
Foto: 123RF
Beda Alasan
Penasaran, Rini mencari tahu siapa wanita yang bertukar kata-kata mesra dengan suaminya. Hasilnya, ia shock. Ia menemukan fakta bahwa wanita yang kemudian diketahui adalah mantan teman sekantor suaminya itu ternyata tak seperti yang ia bayangkan akan merebut hati pria yang telah 7 tahun ia kenal.
“Ia beberapa tahun lebih tua. Secara fisik, saya yakin 90% orang akan mengatakan saya jauh lebih cantik dan lebih ok,” ujarnya, dengan nada geram.
Seperti Rini, kebanyakan orang berpikir bahwa seseorang hanya akan tergoda oleh seseorang yang secara fisik ‘lebih’ segala-galanya. Namun, dari pengamatan di ruang konsultasinya selama bertahun-tahun, Adriana menuliskan, itu bukan satu-satunya alasan. Ia menguraikan beberapa alasan di balik perselingkuhan suami, mulai dari cinta yang mendalam, menemukan sosok yang ideal, mencari selingan dari kejenuhan pernikahan, menikmati hubungan seks yang lebih bergairah, mencari wanita yang dapat mengangkat egonya, hingga sekadar iseng.
Saat melakukan penelitian untuk bukunya The Truth about Cheating: Why Men Stray and What You Can Do to Prevent It, konsultan pernikahan, M. Gary Neuman, menemukan fakta bahwa 92% pria mengatakan, seks bukan alasan mereka melakukan perselingkuhan. Kaum adam ini malah mengaku alasannya sering kali karena hal-hal yang berkaitan dengan perasaan, seperti merasa tidak lagi ‘nyambung’ dengan pasangannya atau merasa tak dihargai oleh pasangannya.
Gary mengungkapkan bahwa penampilan fisik juga bukan alasan utama selingkuh. Sekitar 88% pria tidak selingkuh dengan seseorang yang berpenampilan lebih menarik dan keren daripada istri mereka. Tapi, lewat surveinya, Gary membuktikan bahwa pria yang memiliki sesuatu yang membuatnya merasa lebih menarik –baik itu penampilan fisik, uang, kekuasaan, atau ilmu-- cenderung lebih mungkin melakukan
perselingkuhan.
Ditambahkan oleh Adriana, bagi pria, cinta dan kesetiaan sering kali tidak harus berjalan bersamaan sehingga membuka peluang selingkuh lebih besar. Ia juga menjelaskan, bagi seorang istri, mencintai berarti juga bekerja keras untuk setia.
Di Indonesia mungkin survei tentang perselingkuhan belum dilakukan. Namun, bukan berarti wanita tak mungkin melakukan perselingkuhan. Karena nyatanya, Anda juga sering menjadi tempat curhat teman wanita yang terlibat dalam perselingkuhan, bukan?
Uniknya, tak hanya berbeda pendapat tentang definisi saja. Alasan seorang wanita selingkuh juga agak berbeda dari pria. Onlinedoctor.superdrug.com, toko obat daring untuk masalah fungsi seksual seperti Viagra, melakukan survei terhadap 2.000 orang di Amerika Serikat dan Eropa untuk mengetahui alasan seseorang berselingkuh. Hasilnya, alasan tertinggi yang dikatakan wanita adalah berkurang atau hilangnya perhatian pasangan terhadap mereka. Sementara pria beralasan, pasangan selingkuhnya lebih ‘hot’.
Sementara, yang jadi alasan wanita adalah pasangan selingkuh yang dirasa lebih dekat secara emosional, merasa bosan, merasa ragu dengan pasangan resminya, selingkuhannya yang lebih menggairahkan, dan ingin merasa lebih seksi.
Sebenarnya, pria pun merasakan hal yang sama ketika berselingkuh dengan wanita lain. Namun, ada alasan lain yang membuat pria melakukan perselingkuhan, yaitu mereka tak lagi berhubungan seksual dengan pasangan resmi, sementara pasangan selingkuhnya lebih menggoda.
Sebuah survei yang dilakukan Gleeden, situs kencan asal Prancis, menemukan fakta menarik. Ternyata, 73% responden wanitanya mengatakan terdorong melakukan perselingkuhan karena pasangannya tidak mau melakukan pekerjaan rumah seperti mengeluarkan pakaian dari mesin cuci dan membersihkan kamar mandi.
Wajar, sih, halhal kecil seperti ini memang kerap memicu perselisihan di antara pasangan. Dengan banyaknya alasan yang bisa membuka peluang perselingkuhan terjadi, berarti makin besar kemungkinannya seseorang bisaberselingkuh. Lalu, bila hal itu terjadi, apakah itu berarti hubungan pasangan itu tak lagi bisa diselamatkan?
Konsultan perkawinan Robert Weiss, LCSW, CSAT-S, dan penulis buku Closer Together, Further Apart: The Effect of Technology and the Internet on Sex, Intimacy and Relationship(2014), menyarankan untuk mencari cara memperbaikinya. “Rasa percaya bisa kembali tumbuh jika seseorang mau mengusahakannya. Faktanya, sebuah hubungan bisa lebih jujur, intim, atau sebaliknya lebih rapuh saat rahasia-rahasia sudah terungkap,” katanya. Jika Anda menyadari alasan di balik perselingkuhan, mungkin Anda bisa menahan diri, dan mencegah pasangan mengkhianati cinta Anda.
Topic
#perselingkuhan


