Dilihat terus juga saldonya nggak naik-naik. Foto ilustrasi: Canva
Punya gaji pas-pasan di zaman harga serba naik itu rasanya kayak main game level hard tanpa cheat.
Baru gajian, tahu-tahu saldo tinggal angka cantik.
Tapi kabar baiknya: Menabung itu masih mungkin, bahkan dengan gaji minimal—asal strateginya realistis dan tetap sesuai dengan kondisi kamu.
Yuk, kita bahas cara bertahan (dan pelan-pelan maju) yang adaptable ini.
1/ Jangan self-blaming
Pertama banget, stop nyalahin diri sendiri. Gaji minimal bukan tanda kamu gagal, tapi realitas hari ini.
Fokusnya bukan “Kok, aku miskin”, tapi “Gimana caranya aku ngatur uang secerdas mungkin dari yang ada?” Mindset ini penting biar kamu nggak stres duluan sebelum mulai.
2/ Menabung itu bukan nominal
Kalau gaji kamu pas UMR atau di bawahnya, jangan bandingkan diri sama konten “nabung 50% gaji.”
Kamu bisa mulai dari Rp10.000-Rp20.000 per hari, atau maksimal 5% dari gaji.
Kecil? Iya. Nggak keren? Justru konsistensi itu quiet flex.
3/ Auto pisahkan uang di hari gajian
Begitu gaji masuk, langsung sisihkan tabungan, baru sisanya buat hidup.
Triknya adalah dengan memindahkannya ke rekening berbeda, aktifkan auto-debit tabungan, dan pantang pakai rekening tabungan buat jajan online.
Kalau uangnya nggak kelihatan, godaannya juga lebih kecil.
4/ Bedakan “butuh” dan “capek”
Banyak pengeluaran bocor bukan karena butuh, tapi karena capek kerja, stres, dan FOMO.
Dua pertanyaan ini penting sebelum membeli:
- Ini bikin hidup lebih mudah atau cuma bikin senang sebentar?
- Aku beli ini karena perlu atau karena pengin validasi?
Self-reward boleh, tapi nggak harus tiap hari, kan....
5/ Catat pengeluaran sesimpel mungkin
Nggak perlu ribet pakai spreadsheet kalau itu bikin malas. Cukup dengan bikin catatan di notes HP, pakai aplikasi keuangan gratis, atau tulis total harian.
Tujuannya cuma satu: Kamu tahu ke mana uangmu pergi, bukan nebak-nebak.
6/ Cari uang tambahan yang masuk akal
Dengan gaji minimal, menabung bakal lebih ringan kalau ada tambahan.
Kamu bisa kerja freelance kecil-kecilan, jual barang yang jarang dipakai, atau cari pekerjaan online sesuai skill.
Kamu nggak harus side hustle berlebihan. Capek juga bagian dari biaya hidup.
7/ Jangan banding-bandingkan progres finansial
Timeline finansial tiap orang beda. Ada yang langsung stabil, ada yang pelan. Yang penting, kamu nggak nambah utang konsumtif, dan setiap pengeluaran ada sisa, meski kecil.
Pelan asal konsisten lebih oke dibandingkan progres yang cepat tapi berhenti di tengah jalan.
Punya gaji minimal di ekonomi sekarang itu berat—dan kamu nggak sendirian. Nabung mungkin nggak terasa signifikan hari ini, tapi itu tanda kamu punya kendali, bukan sekadar bertahan.
Nggak ada salahnya mengutip kata orang bijak, “Uangmu mungkin kecil sekarang, tapi kebiasaan baikmu lagi tumbuh besar.”
Pelan-pelan ya. Kita sama-sama lagi belajar dan bertumbuh. (f)
Baca juga:
5 Cara Hidup Hemat in This Economy
8 Cara Sambut Akhir Tahun dengan Tenang dan Terarah
7 Cara Ini Bisa untuk Mengubah Amarah Jadi Kebaikan untuk Diri Sendiri
Brianna Relisha


