Sambutan hangat kembalinya Beyoncé di Met Gala setelah satu dekade (dalam busana Olivier Rousteing) berdampingan dengan berita soal pengaruh raksasa teknologi
Gemerlap Met Gala 2026 tahun ini memang berbeda, karena diramaikan gelombang kritik.
Di balik tema ekshibisi Metropolitan Museum of Art tahun ini yaitu Costume Art, perayaan fashion berkaitan dengan isu ketimpangan sosial, kekuasaan, dan peran miliarder teknologi.
Beberapa hari sebelum acara, pada tanggal 1 Mei, Metropolitan Museum of Art jadi lokasi aksi tak biasa. Kelompok aktivis Everyone Hates Elon menyebarkan ratusan botol kecil berisi cairan menyerupai urine sebagai simbol protes terhadap Jeff Bezos, sponsor Met Gala 2026.
Aksi ini merujuk pada tuduhan bahwa pekerja Amazon, konglomerasi yang dibangun Bezos, kerap tidak mendapat waktu istirahat, bahkan hingga harus menggunakan botol untuk buang air kecil saat bekerja.
Pesan mereka jelas; di tengah kekayaan luar biasa Bezos, kondisi pekerja masih dipertanyakan. Kritik semakin tajam karena Bezos dan istrinya, Lauren Sánchez Bezos, justru mensponsori sekaligus ikut jadi tuan rumah dari perhelatan fashion paling prestisius ini. Bezos secara pribadi dikabarkan mengucurkan 10 juta dolar untuk Met Gala 2026.
Tak berhenti di situ, protes juga menjalar ke jalanan New York lewat poster, proyeksi video, hingga acara tandingan bertajuk Ball Without Billionaires.
Sejumlah selebritas pun memilih absen, termasuk Wali Kota NYC Zohran Mamdani dan istrinya, Rama Duwaji. Terbetik kabar kalau Meryl Streep menunda lagi debutnya di Met Gala karena kehadiran Bezos dan istrinya.
Sebagian tampilan dramatis sesuai dress code di Met Gala 2026: Petenis Naomi Osaka (Robert Wun), Rihanna (Maison Margiela Couture), influencer Emma Chamberlain (Mugler)
Namun ironisnya, di tengah semua kritik bahkan isu boikot, Met Gala justru berjalan meriah dan mencetak rekor baru, mengumpulkan dana hingga lebih dari 42 juta dolar AS. Tahun lalu, Met Gala mengumpulkan 31 juta dolar, jumlah terbanyak sepanjang sejarah acara ini, dan ternyata bertahan setahun saja.
Ini menjadikannya tahun paling sukses secara finansial—bukan didorong oleh konglomerasi rumah mode, melainkan oleh raksasa teknologi.
Perusahaan seperti Meta, OpenAI, dan Snapchat ikut membeli meja eksklusif (tiket individu harganya 100 ribu dolar, sementara harga per meja 350 ribu dolar)—para pendiri dan CEO mereka pun hadir, menandai pergeseran besar dalam ekosistem acara ini.
Urusan fashion, Met Gala 2026 juga dimeriahkan tampilan selebritas yang bukan hanya spektakuler sesuai dress code Fashion Is Art, tapi juga menyinggung konteks kontroversinya.
Contohnya busana karya Christian Siriano yang dikenakan Janelle Monae. Desainnya menggabungkan jalinan kabel dengan lumut, serta dihiasi kupu-kupu dan capung yang bisa bergerak mengikuti mobilitas tubuh Janelle. Meski busana ini versi futuristik dari alter ego Janelle, Cindi Mayweather, desain custom couture itu dianggap menyindir raksasa teknologi.
Fashion dalam seni yang membawa pesan versi Sarah Paulson (Matières Fecales) dan Janelle Monae (Christian Siriano)
Sementara Sarah Paulson (dalam busana jenama Prancis Matières Fecales) memakai penutup mata berupa selembar uang satu dolar, yang melambangkan sindiran kepada kalangan superkaya, sesuai tema total look-nya, The 1 Percent.
Met Gala 2026 memang berbeda. Ia menjadi cerminan zaman—di mana estetika, kekuasaan, dan aktivisme bertabrakan dalam satu malam yang sama.
Di tangga museum, gaun-gaun tetap berkilau. Namun di luar, suara protes mengingatkan bahwa di balik kemewahan, selalu ada cerita lain yang menuntut untuk didengar. (f)
Zornia Harisantoso
Topic
#MetGala




