Makanya, ketika dua tahun lalu, Arie Dagienkz menawarkan proyek menggarap wayang orang bersama, Happy segera mengiyakan. Namun produser Wayang Orang Rock Ekalaya ini mengaku bekerja sama dengan para rocker, tuh, susah-susah gampang.
“Soalnya mereka suka bercanda, pusing! Setiap latihan pun dialognya selalu berubah-ubah, nggak bisa menghafal dialog. Untungnya, sih, saat eksekusi semua berjalan lancar dan seru,” ujar Happy saat ditemui CC usai pementasan, tanggal 15 Maret 2014 lalu.
Happy menyadari bahwa wajar banget bila para rocker bertindak begitu itu. Menurutnya, mereka sudah punya karakter berbeda dan gaya tersendiri. Untuk mengakalinya, Happy harus menjelaskan garis besar dan alur cerita. Nah, urusan dialog terserah mereka mau berimprovisasi gimana, asal tidak mengubah jalan ceritanya.
Pada hari-H, Happy pun dibuat surprise oleh perubahan karakter para rocker. Mereka ternyata bisa sangat menjiwai peran masing-masing. “Saya sampai nggak ngeh, tuh, Otong ‘Koil’ bisa jadi Arjuna banget,” komentar aktris yang sukses membawakan Monolog Inggit itu.
Dihujani apresiasi dari penonton, bukan tak mungkin Wayang Orang Rock Ekalaya bakal dipentaskan ulang. “Kalau memang ada permintaan untuk pementasan ulang, ya, pasti akan kami adakan lagi. Tinggal menunggu permintaan saja,” ujar Happy bersemangat. (ESP/FOTO:DOK. FEMINA, IMAGE DYNAMIC)


