Jangan dikira cokelat harus dihindari karena berisiko menambah bobot tubuh Anda. Penelitian dari Dr. Beatrice Golomb, dari University of California, San Diego justru mengungkapkan sebaliknya, yaitu cokelat membantu mengurangi BMI (Body Mass Index) tubuh Anda. Selain itu, cokelat juga mempunyai manfaat lain, seperti:
Dr. Beatrice melakukan survei terhadap 1.018 responden berusia 20-85 tahun, dan hasilnya mereka yang rutin mengonsumsi cokelat memiliki lemak total lebih rendah—terutama di bagian perut dan pinggang.
Studi dari University of Cambridge menjelaskan, cokelat membantu mengurangi tekanan darah dan memperbaiki kinerja jantung. British Medical Journal pun mengungkapkan, potensi serangan jantung dan stroke berkurang jika pasien berisiko tinggi mengonsumsi dark chocolate secara teratur.
Studi yang dipublikasikan Neurology Journal menjelaskan, cokelat membantu menambah konsentrasi dan daya ingat karena melancarkan aliran darah ke otak hingga 8,3%.
Cokelat mengandung antioksidan yang tinggi sehingga membantu mengurangi risiko kanker dan menyehatkan kulit.
Menurut penelitian University of L'Aquila Italia, mengonsumsi dark chocolate setiap hari selama 15 hari membantu mengontrol insulin dan kadar gula dalam darah. Nggak heran jika dark chocolate menjadi camilan yang dianjurkan bagi penderita diabetes.
Penelitian University of California San Diego mengungkapkan, cokelat meningkatkan metabolisme dan menekan hormon stres. (SM/FOTOSEARCH,IST)


