Health & Diet
Serba-serbi Saraf Kejepit

27 Feb 2013

Sebagian besar dari kita pasti pernah merasakan nyeri pada bagian belakang tubuh, baik leher, punggung, atau pinggang. Tapi, nggak sedikit dari kita menganggap hal itu sebagai penyakit biasa. Padahal bisa saja itu merupakan gejala awal  Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Biar lebih banyak tahu, simak hasil konsultasi CC dengan dr. Fritz Sumantri Usman, Sr,SpS,FINS, Neurologist dan Interventional Neurologist dari RSUP Fatmawati, Jakarta.

Apa, sih, HNP?
Hernia Nucleus Pulposus (HNP) dalam istilah awam sering disebut sebagai saraf terjepit. HNP terjadi ketika bantalan lunak di antara ruas-ruas tulang belakang mengalami tekanan. Tekanan tersebut menimbulkan herniasi (tonjolan) yang menyebabkan penyempitan dan terjepitnya urat-urat saraf yang melalui tulang belakang kita. HNP bisa terjadi pada seluruh ruas tulang belakang, mulai dari tulang leher hingga tulang ekor (cervical, thorakal, lumbal atau sacrum).
    
Ini penyebabnya…
Pada usia muda HNP dipicu dari aktivitas sehari-hari, seperti:
- Berdiri statis untuk jangka waktu lama
- Banyak duduk dalam posisi statis


- Kurang berolahraga atau salah gerak.

- Sering membawa beban berat pada masa pertumbuhan

Kenali Gejalanya!
Gejala HNP bergantung pada lokasi terjadinya
- Jika terjadi di leher (cervical), akan diawali rasa nyeri atau pegal pada tulang leher belakang. Kemudian menjalar ke lengan atas atau bawah, disertai kesemutan atau rasa kebas pada jari-jari tangan. Rasa nyeri dapat bertambah saat batuk atau mengejan
- Jika terjadi di punggung bagian bawah (lumbal) akan menimbulkan rasa nyeri pada pinggang yang menjalar dari punggung bawah ke tungkai atas atau tungkai bawah, bahkan hingga ke jari kaki—disertai kesemutan.
- HNP tingkat berat akan ditandai dengan kelumpuhan anggota gerak yang diawali kelemahan mengenggam atau mengangkat lengan.

How to Know?
Jika sudah merasakan nyeri-nyeri berkelanjutkan lakukan langkah diagnosa berikut.
- Pemeriksaan hantaran listrik serabut saraf dengan Electromyography (EMG). Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui seberapa berat penyakit ada.
- Radiologi Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemeriksaan dengan MRI merupakan bentuk pemeriksaan paling akurat karena bisa melihat dengan jelas ruas saraf dalam tubuh sehingga bisa langsung diketahui jika ada saraf yang terjepit.

Pengobatan
Pengobatan pada setiap penderita HNP nggak selalu sama, bisa berupa pemberian obat-obatan, fisioterapi, atau operasi, tergantung pada tingkatan sakitnya.
- Tingkat ringan. Pada tingkatan ini biasanya pasien hanya disarankan untuk melakukan olahraga low impact untuk memperkuat ruas-ruas tulang belakang, misalnya berenang.
- Tingkat sedang (untuk pasien yang baru pertama kali terkena HNP dan belum merusak saraf) dokter akan memberikan obat penghilang nyeri dan menyarankan fisoterapi sekitar tiga bulan.
- Tingkat berat. Pada tingkat ini keluhan nyeri tak kunjung hilang atau bertambah berat. Operasi diperlukan bila dengan pengobatan konservatif (obat dan fisioterapi) nyeri tidak berkurang, atau HNP sudah menyebabkan kelumpuhan motorik atau rasa baal yang menetap.

Hindari dari sekarang!
Mumpung masih muda, lebih baik mencegah daripada mengobati. Berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan agar terhindar dari saraf terjepit.
- Lakukan olahraga rutin yang dapat memperkuat otot punggung belakang, misalnya berenang atau body combat.
- Biasakan untuk tidak duduk atau berdiri dalam posisi statis dalam waktu lebih dari dua jam. Jika Anda bekerja di kantor, lakukan istirahat setiap dua jam sekali, misalnya ganti posisi duduk atau berjalan-jalan sesaat lalu kembali bekerja.
- Perbanyak minum air putih karena bantalan antar tulang sebagian besar terdiri dari cairan. Usahakan minimal minum delapan gelas sehari. (DPR/Foto:Fotosearch)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?