Trending Topic
Mengenal Conscious Lifestyle, Tren Gaya Hidup Konsumen ASEAN, Termasuk Indonesia

29 Jun 2020


Foto: Pexels

Bagi masyarakat Jepang, kesadaran diri tentang pentingnya menjadi konsumen yang sadar akan akibat dari produk yang digunakan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sejak lama. Salah satu bentuknya adalah masyarakat Jepang terbiasa pisahkan limbah dan mendaur ulang. Gaya hidup inilah yang dieknal dengan istilah Conscious lifestyle. 

Orang yang menjalankan conscious lifestyle merupakan bagian dari conscious customer, yaitu konsumen yang membuat keputusan pembelian produk dengan mempertimbangkan kontribusi pada lingkungan sosial. Conscious customer merupakan pasar mindful. Mereka mencari cara agar dapat membeli sesuatu dengan alasan positif, dan secara aktif mencari solusi atas dampak negatif dari konsumerisme di dunia.

Riset yang dilakukan oleh Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN), institusi di bawah naungan salah satu perusahaan periklanan terbesar di Jepang, Hakuhodo Inc, menunjukkan bahwa belakangan gaya hidup konsumen ala Jepang ini mulai dikenal luas di masyarakat ASEAN. Penelitian berjudul “The Rise of Conscious ASEANs: Why should you CARE? ini berusaha untuk menggali kesadaran dan perilaku masyarakat ASEAN akan gaya hidup serta pilihan mereka yang memengaruhi aspek sosial dan lingkungan. Hasilnya, ada peningkatan kesadaran yang pesat akan gaya hidup ramah lingkungan dan keberlanjutan tersebut.

“Melalui penelitian ini, kami mengidentifikasi tindakan-tindakan nyata dari conscious lifestyle yang diperlihatkan oleh masyarakat ASEAN. Kami menggunakan tiga jenis pendekatan penelitian, yaitu metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 4.500 orang, metode kualitatif dengan sampel sebanyak 24 orang, dan melakukan wawancara dengan 12 orang Key Opinion Leader (KOL),” jelas Devi Attamimi, Institute Director HILL ASEAN dan Executive Director Strategy Hakuhodo International Indonesia.
 

Foto: Dok. Hakuhodo Inc.
 
Berdasarkan penelitian tersebut ditemukan bahwa lebih dari 50% masyarakat ASEAN mempraktikkan conscious lifestyle. Beberapa hal yang dilakukan adalah memilih manfaatkan transportasi umum dibandingkan mengendarai kendaraan pribadi, memilih produk buatan lokal, membawa tas belanja sendiri, memilah sampah sebelum dibuang, dan membawa botol air minum sendiri saat bepergian.
 
Lalu seberapa banyak masyarakat ASEAN yang menyadari dan mengambil sikap conscious lifestyle? Sebanyak 90% dari mereka mengetahui konsep conscious lifestyle, 80% mempraktikkannya, dan 78% mengetahui sekaligus mempraktikkan konsep conscious lifestyle. Sementara itu, di Indonesia 86% masyarakatnya menyadari dan mempraktikkan conscious living.

Conscious lifestyle terbagi 3 kategori, yaitu orang yang melakukannya jika ada orang lain yang menyuruh (pasif), orang yang berinisiatif sendiri dalam melakukan conscious lifestyle (pro aktif), dan orang yang melakukan sekaligus mengajak lingkungannya untuk berpartisipasi (lead). Berdasarkan penelitian, 86% masyarakat ASEAN proaktif melakukan conscious lifestyle. Begitu pula di Indonesia sebagian besar masyarakatnya menjalani conscious lifestyle secara proaktif, yaitu sebanyak 64%.

Sementara itu, 73% masyarakat ASEAN termotivasi jalani conscious lifestyle untuk kebaikan diri-sendiri, keluarga, dan bangsa. Beberapa di antara mereka melakukannya karena krisis kehidupan, untuk hidup lebih bermakna, bentuk empati pada masyarakat, dan demi menolong komunitas lain yang membutuhkan. Hal serupa juga terjadi di Indonesia, 72% melakukannya demi kemaslahatan diri, keluarga, dan bangsa.

Uniknya, masyarakat ASEAN menyikapi conscious lifestyle dengan santai. Walaupun mereka menerapkan gaya hidup ini dalam keseharian, namun masyarakat ASEAN tak mau melakukan tindakan yang mempersulit diri sendiri. Mereka menjalani conscious lifestyle sesuai kemampuan. Di samping itu, mereka lebih suka mendorong orang lain untuk sadar akan dampak lingkungan dengan menyebarkan informasi positif, ketimbang mengkritik hal-hal negatif yang terjadi di sekitarnya. Ini dianggap sebagai sebuah hal yang baik, karena cara seperti itu dinilai bisa membuat mereka konsisten menjalani conscious lifestyle dalam jangka panjang.

Berdasarkan fakta di atas, HILL ASEAN memperkenalkan sebuah istilah baru yaitu the Consciouslites. “Temuan riset ini menjadi bukti perkembangan tren yang sangat positif. Kami menyaksikan terbentuknya segmentasi masyarakat baru, yaitu mereka yang sudah sepenuhnya sadar menjalankan gaya hidup yang bertanggung jawab dalam kesehariannya. Kelompok ini kami sebut sebagai the Consciouslites sebagai segmen yang akan mendominasi pasar dalam waktu dekat,” terang Devi. (f)
 

 
BACA JUGA:
Bahaya Bakteri Listeria yang Ditemukan Terkontaminasi pada Jamur Enoki Impor
Indonesia Brand Forum 2020, Membedah Model Bisnis dalam Pandemi COVID-19
Wanita Bisa Jadi Pahlawan Melawan COVID-19



 


Topic

#ASEAN, #AsiaTenggara, #consciouslifestyle, #konsumen

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?