung percepatan pencapaian SDGs, Indonesia Global Compact Network (IGCN) bersama United Nations Global Compact (UN Global Compact) berkomitmen untuk melakukan gerakan pembaruan melalui para pemuda, guna mempercepat transisi menuju model bisnis berkelanjutan yang selaras dengan SDG dengan secara resmi meluncurkan sekaligus mensosialisasikan program Akselerasi Inovasi SDG untuk Profesional Muda pada Selasa (30/5) di Jakarta.
Ini merupakan program perdana yang ditujukan bagi perwakilan perusahaan dari berbagai sektor yang termasuk di dalam jaringan Indonesia Global Compact Network (IGCN) yang saat ini beranggotakan sekitar 103 perusahaan dan 35 lembaga non bisnis (akademis da NGO)
“Indonesia harus menyusul ketertinggalan dalam pencapaian target SDG. Program Akselerasi Inovasi SDGs untuk Para Profesional Muda merupakan bentuk komitmen IGCN dalam mendukung pengarusutamaan pendekatan pemikiran yang berfokus terhadap SDGs,” ungkap Y.W. Junardy, Presiden dan salah satu Pendiri IGCN.
Program ini pun diharapkan dapat memberikan ruang kebebasan bagi para anak muda untuk berpikir lebih inovatif di dalam perusahaannya masing-masing dengan memunculkan hal baru yang dapat menginspirasi para eksekutif. “Dan perusahaan bisa memperoleh manfaat yaitu peningkatan kemampuan sumber daya manusianya dan membuka jejaring baru melalui para pemuda dengan mengetahui kesempatan-kesempatan baru di pasar yang lebih luas,” tambah Junardy.
Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam sambutannya menyampaikan semakin kompleksnya tantangan di dunia saat ini menuntut semua masyarakat untuk selalu berinovasi dan berkolaborasi.
“Kuncinya adalah kolaborasi. Oleh karena itu, saya ingin mengajak dan membuka kolaborasi yang lebih luas agar berbagai masalah dan tantangan bisa terselesaikan, dengan menyertakan SDG di setiap langkah kita. Saya juga mengapresiasi IGCN untuk inisiatif peluncurannya hari ini. Tetap semangat untuk para inovator Indonesia sebagai future champion. Bagi perusahaan yang menjadi pelopor, mari terus dukung dengan menyumbangkan bibit mudanya agar langsung terjun ke masyarakat untuk memberikan dampak baik,” katanya.
Menutup sambutannya, Sandiaga Uno mengutip pernyataan dari António Guterres bahwa pembangunan berkelanjutan merupakan lebih dari sekedar tujuan, ini adalah tanggung jawab kita untuk bumi dan generasi masa depan. Setiap langkah kecil yang diambil merupakan bentuk kasih sayang untuk para pemuda.
Ada 72 inovator muda yang mewakili 16 perusahaan tergabung dalam program ini. Mereka memamerkan 18 program inovasi keberlanjutan seperti program pemberdayaan petani, kesempatan kerja untuk perempuan, pembiayaan untuk UMKM, energi terbarukan, peningkatan perekonomian lokal dengan pertanian berkelanjutan, peningkatan literasi perubahan iklim, keuangan digital, pemberdayaan masyarakat dengan basis ekonomi sirkuler, dan penciptaan tempat kerja yang inklusif.
“Peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti camp berisi lokakarya SDGs yang sangat komprehensif dengan berbagai modul online maupun on demand video yang sangat kaya akan pembelajaran. Diharapkan seluruh tim dapat melahirkan inovasi dan terobosan baru yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan lingkungan, mempercepat pencapaian SDG, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” jelas Josephine Satyono, Executive Director IGCN.
Salah satu peserta, Aurelia Michelle, Young Innovator dari PT Kalbe Farma Tbk mengaku antusias. “Selama mengikuti program ini, saya mendapat pembelajaran dari berbagai modul yang berhubungan dengan SDGs untuk peserta. Sehingga, sekarang saya menjadi lebih paham bagaimana mengaplikasikan SDGs ke dalam pekerjaan sehari-hari di yang bisa membawa benefit bagi perusahaan. Apalagi dengan berkesempatan mempelajari praktik sukses perusahaan-perusahaan global, menjadi inspirasi bagaimana cara menginisiasi inovasi hingga ke tahapan implementasi,” ungkap Aurelia.
Tentunya manfaat pelatihan SDGs ini tidak hanya bermanfaat untuk karyawan, para inovator muda perusahaan, tapi juga bagi perusahaan yang ikut serta, seperti membuka kolaborasi baru dan menciptakan budaya inovasi dalam perusahaan, meningkatkan keterlibatan karyawan dan mendorong peluangan pengembangan karyawan berbakat, sekaligus mendapatkan pengakuan global dengan ikut serta dalam program ini.
Rencananya, program yang digagas oleh UN Global Compact ini akan ditutup pada Global Innovation Summit pada bulan September 2023 di New York, Amerika Serikat. Kelompok inovator muda terpilih dari Indonesia akan mempresentasikan program inovasi mereka di tingkat global.
UN Global Compact adalah inisiatif khusus dari Sekretaris Jenderal PBB sebagai seruan kepada perusahaan di seluruh dunia untuk mempercepat dan meningkatkan dampak kolektif global dari bisnis, dengan menjunjung 10 prinsip UN Global Compact di bidang hak asasi manusia, tenaga kerja, lingkungan, dan anti korupsi, serta mewujudkan SDGs. Hingga saat ini UN Global Compact telah didukung oleh lebih dari 17.000 perusahaan dan 4.000 partisipan non bisnis dari lebih 160 negara. (f)
Baca Juga:
Masa Depan Wanita di Dunia Kerja
5 Cara Dorong Kesetaraan Gender dalam Perusahaan
5 Jurus Bertahan Jadi Satu-satunya Wanita di Kantor
Faunda Liswijayanti
Topic
#SDGs, #pembangunanberkelanjutan, #profesionalmuda, #inovasi




