
Dok. Unsplash
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nova, ada beberapa faktor risiko ide bunuh diri pada remaja. Beberapa di antaranya adalah pola pikir abstrak yang menimbulkan perilaku risk taker, sifat agresif dan impulsif, memiliki riwayat gangguan jiwa, hingga lingkungan sosial yang tidak mendukung.
Psikolog Anak dan Keluarga dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, setuju dengan hal tersebut. Lebih detail, menurut wanita yang juga akrab dipanggil Nina ini ada faktor internal dan eksternal dapat memengaruhi keinginan untuk bunuh diri pada remaja.
“Dari sisi internal, bisa saja anak ini punya kepribadian atau kondisi pribadi yang bisa mengarah ke sana. Misalnya cenderung impulsif, yang mana ia bisa tiba-tiba terpikirkan untuk bunuh diri. Selain itu juga memang karena dia punya depresi yang semakin meningkatkan risiko,” jelas Nina ini.
Temuan Nova juga menunjukkan bahwa anak remaja yang memiliki ide untuk bunuh diri ini tak harus memiliki masalah kejiwaan terlebih dahulu. Beberapa kecenderungan anak-anak untuk melakukan bunuh diri ini hanya karena ingin coba-coba saja.
Menurut Nina, hal ini sangat mungkin terjadi. Pasalnya, salah satu faktor risiko internal adalah impulsivitas. “Anak remaja memang sangat impulsif, karena mereka secara hormonal naik turun, berubah-ubah. Jadi terkadang, jika sedang ada tren, dia langsung ingin mengikuti,” papar Nina.
Nina percaya bahwa sebenarnya impulsivitas bisa menjadi hal yang baik jika mengarah pada hal positif. Namun akan berbahaya jika spontanitas tersebut mengarah pada hal yang negatif, salah satunya mencelakai diri sendiri hanya karena melihat teman-temannya melakukannya.
Faktor eksternalnya, bisa jadi karena relasi antara orang tua yang bermasalah. Misal seperti terus bertengkar, tak dapat dukungan, hingga hubungan orang tua - anak yang buruk. Relasi dengan teman-temannya juga punya pengaruh yang besar, misalnya seperti dirundung oleh teman-temannya, juga bisa mendorong anak untuk melakukan bunuh diri jika dia tidak kuat menghadapinya. Selain itu, sejarah kekerasan fisik, verbal maupun seksual yang dialami oleh anak juga dapat memengaruhi.
Di era yang serba digital, dimana media sosial menjadi bagian terpenting dalam kehidupan para remaja, memberikan tantangan lebih pada generasi muda dalam menghadapi masalah kesehatan mental. Menurut Nina, terkadang kompetisi jumlah likes atau kecenderungan untuk selalu memiliki ‘citra positif’ di media sosial menjadi beban mental bagi para remaja.
Terlebih lagi di media sosial kadang bersifat anonim. Orang bisa dengan bebas memberikan komentar buruk atau negatif sehingga terjadi cyber bullying, tanpa harus mengungkapkan identitas diri.
“Kalau orang dewasa kan bisa lebih bijak menanggapi hal ini, mereka bisa lebih cuek. Kalau anak-anak bisa menganggap hal ini serius, yang membuat mereka lebih stres atau depresi,” papar Nina. Walau tak bisa dikatakan menjadi faktor tunggal penyebab remaja ingin bunuh diri, namun media sosial bisa menjadi salah satu stresor.
Hal ini juga pernah dibahas oleh Nova, bahwa dengan semakin mudahnya anak-anak jaman sekarang mendapatkan akses untuk berekspresi dan kreatif justru menantang anak-anak untuk harus menonjol.
“Angka kekecewaan terhadap ekspektasi tinggi di kalangan remaja. Ketika apa yang mereka ekspektasikan tidak terjadi, bisa jadi membuat mereka merasa frustrasi. Maka anak-anak ini perlu mengetahui bagaimana manajemen ekspektasi,” papar Nova.
Terkadang tanpa kita sadari, menurut Nova, orang tua atau keluarga lah yang justru memberikan tekanan negatif pada anak. Misalnya saja seperti membandingkan anaknya dengan anak lain yang dianggap lebih baik atau lebih berprestasi.
“Hal ini membuat percaya diri anak jadi drop. Merasa dirinya tak berarti, menjadi beban bagi keluarganya atau tak bisa membanggakan orang tuanya. Hal ini bisa menjurus ke depresi,” papar Nova. (f)
BACA JUGA :
Cara Efektif Cegah Perundungan, Rawat Kesehatan Mental
Usaha Instagram Agar Lebih Aman Bagi Anak
Cegah Bunuh Diri Seperti Yang Terjadi Pada Sulli Menurut Psikiater
Topic
#AnakRemaja, #KesehatanMental, #BunuhDiri


