Siapa yang tak kenal monogram LV? Motif dengan inisial berpola tersebut berhasil menjadi identitas brand ini dan menjadi salah satu rumah mode paling terkenal sedunia. Dalam sejarahnya, monogram LV diciptakan untuk mengatasi produk-produk jiplakan yang beredar seiring dengan naiknya popularitas brand tersebut.
Sebelum memasuki industri mode, Louis Vuitton adalah pembuat tas koper atau dikenal dengan sebutan trunk. Ia mendirikan label dengan namanya sendiri pada tahun 1854 dan menciptakan koper dengan menggunakan material kanvas Trianon yang memungkinkan koper dibuat dengan sisi rata sehingga bisa ditumpuk dengan mudah. Lantas, koper LV segera jadi populer, bahkan mulai banyak ditiru. Untuk mengatasinya, Vuitton menciptakan motif kotak-kotak warna cokelat dan beige yang dikenal dengan nama Damier Canvas disertai logo bertuliskan ‘marque L. Vuitton déposée’, yang menunjukkan bahwa LV merupakan merek terdaftar.
Baru pada tahun 1896, anak Louis, Georges Vuitton, memperkenalkan monogramnya yang terkenal untuk pertama kali. Simbol grafisnya menggunakan motif quatrefoils serta flora yang banyak dipengaruhi oleh ornamen Jepang dan oriental yang menjadi tren di penghujung era Victorian. Berkat monogramnya, LV tercatat sebagai salah satu contoh penerapan awal dalam fashion branding yang dianggap sukses.
Produk Ikonis:
Louis Vuitton Speedy Bag
Saat pertama kali dilansir pada tahun 1932, tas monogram menjadi hal yang sangat penting bagi LV saat menjalani transisi dari brand pembuat koper mewah ke sebuah fashion brand. Setelah tas Keepall yang dipakai untuk bepergian menjadi populer, banyak pelanggan meminta Georges Vuitton untuk membuat tas berukuran lebih kecil untuk dibawa dalam perjalanan pendek, dan lahirah tas Speedy!
Trisna Adiwibawa



