
Foto: Fotosearch
Pernah mendapati pasangan berbohong hal sepele? Misalnya, nih, dia bilang sedang beribadah padahal pergi nonton bioskop bersama adik-adiknya, atau ngakunya mau lembur di kantor ternyata malah hang out dengan gang prianya. Jika pasangan ketahuan berbohong, setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan menurut psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah, Roslina Verauli M.Psi, tuh.
1. Cek latar belakangnya
Hubungan itu, sifatnya sangat dinamis, dipengaruhi oleh dua orang yang terlibat di dalamnya. Perlu diketahui terlebih dahulu, sejak kapan, dalam situasi seperti apa, dan tujuan ia berbohong. Dari situ kita bisa melihat apakah dia berbohong sejak mengenal kita atau memang sudah dari dulu. Kita perlu memahami bahwa saat orang berbohong, ada situasi, kondisi yang memicunya untuk melakukan kebohongan tersebut. Inilah yang perlu digali terlebih dahulu.
2. Evaluasi diri
Bisa jadi seorang pria berbohong lantaran wanitanya. Misalnya, ia berbohong karena pasangannya sangat evaluatif dan mudah mengkritik. Sehingga untuk menjelaskan sesuatu dia akan berbohong. Selain meninjau mengapa pasangan berbohong, tak ada salahnya sang wanita untuk mengoreksi dirinya sendiri, karena siapa tahu ia sendirilah pemicunya.
Jika ternyata sudah sejak awal si pria berbohong, maka buat apa kita meneruskan hubungan dengannya? Kalau ia masih meneruskannya, berarti ada masalah emosional dalam diri wanita. Perlu diketahui juga bahwa ada orang yang menjalin hubungan atas dasar yang bersifat nerotis, alasannya si wanita merasa bisa memperbaiki si pria menjadi lebih baik lagi.
3. Batas toleransi
Setiap individu punya batasan sendiri seperti apa toleransi berbohong yang bisa ia terima dari pasangan. Ada individu yang ingin pasangannya terbuka untuk memiliki sebuah hubungan yang sangat dalam, tapi ada juga yang beranggapan bahwa selama tidak merugikan dirinya, maka tidak masalah. Ini kembali lagi pada pilihan wanita tersebut, apakah ia bisa menghadapi kebohongan-kebohongan pasangan tersebut? (f)
Topic
#tipcinta


