
Foto: Fotosearch
Aura merupakan gambaran kesimpulan emosi seseorang. Kondisi fisik dan perasaan seseorang memengaruhi aura. Bagi mereka yang mempelajari metafisika, seperti face reader, aura layaknya ekspresi ataupun gerakan tubuh dan wajah. Emosi hanya sesekali muncul, tergantung stimulus dan kondisi psikologis seseorang saat itu. Yang bisa Anda lihat secara universal, yakni perasaan senang atau sedih.
Lalu, bagaimana dengan cincin yang konon bisa menggambarkan aura seseorang? Menurut Handoko Gani, pengamat perilaku manusia dari Lie Detector Indonesia, aura merupakan gambaran reaksi simpatetik dan parasimpatetik dalam tubuh seseorang. Cincin yang dimaksud adalah yang mampu menampilkan perubahan 2 reaksi tersebut. ”Dalam keadaan senang, suhu tubuh dan denyut jantung meningkat, warna cincin pun jadi terang. Namun, saat takut, tubuh menjadi kaku dan wajah pun jadi pucat. Di kondisi ini, warna cincin ikut pucat.” Selain cincin, ada pula perangkat lain berupa kamera, yang berfungsi merekam warna-warna yang terpancar dari tubuh seseorang.
Meski begitu, baik cincin maupun kamera bukan cara praktis untuk mendeteksi kondisi emosi si dia. Cara paling sederhana, menurut Handoko, adalah dengan menentukan sikap. Berikan respons yang baik sesuai karakter pasangan Anda.




