Trending Topic
Kaleidoskop 2016: 10 Peristiwa Nasional Terpopuler

14 Dec 2016


Foto: Fotosearch, AFP/Adek Berry, pajak.go.id, Ilustrasi: Petty Galuh

Tahun 2016 diwarnai dengan berbagai peristiwa di dunia politik. Isu keamanan dan radikalisme tetap menjadi perhatian masyarakat, terutama setelah terjadinya insiden bom di kawasan Sarinah Thamrin, Jakarta. Hal ini tampak dalam hasil pencarian terpopuler di Google Indonesia sepanjang 2016.

1/ Bom Sarinah
Tahun 2016 dibuka dengan insiden bom pada 14 Januari 2016 di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Peristiwa teror ini diduga kuat merupakan bagian dari gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Bom bunuh diri dan serangan bersenjata ini menewaskan 8 orang, termasuk 4 anggota militan simpatisan ISIS. Oktober lalu, salah satu anggota militan yang terlibat didakwa hukuman 10 tahun penjara.

Isu radikalisme langsung menjadi sorotan, apalagi di Maret 2016, masyarakat dikagetkan dengan penemuan buku materi pengayaan yang mengandung unsur-unsur radikalisme, bahkan terorisme, di sekolah-sekolah Islam swasta tingkat PAUD (pendidikan anak usia dini) di beberapa daerah di Pulau Jawa. Salah satunya adalah buku yang berjudul Anak Islam Suka Membaca, yang memuat kata-kata seperti bom, bantai, dan jihad.
 
2/ Gafatar
Masyarakat heboh dengan Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar setelah ada kabar beberapa orang yang menghilang dan diduga bergabung dengan gerakan yang dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia itu. Gafatar telah menyebar ke sejumlah kota di Indonesia dan merekrut banyak anggota baru yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), dokter, mahasiswa hingga masyarakat biasa. Hal ini mengingatkan kita untuk lebih kritis dalam memilih organisasi agar tidak malah terseret gerakan radikalisme.

Mengapa dan bagaimana seseorang bisa bergabung dalam sebuah gerakan radikal? Menurut Prof. Dr. Hamdi Muluk M.Psi, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang dapat terpengaruh oleh gerakan radikal yang berbahaya dan terperosok dalam aliran yang dianggap menyesatkan. Di antaranya karakter atau identitas diri seseorang yang labil, tidak kuat, dan terombang-ambing serta tergiur iming-iming mimpi fantastis dari aliran tersebut.


3/ Kasus Dimas Kanjeng
Dimas Kanjeng Taat Pribadi diduga telah melakukan penipuan berkedok penggandaan uang. Beberapa korbannya mengaku telah menyetor uang ratusan juta hingga Rp200 miliar untuk digandakan. Temuan tumpukan uang di padepokannya di Probolinggo kini sedang diselidiki polisi, apakah benar uang asli atau uang palsu. Serta merta isu peredaran uang palsu kembali marak di masyarakat.

4/ Harga Rokok
Tingginya angka perokok di Indonesia menempatkan Indonesia di peringkat keempat dunia, setelah Cina, Rusia, dan Amerika Serikat. Namun, sementara negara lain mengontrol ketat industri rokok, Indonesia justru hendak meningkatkan jumlah produksinya. Di negara-negara berkembang, rokok dijual murah karena menyasar perokok pemula, seperti anak-anak dan remaja.

Agustus lalu, beredar kabar harga eceran rokok akan naik hingga Rp50 ribu. Kabar ini berawal dari hasil studi Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Studi yang melibatkan 1000 responden dan berlangsung dari Desember 2015 hingga Januari 2016 mendapati bahwa sejumlah perokok menyatakan akan berhenti merokok jika harga rokok dinaikkan dua kali lipat dari harga normal. Bahkan, 72% di antaranya menyatakan akan berhenti merokok jika harga rokok di atas Rp50ribu. Sebetulnya sejauh mana strategi menaikkan harga dan cukai rokok efektif untuk menurunkan jumlah perokok? Baca ulasannya di sini.

5/ Kasus Yuyun
Awal April lalu, kabar memilukan datang dari pelosok Bengkulu. Yuyun, siswi SMP berusia 14 tahun di Padang Ulak Tanding, Rejang Lebong, Bengkulu, diperkosa oleh 14 pemuda hingga meninggal dunia. Mirisnya lagi, beberapa di antara pelaku masih di bawah umur, dan satu sekolah dengan korban.
Setelah itu, berita kekerasan seksual datang dari Kediri. Pengusaha bernama Sony Sandra terungkap telah menjadi pelaku perkosaan terhadap puluhan anak perempuan di Kediri. Yang menyedihkan, Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjatuhkan ganjaran berupa putusan pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 300 juta terhadap Sony Sandra.

Dua kasus itu menunjukkan banyaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak perempuan yang tidak terekspos selama ini. Banyak pihak menyesalkan, ganjaran 10 tahun penjara terlalu ringan untuk kategori kejahatan paedofilia seperti yang terjadi di Kediri. Pemerintah pun bereaksi dengan menggulirkan Perppu tentang Kekerasan Seksual, dengan sanksi penambahan berupa hukuman kebiri.
Temukan berbagai artikel femina tentang kasus kekerasan seksual di topik #KekerasanSeksual.

6/ Kasus Gatot Brajamusti
Kasus tertangkapnya Gatot Brajamusti saat sedang berpesta di sebuah hotel. Ia juga diduga telah melakukan pelecehan terhadap anggota padepokannya.
Kasus ini juga menyeret nama penyanyi Reza Artamevia. Setelah melalui tes urine, Reza dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Lama tak terdengar, kabar ini tentu mengejutkan publik. Keluarganya pun ikut menjadi sorotan, termasuk putrinya yang langsung diserbu media massa dan ditanyai tentang gaya hidup sang ibu.

7/ Teman Ahok
Gerakan kesukarelawanan ini dirintis oleh Amalia Ayuningtyas, wanita kelahiran tahun 1992, bersama empat rekannya untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok maju dalam Pilkada DKI Jakarta. Teman Ahok telah mengumpulkan satu juta KTP warga Jakarta sebagai persyaratan calon independen.
Meski akhirnya Ahok memutuskan maju melalui jalur partai politik bersama Djarot Saiful Hidayat, dan bukan melalui jalur independen, gerakan ini telah sukses menjadi jejaring bagi anak-anak muda yang ingin aktif terlibat melakukan perbaikan-perbaikan untuk Jakarta.

8/ Penyergapan Santoso
Pemimpin kelompok radikal Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso tewas dalam kontak tembak pada Senin, (18/7) di Poso, Sulawesi Tengah. Santoso merupakan buronan teroris yang sudah lama dikejar aparat keamanan. Kelompok ini berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Syiria (ISIS).
 
9/ Reshuffle Kabinet
Pertengahan Juli 2016, Presiden Joko Widodo kembali merombak 12 jabatan menteri di jajaran Kabinet Kerja. Satu-satunya wanita di daftar calon menteri hasil reshuffle, Sri Mulyani Indrawati kembali mengabdi untuk Indonesia setelah berkiprah di dunia internasional dengan menjadi Managing Director dan Chief Operating Officer World Bank. Baca hasil Reshuffle Kabinet di sini.

10/ Tax Amnesty
Tahun ini, program pengampunan pajak turut menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, banyak yang salah kaprah tentang siapa yang disasar oleh program ini. kelompok masyarakat yang tidak perlu ikut Amnesti Pajak. Sebagai warga negara yang baik, banyak wajib pajak yang ingin turut serta, namun belum paham betul tentang ketentuannya. Program pengampunan pajak bertujuan untuk menarik dana repatriasi dan dana kekayaan di dalam negeri yang belum sepenuhnya dilaporkan oleh wajib pajak. Cek Wajib Pajak yang tidak perlu mengikuti Amnesti Pajak di sini. (f)


Topic

#Kaleidoskop2016

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?