Trending Topic
Jangan Panik Saat Efek Samping Vaksin COVID-19 Muncul. Lakukan ini!

5 Feb 2021


Foto: Shutterstock


Vaksin COVID-19 akan melindungi tubuh dari penularan virus COVID-19. Setelah menerima suntikan vaksin, kemungkinan akan ada efek samping yang lazim muncul setiap kali seseorang mendapatkan imunisasi. Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) ini umumnya ringan, seperti demam dan kulit memerah di sekitar bekas suntikan. Ini hal yang normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun sistem proteksi.

Setelah menerima suntikan, akan ada kemungkinan tangan atau lengan yang disuntik akan merasa sakit, dan sekitar bagian yang disuntik akan sedikit membengkak. Saat ini terjadi, kita bisa mengurangi rasa sakit atau tidak nyaman dengan mengompres dingin bagian yang bengkak dengan kain. Anda juga bisa menghilangkan rasa tidak nyaman dengan menggerakkan atau menggunakan tangan anda untuk beraktifitas.

Selain efek bengkak dan rasa tidak nyaman di lengan, efek yang juga mungkin mucul adalah demam, sakit kepala, kedinginan, dan lelah. Saat menerima suntikan vaksin, tanyakan kepada petugas kesehatan apakah Anda boleh mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen untuk menghilangkan demam dan sakit kepala jika efek samping ini muncul. Jika diperbolehkan, segera minum obat dan beristirahat. Jangan lupa tetap banyak minum air putih.

Dalam banyak kasus, demam dan rasa tidak nyaman sehabis menerima vaksin adalah hal yang masih terhitung normal. Namun jika dalam 24 jam pembengkakan dan warna kemerahan di area suntkan justru bertambah, segera hubungi dokter. Begitu juga saat demam tak kunjung berakhir setelah beberapa hari, konsultasikan dengan dokter.

Saat ini, semua vaksin COVID-19 memerlukan 2 kali vaksinasi untuk mengaktifkan antidobi dalam tubuh. Jangan acuh atau tidak melaksanakan suntikan kedua saat efek samping muncul pada suntikan pertama. Datanglah pada temu janji untuk vaksinasi kedua. Sampaikan efek yang pernah muncul ke dokter yang bertugas. Dokter akan memutuskan apakah Anda aman untuk mendapatkan suntikan kedua atau tidak.

Tubuh memerlukan waktu untuk membangun sistem kekebalan tubuh setelah divaksin. Menurut cdc.gov, setelah mendapatkan vaksin COVID-19 untuk kedua kalinya, memerlukan sekitar 1 -2 minggu untuk tubuh membentuk antibodi. Oleh sebab itu, tetap jalakankan protokol kesehatan 3M untuk mencegah penularan masih harus terus dilakukan. (f)


Topic

#3M, #IngatPesanIbu, #satgascovid-19, #covid-19

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?