Sex & Relationship
#RelationshipGoals Sebagai Gaya Pacaran Generasi Millennial

12 Feb 2017


Foto: 123RF

Soal hubungan asmara, generasi millennial lebih berani ambil risiko. Menurut survei femina yang diikuti oleh 1.494 responden usia 18-36 tahun, tujuan hubungan 84% responden adalah menikah. Berani berbekal cinta, mereka siap membangun rumah tangga--meski tak tahu apa yang akan dihadapi nantinya. Kabar baiknya, para pasangan muda di bawah 30 tahun ini umumnya punya target bersama yang jelas dan harus dicapai setelah menikah. Seperti cerita cinta tiga pasangan ini.
 
Target  Hidup yang Jelas
Taufan Maulana, 26, Menikah, Wirausaha

Saya menikah dengan Intan Dwinovioanti (27) setelah tujuh tahun pacaran, di awal tahun 2016. Padahal target kami menikah antara umur 29-30 tahun, setelah karier sukses.

Setahun bekerja, kesiapan finansial yang saya prioritaskan, ternyata belum tercapai. Kami pun bertekad lebih serius dengan cara membuka tabungan bersama untuk biaya pernikahan dan bulan madu. Cara ini berhasil, kami bisa lebih disiplin menabung.  

Saya pun menyampaikan niat tersebut kepada orang tua. Awalnya, Ibu meminta saya menunggu sampai saya mapan, tapi saya menunjukkan keseriusan saya dengan berusaha memenuhi kebutuhan pernikahan sendiri. Melihat tekad saya, akhirnya ayah dan ibu saya mendukung rencana kami.

Sejak pacaran, saya merasa kami berdua bisa saling mengenal lebih baik dan  mengimbangi satu sama lain. Misalnya saja, watak saya dan pasangan sangat berbeda. Saya lebih ramah dan senang bersosialisasi, sementara istri cenderung lebih pendiam ketika bertemu orang lain. Diskusi menjadi cara kami berkomunikasi sekaligus menyelesaikan masalah. Termasuk tentang rencana-rencana untuk rumah tangga kami.

Usia pernikahan kami memang masih seumur jagung, tapi kami sadar, semua tak akan berjalan seindah bulan madu. Saya merasa sifat kami yang bertolak belakang justru akan saling mengisi dan menjadi ‘rem’ untuk pasangan. Kami selalu berusaha menjaga komitmen dan tetap membuat  rencana jangka pendek dan jangka panjang. Satu per satu kami mencoba memenuhi target. Bagi kami, dengan menikah target kami menjadi lebih jelas, apa yang ingin kami capai satu hingga lima tahun mendatang.

Sekarang ini, istri  tengah mengandung empat bulan. Rencana terdekat adalah mempersiapkan kelahiran dan segera memiliki rumah. Sudah banyak masukan, terutama soal tumbuh kembang anak, yang kami terima. Namun, kami tetap punya pola asuh sendiri yang akan kami terapkan. Saya pun tidak memaksa istri untuk menjadi full time mother, semuanya tergantung pilihan dia.

Baca juga cerita Ade Silvia yang menikah muda dan menghadapi tantangan di tahun pertama pernikahannya.
 

Faunda Liswijayanti


Topic

#millennialmanual

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?