Sex & Relationship
Menengok 4 Festival Seks di Dunia

27 Aug 2016


Foto: 123RF

 
Lupakan buku dan literatur sebagai sumber mendulang pengetahuan tentang seks. Lewat berbagai festival seks unik yang diadakan tiap tahun di berbagai belahan dunia ini, wawasan dan pengalaman mendebarkan bisa Anda dapatkan bersama pasangan. Festival-festival seks berikut ini menawarkan petualangan dan eksplorasi seksual baru.
 

Seattle Erotic Art Festival (www.seattleerotic.org)
Lokasi: Seattle Center Exhibition Hall, Washington, Amerika Serikat
Waktu penyelenggaraan: April
 
Pertama kali diselenggarakan tahun 2003, festival yang digagas Sex Positive Community Center ini telah bertransformasi menjadi Foundation for Sex Positive Culture. Ratusankarya seni erotis, seperti lukisan, foto, patung, buku, bahkan film pendek dengan gaya surealis, disajikan di sini. Tujuannya untuk mempromosikan kebebasan berekspresi dan budaya seks yang positif.

Imajinasi Anda akan terhanyut melihat karya-karya seni yang telah dipilih dan dikuratori dengan saksama oleh beberapa seniman erotis terbaik dunia. Aktivitas seks alternatif seperti bermain peran, sirkus yang diperankan oleh pria dan wanita berpakaian seksi, serta live music dengan pertunjukan panggung erotis juga disajikan untuk makin membakar gairah Anda.

Berlangsung selama 3 hari, festival ini juga diisi dengan beragam perlombaan yang tentu berkaitan dengan seksualitas, seperti lomba melukis dan body painting. Para pengunjung, baik wanita maupun pria, bisa berkesempatan menjadi objek dalam beragam lomba tersebut.
Tak hanya display erotis, event ini juga menghadirkan talk show, misalnya isu tentang kesamaan gender serta homoeroticism yang dipaparkan secara mendalam oleh para pakar seks, juga bedah buku Sex For One: The Joy of Self-Loving yang mengulas tentang seni feminis dan seksualitas wanita.

Untuk menghindari penjiplakan karya, tiap pengunjung dilarang membawa kamera profesional. Kamera ponsel masih diperbolehkan, tapi tidak boleh memotret karya seni. Dilarang merekam video dan  dilarang memakai Google glass selama berada di dalam area pertunjukan.
 
 
Kinky Copenhagen
Lokasi: Kopenhagen, Denmark
Waktu penyelenggaraan: Oktober
 
Sejak tahun 1969 Denmark telah menghapus sensor pada film yang menampilkan adegan erotis. Remaja minimal berusia 12 tahun boleh menyaksikan film apa saja yang diputar di bioskop, termasuk film dewasa. Pada tahun yang sama juga, di ibu kota Denmark diselenggarakan The Copenhagen Sex Fair. Kota ini juga dijuluki sebagai pusat pornografi danprostitusi di Eropa dan Denmark sebagai negara pertama di dunia yang melegalkan film dewasa.

Kinky Copenhagen Festival digelar tiap tahun untuk mengeksplorasi fantasi liar ‘terhitam’ yang aneh-aneh, seperti bondage, fetish, dan penyimpangan seks lainnya. Di area festival tersedia juga penjualan segala jenis dildo, cambuk, hingga lingerie dari kulit maupun lateks. Stan jualannya pun berdampingan dengan pertunjukan striptease. Anda dan pasangan dapat membelinya untuk melengkapi variasi aktivitas seks Anda. Para stripper dan bintang film dewasa juga lalu-lalang di lokasi menggunakan pakaian minim.

Selain hal yang berhubungan dengan seks menyimpang, ada juga pameran seni tindik, extreme body artist, hingga modifikasi dan implantasi bagian tubuh. Dengan mengunjungi festival ini, perbedaan fantasi seksual Anda dengan pasangan akan terfasilitasi dengan baik. Anda bebas berekspresi untuk mengeksplorasi hal-hal yang berhubungan dengan sensual dan seksual.
 
Catatan: Siap-siap  melihat pria maupun wanita yang dililit rantai dan dihiasi  pernak-pernik berkilau, sambil dicambuk dengan lembut. Tahun ini, tanggal acara belum ditentukan.
 
 
Kanamara Matsuri
Lokasi: Kanayama Shrine, Kawasaki, Jepang
Waktu penyelenggaraan: April
 
Tiap tahun, hari Minggu pertama bulan April, di Kawasaki diselenggarakan festival bernama Kanamata Matsuri atau Festival Penis. Festival yang digelar sejak tahun 1977 ini merupakan bagian dari tradisi penduduk setempat untuk memperingati kesuburan, pernikahan, hingga kelahiran. Festival itu juga bertujuan untuk meningkatkan perhatian terhadap penyakit kelamin menular. Sebab, menurut sejarah, pada abad ke-16 para pekerja seks sering berdoa di kuil tersebut agar terhindar dari penyakit kelamin.

Penis-penis berukuran raksasa yang terbuat dari kayu, yang dinamai ‘omikoshi’, diarak di dalam lautan ribuan manusia. Ada yang ditempatkan pada altar terbuka, ada pula yang ditempatkan di altar tertutup dengan atap. Ditampilkan dalam beragam bentuk dan warna, seperti warna hitam, cokelat, dan pink.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa berburu suvenir pernak-pernik berbentuk penis, seperti topi, boneka, hingga kostum. Camilan seperti pisang cokelat berbentuk penis dan permen lolipop juga tampak dinikmati tanpa sungkan oleh pengunjung wanita muda maupun pria yang cekikikan saat menjilatinya. Tidak hanya penduduk lokal, para turis asing juga sangat antusias menyaksikan festival ini.
Penggalangan dana yang juga diadakan selama berjalannya festival telah menyumbang banyak untuk penelitian tentang penyakit HIV/AIDS.
 
Para wanita atau pria yang berharap ingin segera mendapatkan momongan diberi kesempatan untuk menunggangi patung penis kayu dalam festival ini. Menunggangi patung penis dipercaya sebagai wujud meminta berkat untuk kesuburan.

Sexpo
Lokasi: Melbourne  Convention  & Exhibition Centre, Melbourne, Australia
Waktu penyelenggaraan: 24-27 November 2016.

Pertama kali diselenggarakan di Carlton Crest Hotel, Albert Park, Victoria, Australia  pada bulan Oktober 1996 lalu, dihadiri lebih dari 5.000 orang. Sexpo (Seksuality & Lifestyle Expo) digelar dengan tujuan untuk memperluas wawasan para pengunjung tentang seksual.

Tak melulu tentang seks, namun festival ini juga membahas hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan seperti kanker payudara, kesehatan jantung, pengetahuan tentang HIV, operasi implan penis, kesehatan rambut, serta informasi yang lengkap tentang rencana kehamilan. 

Tentunya, barang-barang yang berkaitan dengan seksualitas seperti mainan seks, lingerie, dan pakaian tidur yang super seksi pasti dipasarkan. Bila Anda ingin memperperbaiki penampilan, di area festival tersedia berbagai peralatan kosmetik dan perawatan kulit.

Awalnya, festival yang lebih tepat disebut sebagai pameran ini bertujuan untuk memasarkan produk-produk yang berkaitan dengan seksualitas orang dewasa secara terbuka. Utamanya, diperuntukkan untuk wanita. Sehingga wanita dapat membeli produk-produk yang dapat mendukung seksualitasnya dengan nyaman dan menyenangkan.

Menjaga privasi wanita menjadi perhatian utama. Penyelenggara bahkan menyadiakan area perbelanjaan khusus wanita. Pengunjung pria tidak diperkenankan mengunjungi tempat itu. Sehingga wanita bebas memilih barang yang mereka inginkan tanpa canggung. Di sebuah panggung, Anda dapat menyaksikan penampilan penari striptease berpakaian minim. Diwarnai pula oleh pertunjukan akrobatik yang menakjubkan.

Fetival ini cukup populer di dunia. Festival yang sama telah digelar di Afrika Selatan sejak tahun 2007. Kemudian dibawa ke Inggris yang acara pertamanya digelar pada November 2015 lalu.  
 
Catatan: Dalam rangka merayakan ulang tahun yang ke-20 tahun ini, tiket masuk dipatok seharga minimal 14 Dollar Australia (sekitar Rp 137 ribu) hingga maksimal 110 Dollar Australia (sekitar Rp1 juta).(f)


Topic

#festivalseks

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?