Celebrity
Sam Smith Taklukkan Grammy 2015

9 Feb 2015

Dua tahun lalu pria tinggi besar bernama Sam Smith bekerja sebagai petugas kebersihan toilet di sebuah bar. Kini, namanya masuk dalam enam nominasi Grammy Awards dan penjualan konsernya di Amerika ludes. Sam membuktikan bahwa roda nasib berputar dan kerja keras tidak pernah berakhir sia-sia.

Lagu tentang kesepian
Sungguh ironis setiap lagu indah lahir dari rasa sakit hati yang mendalam namun begitulah kenyataannya. Dua tahun lalu nggak ada yang kenal dengan nama Sam Smith, namun kini namanya disejajarkan dengan Adele. Itu berkat lagu tentang patah hati berjudul Stay with Me.
    Lagu ini single ketiga dari debut album pria Inggris setinggi 185 cm yang memiliki suara falsetto. Suaranya menjadi buah bibir di Inggris dan Amerika karena mampu mencapai nada-nada tinggi layaknya penyanyi wanita. Apalagi Sam menyanyikan lagunya dengan penuh perasaan sehingga para pendegar bisa ikut merasakan kepedihannya.
    “Lagu itu bercerita tentang one night stand dengan lirik yang sangat jujur. Saya ingin mengatakan meski hanya melewati satu malam bersamanya  tetap saja kita nggak ingin berpisah dari orang itu demi mengisi rasa kesepian. Itu tidak hanya dirasakan oleh wanita, tapi juga oleh pria,” ujar Sam yang menjadi satu-satunya penyanyi Inggris yang berhasil ada di peringkat dua di chart lagu billboard Amerika dengan lagu debutnya.

Ditolak sahabat
Sesungguhnya ada cerita sedih di balik kesuksesan album pertama Sam yang berjudul In the Lonely Hour. Album ini menurut Sam bercerita tentang kisah cintanya pada seorang pria yang nggak berbalas. Betul, Sam seorang gay sementara pria tersebut straight.
    “Dia sudah mendegar album itu namun tidak menyadari bahwa saya bernyanyi tentang dirinya. Dia baru tahu setelah saya memberi tahunya beberapa bulan lalu,” aku Sam pada sebuah wawancara. Sam mengatakan responsnya sangat menenangkan.
    “Dia bertanya apakah saya baik-baik saja? Jawaban yang sangat manis. Saya memberi tahu dia sebagai pertanda bahwa perasaan saya padanya sudah berakhir. Kini saya sudah sembuh dari patah hati dan berjanji pada diri sendiri tidak akan mencintai seseorang seperti itu lagi,” ujar Sam yang baru-baru ini posting foto di Instagram bareng pacar barunya, Jonathan Zeizel.


 





















Mulai dari nol

Bila sekarang Sam menikmati ketenaran dan uang, tidak demikian saat dia berjuang meninti karier di London. Sam pindah ke London dari kota kecil di Inggris saat berusia 18 tahun. Kepindahannya adalah keputusan yang dibuatnya saat ayah dan ibunya bercerai. Saat itu dia sudah lama mencoba karier bernyanyi dan telah bolek-balik berganti manajer.
    “Saat itu kondisi keuangan keluarga saya sangat buruk. Ibu yang selalu menjadi tulang punggung keluarga dipecat dari bank tempatnya bekerja sementara ayahtidak bekerja. Yang paling menyedihkan sahabat-sahabat dekat semua menjauh saat kami jatuh miskin,” ujar Sam.
    Sam yang sudah meniti karier sejak berusia 13 tahun hampir patah semangat. Saat berusia 19 tahun dia pun bertekad untuk mencoba setahun lagi dan bila tidak juga berhasil dirinya akan mencari profesi lain untuk ditekuni, yaitu menjadi penjual bunga di Italia Bertemu manajer baru
Keinginan tersebut tertahan saat Sam bertemu dengan manajernya saat ini (manajernya yang ketujuh), Elvin Smith. Mereka pertama bertemu di konser Beyonce dan tiga tahun kemudian kembali bertemu saat Elvin sudah berprofesi sebagai manajer untuk artis dari label besar. Sam memberanikan diri mengirimkan lagunya pada Elvin dan dari Elvinlah dia mendapat tawaran job pertamanya di dunia musik.
    “Elvin mengenalkan saya pada Jimmy Napes seorang penulis lagu. Manajer Jimmy kemudian mengajak saya berkolaborasi dengan duo Disclosure yang beraliran elektronik untuk lagu Latch. Setahun kemudian saya mendapat tawaran bernyanyi dalam lagu Naughty Boys, La La La yang ternyata meledak menjadi lagu terpopuler ketiga di Inggris tahun 2013,” kenang pria bernama asli Samuel Frederick Smith ini.
    Meski suaranya telah dikenal tidak demikian dengan wajahnya. Sam nggak pernah muncul di video klip. Ini cukup membantu saat albumnya keluar dengan single pertama Lay Me Down. Orang-orang sudah merasa familiar dengan suaranya.

Bertemu manajer baru
Keinginan tersebut tertahan saat Sam bertemu dengan manajernya saat ini (manajernya yang ketujuh), Elvin Smith. Mereka pertama bertemu di konser Beyonce dan tiga tahun kemudian kembali bertemu saat Elvin sudah berprofesi sebagai manajer untuk artis dari label besar. Sam memberanikan diri mengirimkan lagunya pada Elvin dan dari Elvinlah dia mendapat tawaran job pertamanya di dunia musik.
    “Elvin mengenalkan saya pada Jimmy Napes seorang penulis lagu. Manajer Jimmy kemudian mengajak saya berkolaborasi dengan duo Disclosure yang beraliran elektronik untuk lagu Latch. Setahun kemudian saya mendapat tawaran bernyanyi dalam lagu Naughty Boys, La La La yang ternyata meledak menjadi lagu terpopuler ketiga di Inggris tahun 2013,” kenang pria bernama asli Samuel Frederick Smith ini.
    Meski suaranya telah dikenal tidak demikian dengan wajahnya. Sam nggak pernah muncul di video klip. Ini cukup membantu saat albumnya keluar dengan single pertama Lay Me Down. Orang-orang sudah merasa familiar dengan suaranya.
   
Tetap humble
Karier Sam boleh dikatakan baru seumur jagung, namun apa yang didapatnya sekarang sangat layak diterimanya karena Sam bekerja keras mendapatkan suara indahnya sejak usia belia.
“Sejak berusia 8 tahun ayah mengantar saya berlatih vokal dan begitu suara saya pecah saat saya puber, saya merasa sangat marah. Saya bertekad untuk bisa mencapai nada-nada tinggi seperti para diva dan berlatih keras untuk itu. Mungkin terdengar mudah, namun sama seperti kita melihat juara sprint Olimpiade bisa berlari  dengan mudah, kenyataannya hal itu sangat sulit,” ujar Sam.
Kini kerja kerasnya sudah memberinya sebuah penthouse mahal dan undangan ke berbagai acara beken, seperti Saturday Night Live Show dan ellen. Dia juga berteman dengan Kim, Kanye West, dan Taylor Swift. Meski dalam hati Sam masih menyimpan trauma pada kesuksesannya.
“Pengalaman keluarga membuat saya bertanya-tanya apakah teman yang sekarang saya miliki akan tetap ada saat lagu saya selanjutnya hanya menduduki nomor 104 dalam tangga lagu.” Karenanya Sam mengaku selalu menjaga dirinya tetap membumi dengan mengingat bahwa dua tahun lalu dirinya hanya seorang petugas kebersihan toilet.
    “Ibu menelepon setiap hari untuk mengingatkan saya tentang hal ini. Saya boleh memiliki ambisi yang sangat besar, namun saya harus tetap menjaga yang di dalam sini,” ujarnya sambil menunjuk dada.

The Truth about Sam Smith
1. Saat remaja Sam sangat gendut sampai-sampai ayahnya tidak memperbolehkan ada coklat atau minuman kaleng di rumahnya. Sam mengatakan hal ini tidak adil untuk dua adik perempuannya yang bertubuh langsing.
2. Sam menderita Obsesive Compulsive Disorder soal keamanan.
3. Mengaku sempat merasa sangat kesepian karena cintanya tiga kali tidak berbalas.
4. Mengaku gay sebelum albumnya keluar karena nggak mau dituduh pengakuannya hanya untuk membantu menjual albumnya.
5. Nggak mau dikatakan sebagai spoke person para gay dan lesbian karena tidak mau membatasi dirinya. Sam mengatakan dirinya adalah spoke person bagi semua gender.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?