Peach gum setelah dikeringkan (kiri), dan diolah jadi dessert. Foto ilustrasi: Canva
Sudah banyak kafe dan jenama healthy food yang menyajikan peach gum dalam menu mereka, misalnya Warm Peach Gum Soup atau sebagai bahan dalam minuman dingin, bersama biji bunga teratai dan jamur salju. Namun, tidak banyak yang mengetahui asal-usulnya.
Di pasaran, bahan yang bentuknya mirip batu amber ini umumnya dijual dalam keadaan kering. Sebelum diolah, peach gum harus direndam dan dimasak terlebih dahulu hingga mengembang dan bertekstur kenyal seperti jeli, sehingga dapat menyerap cita rasa dari bahan lainnya.
Sekresi 'cantik' mirip batu amber! Foto ilustrasi: Canva
Peach gum sebenarnya merupakan sekresi alami dari pohon persik (Prunus persica) yang dipanen dari batangnya. Meski berasal dari pohon persik, peach gum tidak memiliki rasa yang kuat.
Sekresi ini adalah resin atau getah yang dikeluarkan oleh pohon saat batang atau cabangnya mengalami luka—baik secara mekanis, akibat infeksi jamur, maupun stres lingkungan—sebagai bagian dari mekanisme perlindungan dan penyembuhan alami. Getah tersebut kemudian mengeras ketika terkena udara dan membentuk kristal berwarna kekuningan.
Di Asia, khususnya Tiongkok, peach gum telah digunakan selama berabad-abad baik dalam pengobatan tradisional maupun kuliner, berkat teksturnya yang unik.
Masyarakat Tiongkok juga percaya akan berbagai khasiat peach gum, seperti tingginya kandungan kolagen nabati serta antioksidan. Konsumsinya secara teratur dipercaya dapat membuat kulit lebih bercahaya dan awet muda. (f)
Baca juga:
BORN dari Chef Zor Tan Menghidupkan Kenangan di Atas Piring
Pengalaman Kuliner Kontemporer Inggris Kelas Michelin di The Crown by Kirk Westaway
Trifitria Nuragustina
Topic
#jualpeachgumJKT, #kuliner




