Trending Topic
Ini Mengapa Ada Perbedaan Pendapat Tentang Kehalalan Vaksin AstraZeneca

24 Mar 2021

 
Foto: Shutterstock
 
Perbedaan mahzab dalam menentukan kehalalan vaksin

Saat penggunaan pertama vaksin AstraZenca, MUI Jawa Timur menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca halal untuk digunakan.

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH. Makruf Khozin menyatakan kajian dilakukan setelah ia mendapat banyak data dari BPOM pusat, pengkaji yang berasal dari unsur kedokteran, dan lainnya. Makruf tidak menyangkal bahwa ada perbedaan pendapat dari para pakar.

Meskipun demikian Makruf menegaskan vaksin yang dihasilkan adalah suci dan halal.  Ia mencontohkan seperti pembuatan cuka dari anggur. Anggur yang difermentasi berubah menjadi khamar, dan kemudin berubah lagi jadi cuka. Artinya anggur yang mulanya suci, berubah menjadi najis, dan kemudian terjadi perubahan menjadi suci.

"Ini yang awalnya virus itu adalah barang suci, kemudian ada tripsin kecampuran dengan benda najis, setelah diangkat kemudian menjadi vaksin maka sudah menjadi suci lagi, menjadi halal lagi. Maka kita tidak perlu ragu akan hal itu," kata Makruf.

Makruf juga mengakui ada perbedaan pada pedoman dalam memutuskan kehalalannya. MUI pusat masih berpedoman pada  pendapat ulama kalangan Mazhab Syafi'iyah  yang menyatakan selama masih bersentuhan dengan benda najis, barang yang dihasilkan tetap dikategorikan najis.

Sementara menurut Mazhab Hanafi yang digunakan MUI Jawa Timur, meskipun terjadi persentuhan dengan benda najis, tetapi karena sudah beralih fungsi, sudah berganti, maka statusnya halal dan suci. "Namun tetap sejalan dengan MUI pusat pada kesimpulan akhir. Sama-sama boleh. Hanya saja menurut MUI pusat bolehnya karena darurat.

Baca juga:
MUI: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Haram, Tapi Boleh Digunakan
MUI: Vaksinasi Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa
Sudah Vaksin Boleh Bepergian?
 
 


Topic

#3M, #ingatPesanIbu, #covid-19, #astrazeneca, #JanganAbai, #SayangiIndonesia

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?