
Foto: Fotosearch
Psikolog Roslina Verauli mengungkapkan, manusia sebagai makhluk sosial memiliki dua jenis relasi, yaitu relasi sangat intim dan relasi yang biasa saja. Hubungan dengan pasangan termasuk ke dalam relasi yang sangat intim sehingga sebaiknya tidak diumbar ke media sosial, apalagi jika sedang terjadi konflik.
Pengalamannya selama ini, banyak orang tidak mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dengan pasangan, termasuk dalam menyelesaikan konflik dan menyampaikan keluhan. “Hal-hal inilah yang biasanya saya latih ke pasangan saat private workshop. Bukan berarti karena mereka tidak saling cocok, hanya saja kemampuan-kemampuan itu tidak mereka kuasai,” ujar Roslina.
Roslina menambahkan, media sosial memungkinkan seseorang memiliki koneksi dengan siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Sehingga, waktu untuk terkoneksi dengan orang lain lebih banyak daripada waktu yang dihabiskan dengan pasangan. Hal ini bisa memicu konflik karena menurunnya kualitas komunikasi dengan pasangan. Apalagi kalau sudah terpicu untuk curhat di media sosial.
“Orang-orang yang curhat di media sosial biasanya membutuhkan perhatian. Ia tidak mampu membangun relasi dengan pasangannya sendiri sehingga membutuhkan masukan dari banyak orang,” tutur Roslina, tegas.
Misalnya, pasangan yang menjalani LDR (long distance relationship), ketika berjauhan dengan pasangan ada emosi-emosi yang tidak tersampaikan sehingga tidak terpahami oleh pasangan, yang akhirnya disampaikan di media sosial. “Kalau relasinya sehat, tidak perlu curhat ke media sosial,” tambahnya.
Roslina mengibaratkan media sosial sebagai sebuah etalase. Itu sebabnya, saat menggunakan media sosial kita harus paham apa yang perlu ‘terpajang’ di media sosial. Tiap orang memiliki tujuan masing-masing. Ada yang menggunakan media sosial untuk portofolio karier, ada yang untuk membangun relasi bisnis. Ada juga yang menggunakannya untuk menampilkan sisi ‘aku’.
“Jangan membagikan informasi yang sifatnya sesaat. Perubahan emosi itu sifatnya temporer, sedangkan media sosial adalah etalase yang permanen. Kalau kita marah-marah di status, orang akan berpikir kita
selalu seperti itu,” jelasnya lagi.
Media sosial memang tempat menyenangkan untuk saling terkoneksi dan berbagi kisah. Tapi, ketika kita ingin menunjukkan bagaimana hubungan kita dengan pasangan, lakukan dengan cara yang benar. Tidak semua hal harus Anda tunjukkan di timeline media sosial. Karena, makin Anda menyimpan erat hubungan dengan pasangan tanpa harus memamerkannya di jagat maya, makin kuat pula hubungan Anda. Lagi pula, Anda tidak membutuhkan orang lain untuk menjadi bumbu dalam drama percintaan Anda, bukan?(f)
Konsultan: Psikolog Roslina Verauli
Baca juga:
Curhat di Lini Masa Tentang Pasangan, Media Sosial Ibarat Diary Digital
9 Tanda Kita (Sebenarnya) Mem-bully Pasangan
Cara Mendeteksi Pasangan yang Selingkuh
Citra Narada Putri & Tenni Purwanti
Topic
#mediasosial, #keluarga, #literasidigital


