
Foto: Pixabay
Ada gempa di sana, tsunami di daerah itu, banjir di jalan ini, dll. Terkadang sulit untuk mencari kebenaran berita seputar bencana, sehingga jika salah share, bisa menimbulkan kepanikan dan keributan tak perlu. Karena itu ada baiknya jika kita mencari informasi dari lembaga yang tempat lewat aplikasi berikut ini:
1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Anda bisa mengakses info bencana terkini, baik melalui media sosial twitter maupun situs web resminya, www.bnpb.go.id dan aplikasi. Badan ini juga memiliki aplikasi untuk memantau dan memberi arahan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, yaitu aplikasi InaWARE, InaSAFE, dan InaMHEWS.
InaWARE merupakan aplikasi pemantauan sebagai alat bantu dan fungsi pendukung dalam pengambilan keputusan. Sementara InaSAFE merupakan software gratis, skenario dampak dan kesiapsiagaan dan resiko yang lebih baik. Sedangkan InaMHEWS adalah sistem informasi kombinasi prediksi cuaca.
2. Magma Indonesia

Magma (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assesment) diklaim sebagai aplikasi mobile pertama di dunia yang menyajikan informasi mengenai kebencanaan geologi terintegrasi dalam satu jendela dan bisa diakses secara real time. Sumber informasi atau status kebencanaan yang berada di aplikasi ini didapat langsung dari lapangan. Untuk gunung berapi misalnya pihaknya menyebar lebih dari 200 pengamat di seluruh Indonesia. Data itu kemudian divalidasi dan akan langsung tampil atau diinformasikan di dalam MAGMA.
Aplikasi yang mulai dibuat sejak 2015 lalu, oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ini, bertujuan untuk memangkas alur informasi tentang kebencanaan yang selama ini terkesan lamban.
Informasi bencana geologi yang dibuat itu dapat aplikasi itu antara lain, status gunung Api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan Tanah. Pada aplikasi itu, dapat ditemukan beberapa layanan publik semisal informasi aktivitas Gunung Api, Informasi Abu Vulkanik, Informasi Kejadian Gempa Bumi dan masih banyak lagi.
Berbagai informasi tentang kebencanaan geologi bisa dilihat secara real time oleh masyarakat melalui layanan ini. Aplikasi ini bisa diakses melalui website magma.vsi.esdm.go.id atau juga bisa diunduh di ponsel Android melalui Play Store.
Informasi bencana geologi yang dibuat itu dapat aplikasi itu antara lain, status gunung Api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan Tanah. Pada aplikasi itu, dapat ditemukan beberapa layanan publik semisal informasi aktivitas Gunung Api, Informasi Abu Vulkanik, Informasi Kejadian Gempa Bumi dan masih banyak lagi.
Berbagai informasi tentang kebencanaan geologi bisa dilihat secara real time oleh masyarakat melalui layanan ini. Aplikasi ini bisa diakses melalui website magma.vsi.esdm.go.id atau juga bisa diunduh di ponsel Android melalui Play Store.
3. Aplikasi Peringatan Bencana Dini untuk Mitigasi Risiko Banjir Sungai Citarum, FEWEAS

Aplikasi sistem peringatan dini untuk mengurangi risiko banjir Citarum, yang disebut Flood Early Warning and Early Action System (FEWEAS) ini didukung International Federation of Red Cross and Red Crescent Socities (IFRC), Palang Merah Indonesia (PMI) dan Zurich Insurance Indonesia (ZII), bekerja sama dengan tim riset Teknologi Bandung (ITB).
Bersama dengan Perum Jasa Tirta 2, BBWS, BPBD Jawa Barat, dan Pemprov Jawa Barat, keempat institusi tersebut nantinya akan bahu-membahu mengelola pemanfaatan FEWEAS untuk mitigasi risiko banjir bagi masyarakat yang berpemukiman di wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum.
FEWEAS Citarum bisa memberi informasi prediksi cuaca ekstrem dan banjir secara tepat untuk 3 hari ke depan, khususnya untuk wilayah Daerah Aliran Sungai CItarum. Peringatan banjir dihasilkan dari kombinasi antara prediksi cuaca dengan prediksi genangan resolusi dan ketepatan tinggi.
Tak hanya itu, FEWEAS Citarum juga menyediakan prediksi curah hujan jangka panjang, hingga 5 tahun ke depan. Prediksi curah hujan dan kerentanan iklim tersebut dapat dimanfaatkan selain untuk prediksi banjir jangka panjang juga untuk antisipasi kekeringan. Selain FEWEAS Citarum ada juga FEWEAS Bengawan Solo.
Bersama dengan Perum Jasa Tirta 2, BBWS, BPBD Jawa Barat, dan Pemprov Jawa Barat, keempat institusi tersebut nantinya akan bahu-membahu mengelola pemanfaatan FEWEAS untuk mitigasi risiko banjir bagi masyarakat yang berpemukiman di wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum.
FEWEAS Citarum bisa memberi informasi prediksi cuaca ekstrem dan banjir secara tepat untuk 3 hari ke depan, khususnya untuk wilayah Daerah Aliran Sungai CItarum. Peringatan banjir dihasilkan dari kombinasi antara prediksi cuaca dengan prediksi genangan resolusi dan ketepatan tinggi.
Tak hanya itu, FEWEAS Citarum juga menyediakan prediksi curah hujan jangka panjang, hingga 5 tahun ke depan. Prediksi curah hujan dan kerentanan iklim tersebut dapat dimanfaatkan selain untuk prediksi banjir jangka panjang juga untuk antisipasi kekeringan. Selain FEWEAS Citarum ada juga FEWEAS Bengawan Solo.
4. Z-Alert

Zurich Insurance Indonesia juga mengenalkan aplikasi untuk memberi informasi dini bencana di area Jabodetabek, yang disebut Z-Alert. Aplikasi ini bertujuan untuk meminimalisasi kerugian dan risiko bencana.
Pembuatan aplikasi ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang terlibat langsung dalam penanganan bencana. Dengan begitu, penanggulangan bencana dapat dilaksanakan sesegera mungkin.
Pembuatan aplikasi ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang terlibat langsung dalam penanganan bencana. Dengan begitu, penanggulangan bencana dapat dilaksanakan sesegera mungkin.
Informasi bencana dari aplikasi ini dapat berasal dari pengguna, pihak berwenang, media sosial, dan berita online, yang kemudian diverifikasi secara berlapis untuk memeriksa dan memastikan kebenaran informasi tersebut, untuk kemudian disebarkan melalui sistem peringatan.
Z-Alert dapat memperingatkan penggunanya terhadap banjir, kebakaran, kecelakaan, dan bencana lain, berupa informasi secara lengkap dan rinci, termasuk jarak pengguna dari lokasi bencana. Z-Alert dapat diunduh di Google Play Store secara cuma-Cuma, dan tak menuntut pengguna untuk menjadi nasabah Zurich Insurance. Meski demikian, aplikasi ini belum dapat mengcover informasi bencana besar seperti gempa bumi atau tsunami.
5. Info BMKG
Z-Alert dapat memperingatkan penggunanya terhadap banjir, kebakaran, kecelakaan, dan bencana lain, berupa informasi secara lengkap dan rinci, termasuk jarak pengguna dari lokasi bencana. Z-Alert dapat diunduh di Google Play Store secara cuma-Cuma, dan tak menuntut pengguna untuk menjadi nasabah Zurich Insurance. Meski demikian, aplikasi ini belum dapat mengcover informasi bencana besar seperti gempa bumi atau tsunami.
5. Info BMKG

Aplikasi resmi bentukan Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ini berisi informasi prakiraan cuaca berdasarkan lokasi, prakiraan cuaca dalam tiga hari di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, informasi kualitas udara di beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan yang sering dilanda kebakaran hutan, cuaca maritim wilayah perairan, cuaca bandara, hingga notifikasi untuk gempa bumi yang terjadi di Indonesia. (f)
Baca Juga:
Bencana Banjir dan Longsor Melanda Garut, Korban Tewas Mencapai Belasan Jiwa
“Cempaka” Layu, Tumbuh “Dahlia”: Siklon Tropis Penyebab Cuaca Ekstrem Masih Akan Menghampiri Indonesia Beberapa Hari Mendatang
Status Gunung Agung Siaga: Jangan Ikut Menyebarkan Berita Hoax Tentang Gunung Agung Meletus
Topic
aplikasi bencana, hoax




