Trending Topic
Ancaman Mematikan Gelombang Panas, Ini Fakta yang Perlu Anda Ketahui

20 Jul 2018


Foto: Pixabay

Serangan gelombang panas di Jepang setidaknya telah membunuh 14 orang dalam sepanjang akhir pekan kemarin. Setidaknya lebih dari 2.000 orang dilarikan ke rumah sakit karena terkena serangan hawa panas. Serangan hawa panas ini menyusul bencana banjir di Jepang yang telah menewaskan lebih dari 200 orang.

Intensitas suhu di Jepang meningkat tajam, sejak akhir pekan lalu, hingga memasuki minggu ini. Dari 927 lokasi yang terpantau pada Senin (16/07), sebanyak 186 di antaranya berada di status “sangat panas”. Sementara itu titik suhu terpanas terpantau di Gifu Prefecture, di antaranya di daerah Ibigawa dan Tajimi, yang mencapai 39 derajat Celcius.

Jepang bukan satu-satunya negara yang mendapat serangan hawa panas. Serangan serupa terjadi di banyak negara, mulai dari California, Amerika Serikat hingga ke Afrika Utara.

World Meteorogical Organization mengatakan bahwa seharusnya saat ini bumi sedang berada pada siklus dingin La Niña. Namun, tingginya angka pencemaran udara yang meningkatkan gas-gas efek rumah kaca menciptakan gelombang panas yang berdampak buruk bagi keberlangsungan hidup di atas bumi.

Studi berjudul Global Risk of Deadly Heat (2017) mengungkap bahwa jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, maka pada tahun 2100 nanti, tiga dari empat orang di Bumi mengalami 20 hari periode gelombang panas dengan kelembapan tinggi dalam setahunnya.
 
“Gelombang panas sangat mematikan, sebab tubuh manusia hanya bisa berfungsi pada kisaran sempit temperatur 37 derajat Celcius,” ungkap Camilo Mora, Associate Professor di University of Hawaii di Manoa, pimpinan tim peneliti internasional yang melakukan studi tersebut.

Saat ini, 30% populasi dunia mengalami setidaknya 20 hari gelombang panas yang mematikan. Apabila tidak ada usaha serius untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, maka pada tahun 2100 persentasi populasi yang terdampak diperkirakan melonjak hingga 74%!

Dengan kondisi yang buruk ini, upaya terbaik mengurangi emisi bahan bakar fosil seperti yang tercantum dalam Paris Agreement, hanya dapat mengurangi 50% saja dari populasi yang terdampak.

“Namun, jika kita tidak melakukan apa-apa, maka 70% dari populasi manusia akan terdampak oleh gelombang panas, dan itu akan sangat mengerikan!” ungkap Mora.(f)

 


Topic

#lingkunganhidup

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?