Setelah lama dinanti-nantikan penggemarnya akhirnya, 10 Desember 2014, band asal Jogjakarta, Sheila On 7 meluncurkan album kedelapannya bertajuk Musim yang Baik. Tidak jauh berbeda dengan album-album sebelumnya, cinta masih menjadi tema yang mengisi sepuluh lagu yang ada di album ini.
“Kita masih mengangkat cerita cinta tapi kalau pendengar yang memerhatikan pasti tahu ada pergeseran dari album-album sebelumnya,” kata Duta. Seperti lagu Lapang Dada dan Canggung yang menceritakan seseorang yang menyikapi ketidakmampuannya untuk move on dengan cara yang dewasa.
“Meski kita dari generasi 90-an, bukan berarti lagu-lagu cinta yang kita bawakan di album terbaru ini tidak relevan dengan cerita anak zaman sekarang. Sangat relevan malah, hanya saja kita membawakannya dengan cara yang berbeda, dengan caranya Sheila On 7,” tambah Duta.
Duta bersama rekan-rekannya, Eross, Adam dan Brian terlihat antusias pada hari peluncuran album mereka di Hard Rock Café, Jakarta. Apalagi Sheila Gank (sebutan buat penggemar Sheila On 7—red) juga turut hadir.
“Buat kami, Sheila Gank adalah energi yang memberikan support supaya Sheila On 7 terus berkarya. Kami tidak bisa melewati 18 tahun bersama tanpa dukungan dari Sheila Gank,” komentar Eross.
Eross Akhirnya Move On
Ternyata diakui Eross, dia termasuk orang yang susah move on. Semenjak keluarnya Sakti—ex gitaris Sheila On 7, Eross selalu merasa kekosongan saat manggung. “Saya orang yang beranggapan kalau musik di gitar itu harus dimainkan full, ketika yang main gitarnya hanya satu, saya selalu merasa ada yang kurang,” jelasnya.
Namun seiring berjalannya waktu, Eross mengaku dia harus membiasakan diri dengan kondisi seperti itu. “Ternyata sesuatu yang kosong itu bukan tidak sempurna kok, justru dengan kekosongan itu kita bisa berbuat sesuatu yang beda,” jelas Eross.
Ternyata tidak hanya soal Sakti, Eross juga mengekspresikan perasaan susah melepasnya lewat lagu Lapang Dada. “Kalau orang membaca liriknya atau melihat video klipnya pasti mengira ini hubungan percintaan cewek dan cowok padahal inpirasi lagu ini dari hubungan saya dan almarhum ayah saya,” tambahnya.
Jujur, Eross mengatakan ada banyak hal yang tak tersampaikan yang ingin diutarakannya kepada ayahnya, “Dan saya rasa almarhum ayah saya juga merasakan hal yang sama,” tutupnya.
“Kita masih mengangkat cerita cinta tapi kalau pendengar yang memerhatikan pasti tahu ada pergeseran dari album-album sebelumnya,” kata Duta. Seperti lagu Lapang Dada dan Canggung yang menceritakan seseorang yang menyikapi ketidakmampuannya untuk move on dengan cara yang dewasa.
“Meski kita dari generasi 90-an, bukan berarti lagu-lagu cinta yang kita bawakan di album terbaru ini tidak relevan dengan cerita anak zaman sekarang. Sangat relevan malah, hanya saja kita membawakannya dengan cara yang berbeda, dengan caranya Sheila On 7,” tambah Duta.
Duta bersama rekan-rekannya, Eross, Adam dan Brian terlihat antusias pada hari peluncuran album mereka di Hard Rock Café, Jakarta. Apalagi Sheila Gank (sebutan buat penggemar Sheila On 7—red) juga turut hadir.
“Buat kami, Sheila Gank adalah energi yang memberikan support supaya Sheila On 7 terus berkarya. Kami tidak bisa melewati 18 tahun bersama tanpa dukungan dari Sheila Gank,” komentar Eross.
Eross Akhirnya Move On
Ternyata diakui Eross, dia termasuk orang yang susah move on. Semenjak keluarnya Sakti—ex gitaris Sheila On 7, Eross selalu merasa kekosongan saat manggung. “Saya orang yang beranggapan kalau musik di gitar itu harus dimainkan full, ketika yang main gitarnya hanya satu, saya selalu merasa ada yang kurang,” jelasnya.
Namun seiring berjalannya waktu, Eross mengaku dia harus membiasakan diri dengan kondisi seperti itu. “Ternyata sesuatu yang kosong itu bukan tidak sempurna kok, justru dengan kekosongan itu kita bisa berbuat sesuatu yang beda,” jelas Eross.
Ternyata tidak hanya soal Sakti, Eross juga mengekspresikan perasaan susah melepasnya lewat lagu Lapang Dada. “Kalau orang membaca liriknya atau melihat video klipnya pasti mengira ini hubungan percintaan cewek dan cowok padahal inpirasi lagu ini dari hubungan saya dan almarhum ayah saya,” tambahnya.
Jujur, Eross mengatakan ada banyak hal yang tak tersampaikan yang ingin diutarakannya kepada ayahnya, “Dan saya rasa almarhum ayah saya juga merasakan hal yang sama,” tutupnya.


