Anggota JYJ ini sepertinya memang tertarik berinvestasi di bidang properti. Kim Jun-su pun menginvestasikan dana sebanyak 12 juta dolar untuk hotel di pulau Jeju, yaitu Toscana Hotel. Hotel yang terdiri atas empat lantai dengan 61 kamar tamu ini menjadi incaran para penggemar Jun-su.
Jay Park, mantan leader 2PM, mengasah kemampuan berbisnisnya dengan mendirikan AOMG, perusahaan label independen yang fokus dengan musik Hip Hop. AOMG merupakan singkatan dari Above Ordinary Music Group, dan beberapa musisi yang bernaung di sini adalah Simon D dan DJ Pumkin.
Bintang drama The Time We Were Not In Love ini sempat mengalami masalah kulit karena terlalu sibuk syuting drama. Untuk mempercantik kulitnya, Ha Ji-won bersama teman baiknya yang seorang aromatherapist, June Yeo-Gyeong, berkolaborasi menciptakan produk kecantikan natural yang dapat menjaga kesehatan kulit, The Queen’s Beauty. Diawali dengan produk scrub dan moisturizer, kini brand ini juga memiliki produk balms dan skin oil.
Maknae dari Big Bang ini pernah menyatakan ingin memperoleh penghasilan yang stabil di luar statusnya sebagai idol. Lee Seung-ri pun memanfaatkan bakatnya sebagai dancer, dengan membuka beberapa sekolah menari di Korea, bernama Joy Dance- Plug In Music Academy, yang juga dikenal sebagai Seungri Academy. Akademi yang menyediakan jasa training untuk menyanyi dan menari ini memiliki beberapa cabang di Gwangju, Mokpo, dan Seoul.
Setelah dibesarkan oleh JYP Entertainment, Rain ingin mengembangkan potensi diri dengan mendirikan perusahaan label sendiri, J.Tune Entertainment. Kini, Rain menjual saham di perusahaannya sehingga J.Tune Entertainment merger dengan JYP Entertainment. Nggak puas di situ, Rain pun meluncurkan fashion brand Six to Five, yang diambil dari tanggal ultahnya, 6/25. Selain itu, Rain juga melakukan bisnis properti.
Ternyata, bintang cantik dan ganteng asal negeri ginseng ini nggak cuma andal di layar kaca, tapi juga berbisnis. Intip usaha mereka….