Curhat Colongan
Hampir di setiap kuliahnya, sang dosen bakal berbagi tentang pengalaman hidupnya. Selama masih nyambung dengan materi kuliah, sih, maklum aja. Tapi, ujung-ujungnya, sang dosen malah curcol. Kalau dosen ini mulai kumat bercerita, kita bisa menginterupsi beliau dengan mengajukan pertanyaan yang menyangkut materi kuliah.
Hampir di setiap kuliahnya, sang dosen bakal berbagi tentang pengalaman hidupnya. Selama masih nyambung dengan materi kuliah, sih, maklum aja. Tapi, ujung-ujungnya, sang dosen malah curcol. Kalau dosen ini mulai kumat bercerita, kita bisa menginterupsi beliau dengan mengajukan pertanyaan yang menyangkut materi kuliah.
Motivator
Nggak hanya Mario Teguh yang bisa jadi motivator, dosen pun sering menyemangati mahasiswa. Sebenarnya, kita beruntung punya dosen yang bersemangat memberi ilmu seperti beliau. Suasana kelas jadi nggak membosankan dan 'hidup'. Tapi, biasanya, tipe dosen seperti ini suka sok akrab. Kita berhak, kok, memberi batasan kalau memang nggak nyaman terlalu dekat dengan beliau.
Malas Ngajar
Setiap ikut kelasnya, kita cuma disuruh mencatat, merangkum, atau mengerjakan tugas. Sedangkan beliau cuma duduk atau bermain ponsel.Parahnya, di jam mengajar, beliau juga suka meninggalkan kelas danbaru kembali menjelang kelas usai.
Sadar nggak, artinya, kita membayar biaya kuliah dengan percuma untuk dosen tersebut. Makanya, kita berhak melaporkan sikap dosen ini kepada kepala jurusan kalau kelakuannya berkelanjutan.
Kriuuk....
Bermaksud mencairkan suasana, dosen ini senang membuat lelucon atau mempermalukan mahasiswanya. Lebih baik jangan mengambil hati setiap leluconnya, apalagi kalau kita yang menjadi subjeknya. Kalau sikapnya memang sudah keterlaluan dan menyinggung 'korban', kita harus melaporkannya kepada pihak kampus.
Pelit Nilai
Bagi dosen yang satu ini, nilai A hanya milik Tuhan. Makanya, dia sangat pelit memberi nilai dan menganggap semua mahasiswanya berada di bawah tingkat intelejensianya. Biasanya, nih, dosen seperti ini punya mahasiswa kesayangan yang lebih diperhatikan. Kita harus bisa pandai mengambil hatinya dan menjadi anak kesayangannya. Salah satu caranya, banyak bertanya—tapi bukan untuk memojokkan dan banyak memuji.
Penerima Upeti
Agak malas, sih, menghadapi dosen yang senang 'dimanjakan' dengan hadiah.Tapi selama prestasi akademis kita baik, nggak perlu khawatir dengan dosen ini.Nggak mungkin, kan, beliau memberi nilai yang menjatuhkan kalau nilai kita di mata kuliah baik-baik saja. Kalau memang merasa mampu mengikuti kuliahnya, kita bisa menuntut bukti penilaiannya terhadap tugas kita. CC


