Trending Topic
147 Calon Vaksin COVID-19 Sedang Dikembangkan, 18 Di Antaranya Masuk Uji Klinis

7 Jul 2020


(Foto: Pexels)

Beberapa waktu lalu, Kementrian Pertanian (Kementan) RI memperkenalkan kalung aromaterapi yang menuai kontroversi. Kalung ini terbuat dari tanaman eucalyptus yang diyakini dapat membunuh virus Sars-CoV2.

Meskipun Kementan telah mengklarifikasi bahwa kalung eucalyptus hanyalah aksesoris kesehatan untuk aromaterapi, kejadian itu sempat menimbulkan pro kontra. Banyak orang menganggap bahwa Kementan telah mengklaim kalung eucalyptus sebagai antivirus tanpa dasar penelitian.

Di sisi lain, para ilmuwan di berbagai belahan dunia terus berusaha temukan vaksin COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan keberadaan 147 program vaksin di seluruh dunia. Sebanyak 18 di antaranya sedang memasuki fase uji klinis di fasilitas penelitian di AS, China, Inggris, Rusia, Korea Selatan, dan sebagainya.

Vaksin yang diteliti di Amerika Serikat, China, dan Inggris menunjukkan perkembangan yang menjanjikan

1. Amerika Serikat

Perusahaan biotek Moderna, tengah mengembangkan vaksin corona bernama mRNA-1237. Berdasarkan hasil penelitian, vaksin tersebut dapat menghasilkan antibodi COVID-19 yang sama pada pasien yang telah sembuh dari COVID-19.

Uji klinis fase ketiga vaksin ini dimulai pada Juli 2020 dan melibatkan 30.000 relawan. Moderna disebut akan dapat memproduksi 500 juta hingga 1 milyar dosis vaksin COVID-19 pertahun. Perusahaan ini telah menerima dana untuk meningkatkan produksi agar dapat memvaksinasi 300 juta orang di awal tahun depan.

Tak hanya Moderna, sejumlah perusahaan Amerika Serikat seperti Pfizer, Inovio, dan Novavax juga sedang mengembangkan kandidat vaksin.
 
2. Cina
Menurut Dr. Zhong Nanshan, pakar penyakit menular, vaksin pertama dari Cina siap digunakan pada awal musim gugur atau September mendatang.

"Beberapa dari vaksin tersebut bisa digunakan untuk keadaan darurat, diperkirakan pada akhir tahun ini. Kami percaya, di musim gugur atau musim dingin (November) ini pun sudah bisa digunakan," jelasnya seperti dikutip dari Daily Mail.

Beberapa vaksin yang telah memasuki uji klinis tahap akhir antara lain Ad5-nCoV, CoronaVac, dan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi China National Biotech Group (CNBG).

3. Inggris
Perusahaan farmasi AstraZeneca bekerja sama dengan Universitas Oxford tengah mengembangkan vaksin COVID-19 yang sudah memasuki fase ketiga.

"Ini adalah sesuatu yang harus kita uji dan ikuti dari waktu ke waktu. Kita tidak tahu sampai kita benar-benar memiliki data. Tetapi kita optimistis berdasarkan studi sebelumnya bahwa kita akan melihat durasi kekebalan yang lebih baik, setidaknya untuk beberapa tahun, dan mungkin lebih baik daripada kekebalan yang didapat secara alami," ujar Profesor Sarah Gilbert, pimpinan proyek vaksin sebagaimana dikutip dari cnbcindonesia.com.
 
Para pakar punya beragam pendapat tentang kesiapan vaksin COVID-19. Byram Bridle, imunolog virus dari University of Guelph Canada berpendapat vaksin membutuhkan waktu empat hingga sepuluh tahun untuk pengembangan.

“Vaksin sama sekali tidak bisa dikembangkan dalam periode waktu yang begitu singkat," katanya seperti dikutip dari Globalnews.

Sementara itu, Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular Amerika Serikat optimis vaksin COVID-19 di negeri Paman Sam akan siap pada akhir 2020 atau awal 2021.

"Dalam beberapa waktu lagi, vaksin untuk virus SARS-CoV-2 yang berlisensi akan tersedia untuk masyarakat umum," ungkapnya.(f)



BACA JUGA:
Mengenal Conscious Lifestyle, Tren Gaya Hidup Konsumen ASEAN, Termasuk Indonesia
Bahaya Bakteri Listeria yang Ditemukan Terkontaminasi pada Jamur Enoki Impor
Ini Empat Media Sosial yang Paling Banyak Digunakan

 
 


 


Topic

#vaksin, #antivirus, #corona, #vaksincovid-19, #calonvaksin

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?