
Foto: Instagram/ @melaniin.goddess
“A Beautiful Melanin.’ Itulah pesan yang diangkat oleh kampanye The Colored Girl dari Tori Elizabeth dan Victory Jones yang mengangkat keragaman kulit cokelat sebagai bagian dari kecantikan. Kampanye itu sontak menarik perhatian dunia karena salah satu model yang ditampilkan memiliki kulit sangat gelap.
Sosok model asal Senegal itu, Khoudia Diop memang sangat bangga dengan keunikan kulit hitamnya yang berkilau. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai Melanin Goddess. Melanin merupakan pigmen yang dihasilkan oleh sel melanosit yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Orang-orang yang berkulit gelap memiliki kandungan melanin lebih banyak di kulit mereka ketimbang orang-orang yang berkulit terang.
Di tengah tekanan media dan dunia kecantikan dan periklanan yang mengarahkan definisi cantik, Khoudia tampil menonjol dengan kulitnya. Kariernya melesat sebagai model di runway panggung fashion di Paris hingga New York.
Sebelum terjun ke dunia modeling, tentu saja fakta tentang kulitnya itu juga sempat membuat Khoudia menjadi korban bullying. Ia dijuluki ‘darky’, ‘daughter of the night’, dan ‘mother of stars’.
Di akun Instagramnya, Khoudia mengunggah salah satu komentar fans terhadap artikel tentang dirinya. Di artikel itu memuat nama-nama panggilan yang beredar untuk dirinya, dan Karen menyampaikan dukungannya pada Khoudia.
Dengan santai, Khoudia merespons, “Ini sangat lucu, karena dia (Karen Bass) betul sekali. Para pelaku bully sering memberi saya berbagai julukan buruk. Mereka mengira saya akan merasa sedih karena warna kulit ini. Tapi, coba lihat, saya justru akan menunjukkan pada mereka, saya tidak peduli pada apa yang mereka pikirkan.”
Masih Mengalami Diskriminasi
Bullying dan diskriminasi memang kerap dialami oleh para model dengan kulit berwarna. Beberapa waktu lalu, model asal Sudan Selatan, Nykhor Paul mengutarakan kritiknya pada para make-up artist dan industri modeling yang terkesan memberi perlakuan berbeda pada model berkulit hitam. Ia kesal karena harus membawa peralatan make-up sendiri ke fashion show profesional, sedangkan model berkulit putih lainnya cukup datang dan dirias dengan kosmetik yang sudah disediakan.
“Saat ini, begitu banyak pilihan kosmetik untuk kulit gelap. Make-up artist yang baik akan menyiapkan perlengkapan dan melakukan riset sebelum bekerja, karena seharusnya Anda tahu apa yang diharapkan di sebuah show. Berhentilah meminta maaf, karena itu memalukan dan menunjukkan Anda tidak menghormati saya. Pesan ini saya sampaikan untuk Anda di New York City, London, Milan, Paris dan Cape Town serta siapa pun yang merasa memiliki masalah dengan model berkulit hitam.”
“Fashion adalah seni, dan seni tidak rasis. Seni bersifat inklusif dan tidak hanya untuk orang berkulit putih. Kami memulai fashion di Afrika dan kalian memodernisasi dan menjiplaknya. Mengapa kami tidak bisa menjadi bagian dari fashion secara utuh dan setara?” tegas Nykhor panjang lebar.
Cantik Bukan Hanya Milik Kulit Putih
Memutihkan kulit memang jadi salah satu masalah para wanita di negara-negara Afrika. Sebuah laporan menyebutkan 75% wanita Nigeria mengunakan produk pemutih kulit, diikuti oleh 59% wanita di Togo, dan 35% wanita di Afrika Selatan. Semua demi mendapatkan warna kulit yang lebih cerah seperti konsep cantik yang ditawarkan oleh standar industri kecantikan Eropa. Tidak heran, banyak dari para wanita itu mengalami masalah kulit akibat krim pemutih yang digunakannya.
Di tanah air, isu serupa juga masih kita alami. Persepsi cantik ciptaan kapitalisme adalah memiliki kulit putih. Sedangkan wanita Indonesia umumnya terlahir dengan kulit sawo matang, kuning langsat, atau berkulit gelap. Tanpa sadar, wanita dari segala umur merasa tidak percaya diri dengan warna kulitnya dan berusaha memutihkan kulit dengan cara instan. Tidak heran, kerap terdengar kasus beredarnya paket kosmetik palsu seperti krim pemutih kulit yang mengandung merkuri dan bersifat karsinogenik, bisa memicu kanker dalam pemakaian jangka panjang.
Kampanye The Colored Girl dan kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh Khoudia Diop mengingatkan bahwa memiliki kulit berwarna bukan sebuah kesalahan, melainkan anugerah yang harus disyukuri. Sebuah pesan universal untuk semua wanita di dunia. Karena setiap orang cantik dengan caranya masing-masing. Setuju? (f)
Baca juga:
Tip Make Up Sesuai 4 Warna Kulit
Kenali Masa Kedaluwarsa Kosmetik Anda
Topic
#KhoudiaDiop
MORE ARTICLE




