Trending Topic
Ekonomi Inklusif, Strategi Untuk Bangkitkan Wirausaha

24 Mar 2022

IWC 2022


Economic inclusion atau ekonomi inklusif disebut-sebut sebagai strategi global untuk meningkatkan kinerja perekonomian terutama pasca-COVID19. Ekonomi inklusif memberi akses yang lebih luas dan melibatkan semua orang untuk kemakmuran ekonomi. Salah satunya dengan mendorong penguatan terhadap UMKM. Hal inilah yang menjadi tema kunci dalam ajang Indonesia Womenpreneurs Conference 2022 yang diselenggarakan oleh Wanita Wirausaha Femina bersama Meta dalam program #SheMeansBusiness dan didukung oleh Kementerian Perdagangan RI, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, dan W20 pada Selasa (22/3/2022) lalu. 

Secara global, UMKM mewakili sekitar 90 persen bisnis dan lebih dari 50 persen lapangan kerja. UMKM juga berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto dan ekspor dan telah terbukti memiliki ketangguhan yang cukup tinggi di tengah pandemi. Pemerintah Indonesia sendiri mencatat jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun. UMKM juga mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42 persen dari total investasi di Indonesia.

Yang membanggakan, ada sekitar 39 juta atau 60 persen dari UMKM Indonesia dimiliki oleh perempuan. Ini artinya, ketika kita memberdayakan UMKM, kita juga memberdayakan perempuan. Ketika perempuan berdaya, ekonomi ikut berdampak positif. Itu sebabnya pengembangan UMKM juga menjadi pilar utama presidensi G20 Indonesia untuk membantu pemulihan ekonomi dunia pascapandemi. 

Salah satu engagement group dalam presidensi G20 Indonesia yaitu Women 20 (W20) juga memiliki aspirasi untuk membuka kesempatan bagi perempuan untuk mendapatkan akses ke peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik, sehingga mereka dapat memajukan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Seperti dikatakan Dwi Yuliawati Faiz, Head of Programmes UN Women yang saat ini aktif di W20, pengusaha baik perempuan maupun pria tidak pernah lepas dari tantangan. Pada saat pandemi misalnya terjadi penurunan income, penjualan, hingga perubahan strategi marketing. Tapi menurut Dwi, yang paling menarik untuk digaris bawahi adalah bagaimana perempuan pengusaha mengatasi tantangan tersebut.  

“Pandemi ini membuka ruang baru bagi perempuan wirausaha untuk bisa memasarkan produknya melalui platform digital. Studi yang kami lakukan menemukan 80 persen telah beralih menggunakan platform digital. Kami melihat inovasi berupa solusi digital seperti mengatur cash flow, kasir digital, media sosial, diakui membuat perempuan wirausaha lebih mudah mengelola waktunya. Sekitar 82% persen perempuan wirausaha mengakui bahwa solusi digital memberi kesempatan bagi usaha mereka dan juga mengatur kehidupan pribadinya sehingga lebih dimudahkan,“ ujar Dwi saat menjadi pembicara di Panel 1 Indonesia Womenpreneurs Conference 2022, dengan tema Kolaborasi Wujudkan Ekonomi Inklusif. 

Tapi di sisi lain, dijelaskan oleh Dwi, tantangan ini juga disikapi dengan cara yang berbeda. Misalnya saat kondisi kurang menguntungkan, banyak perempuan wirausaha tidak beralih usaha, tapi justru menekan pengeluarannya. Dan biasanya yang ditekan adalah pengeluaran pribadi, termasuk untuk kesehatan. Di sisi lain, perempuan ibu tunggal yang juga perempuan wirausaha biasanya lebih berkorban lagi. "Pandemi membuat banyak sekali pengorbanan yang dialami perempuan wirausaha. Keadaan ini sebetulnya bukan karena pandemi saja, tapi juga sebelum pandemi. Kalau ada protection yang lebih baik, pengorbanan yang tadi disebutkan tidak harus terjadi," ungkap Dwi. 

Melalui pembangunan ekonomi inklusif, menurut Dwi setiap orang perempuan atau laki-laki akan bisa mengambil manfaat kesempatan ekonomi yang ada di sekeliling mereka. “Di dalam prioritas W20, ekonomi inklusi ini harusnya jadi bahan pemikiran bagi G20 leaders, bagaimana ekosistemnya bisa memungkinkan bagi perempuan wirausaha untuk bisa mengembangkan bisnisnya. Salah satunya dengan memungkinkan ada dukungan terhadap peran mereka seperti penitipan anak, social protection dan fasilitas-fasilitas yang sebenarnya, bukan hanya perempuan yang bisa menikmatinya," ujar Dwi.

Dalam panel yang sama, Shinta Kamdani, Koordinator Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua B20 Indonesia mengatakan, “Dalam presidensi G20 Indonesia ini, ekonomi di masa depan memang diarahkan mengedepankan inklusivitas, tidak hanya untuk gender tapi juga UMKM. Selama ini G20 eksklusif pada topik-topik negara maju sekarang membumikan dalam bentuk UMKM dalam pembahasan task force. Bentuknya dalam policy recommendation dan action point yang diharapkan membawa nilai-nilai inclusivity dan equality,” ujar Shinta dalam panel IWC 2022. B20 adalah business engagement group dari G20, dimana semua pelaku usaha ada di B20. 

Shinta menyebutkan, G20 dan B20 Indonesia memiliki perhatian besar terhadap UMKM khususnya yang dimiliki wanita. Salah satu yang wujudnya adalah dengan membentuk Women in Business Action Council, program yang khusus mengedepankan isu-isu yang berkaitan perempuan wirausaha. Dalam Women in Business Action Council dikembangkan platform One Global Women Empowerment yang memiliki visi untuk memberdayakan setiap kewirausahaan wanita dalam ekonomi global yang akan dibangun sebagai warisan global yang berkelanjutan.

Pada saat yang sama, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga terus berupaya untuk mendukung perempuan pelaku bisnis, khususnya untuk menembus pasar global. Merry Maryati, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mengatakan, salah satu yang dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan promosi untuk menjangkau pasar yang belum terjamah dan memperluas dan menambah komoditas di negara tertentu. Pemerintah juga menempatkan perwakilan perdagangan di 46 negara yang memiliki program untuk mempromosikan produk UMKM. 

Di samping itu untuk meningkatkan daya saing ekspor pemerintah melakukan sertifikasi, food safety, sertifikasi kekayaan intelektual, kemasan, desain, dan pelatihan ekspor. Kementerian Perdagangan juga memiliki layanan digital InaExport, layanan satu atap untuk mengakses informasi bagi pelaku ekspor, seperti apa saja persyaratan dan kebutuhan di negara-negara tujuan ekspor. 

Dukungan terhadap perkembangan UMKM perempuan memang bisa dilakukan oleh semua unsur masyarakat, termasuk media. Petty S. Fatimah, Direktur Editorial PT Prana Dinamika Sejahtera & Pemimpin Komunitas dan Pemimpin Redaksi Femina Media menjelaskan, sejak tahun 2019 terus melakukan upaya nyata untuk mendukung perkembangan UMKM milik perempuan melalui kerjasama Wanita Wirausaha Femina dengan Meta melalui program  #SheMeansBusiness berupa kelas-kelas webinar untuk mengakselerasi digitalisasi serta program Scale Up untuk pelaku bisnis. Program ini juga didukung dengan baik oleh Kementerian Perdagangan. Tahun 2022 Wanita Wirausaha Femina juga bergandengan dengan Women20 atau W20 dalam pengembangan wanita wirausaha. 

“Femina menemukan enam kecenderungan wanita wirausaha di masa pandemi, yaitu ingin digitalisasi usaha, tumbuhnya pebisnis baru dengan berbagai alasan termasuk digitalisasi, pengetahuan bisnis praktis hadapi perubahan, ingin tahu peluang dan pengetahuan ekspor (via online), best practice dari sesama wirausaha, dan ingin komunitas yang mendukung berbagi,” ujar Petty.  

Agar akselerasi UMKM mencapai ekonomi inklusif yang lebih cepat Femina menawarkan wanwir ekosistem 2022, salah satunya dengan menyelenggarakan IWC 2022. Wanita Wirausaha Femina bermitra dengan Meta melalui program #SheMeansBusiness juga telah memutuskan untuk melakukan rangkaian program: 16 kelas Wanwir Mahir Digital Training bertema Digital Marketing dan Financial Literacy, 4 Bincang UKM yang menghadirkan para pakar dari kementerian terkait dalam pengembangan UMKM di Indonesia serta para wirausaha juara, scale up, dan menambah whatsapp catalog. “Saya optimis, wanita wirausaha bukan hanya potensial, tapi juga bersemangat untuk belajar.” (f)

Saksikan tayangan lengkap Indonesia Womenpreneurs Converence 2022, klik tautan berikut https://fb.watch/bYrEf8JcpB/​


Baca Juga: 
Segera Hadir! INDONESIA WOMENPRENEURS CONFERENCE 2022
Gunakan Tagar BuyFromHer, Meta Dukung Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Indonesia
Mendag M. Lutfi: Kolaborasi Ciptakan Langkah Konkret bagi Pertumbuhan Wirausaha Perempuan Indonesia



Topic

#iwc2022, #buyfromher, #wanitawirausaha, #wanwirfemina, #umkm, #bisnis

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?