
Foto: Unsplash
Lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air sepanjang Juni 2021 belum juga mereda. Data Satgas COVID-19 menunjukkan adanya kenaikan sebanyak 381% atau hampir 5 kali lipat dalam waktu hanya 6 minggu.
Dari total kasus aktif di DKI Jakarta sebanyak 70.039 orang, kini ditemukan adanya 128 kasus varian baru yang masuk ke dalam Variant of Concern (VoC) yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Informasi mengenai kasus varian baru di DKI Jakarta yang berasal dari cuitan ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono dalam akun Twitter pribadinya ini mengungkapkan bahwa jumlah tersebut terdiri dari beberapa varian, di antaranya 111 varian Delta, 11 varian Alpha, 5 varian Beta, dan 1 varian Kappa.
Menurut WHO, semua virus (termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19) berevolusi dari waktu ke waktu. Ketika virus mereplikasi atau membuat salinan dari dirinya sendiri, virus terkadang berubah sedikit. Perubahan ini disebut “mutasi”. Sebuah virus dengan satu atau lebih mutasi baru disebut sebagai "varian" dari virus asli.
Berikut keempat varian baru virus corona yang kini telah beredar di Indonesia:
Varian baru virus corona ini pertama kali ditemukan di Inggris dan menurut hasil studi tim peneliti gabungan dari WHO, London School of Hygiene and Tropical Medicine, dan Imperial College London memiliki level transmisi sebesar 29%.
Varian baru virus corona ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan memiliki tingkat penularan lebih tinggi 25% dibandingkan varian aslinya.
Varian baru virus corona ini pertama kali ditemukan di India dan memiliki tingkat penularannya lebih tinggi 97% dibandingkan varian aslinya. Hal ini menjadikan varian Delta memiliki tingkat penularan yang tertinggi dibandingkan varian baru corona lainnya.
Varian baru virus corona yang kasusnya baru saja ditemukan di Jakarta ini merupakan turunan dari varian Delta. Berbeda dengan ketiga varian lainnya, varian Kappa tidak masuk ke dalam Variant of Concern (VoC) atau varian yang menjadi perhatian WHO, melainkan masih dikelompokkan ke dalam Variants of Interest (VoI).
Namun menurut Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, seperti yang dilansir oleh katadata.co.id, varian Kappa disebut lebih mudah menyebar dan menginfeksi, bahkan hanya dengan berpapasan saja.
Lalu apa dampak berbagai varian baru virus corona terhadap Anda yang telah divaksin? Pernyataan yang dikeluarkan oleh WHO melalui situs resminya mengungkapkan bahwa, “Vaksin COVID-19 yang saat ini dalam pengembangan atau telah disetujui diharapkan dapat memberikan setidaknya beberapa perlindungan terhadap varian virus baru karena vaksin ini menghasilkan respons imun yang luas yang melibatkan berbagai antibodi dan sel.” (f)
Baca Juga:
Ibu Hamil, Sekarang Giliran Anda Untuk Vaksinasi
Virus Corona Varian Delta Makin Mengkhawatirkan, Masyarakat Disarankan Pakai Masker Dobel
Waspada Virus Corona Varian Delta, Lebih Cepat Menular
Topic
#covid-19, #pandemi, #viruscorona, #corona, #varianbaru


